Diperbaharui pada Selasa, 9 Maret 2021 | 19:54

Samsung dan Telkomsel Ungkap Mitos dan Fakta Seputar 5G

Oleh Nur Abdillah

Mitos dan Fakta Seputar 5G
Jaringan 5G memang belum hadir di Indonesia, meskipun demikian persiapan ke arah sana sudah mulai dipersiapkan. 

Dari sisi perangkat misalnya, sudah tersedia beberapa hp 5G yang rilis di Indonesia. Salah satunya Samsung yang sudah menyiapkan Galaxy S21 Series 5G sebagai produk pertama mereka yang telah mendukung jaringan 5G.

“Samsung menghadirkan Samsung Galaxy S21 Series 5G, terutama varian S21 Ultra 5G untuk memungkinkan para pengguna untuk mengintip ke masa depan,” ujar Taufiqul Furqan Product Marketing Manager Samsung Mobile, Samsung Electronics Indonesia dalam workshop Samsung Galaxy S21 Series 5G Tech Series: 5G Myth-busting bersama Telkomsel.

Samsung Galaxy S21 Series 5G telah dibekali berbagai macam fitur dan spesifikasi yang didesain sedemikian rupa agar tetap relevan bagi pengguna bahkan di masa yang akan datang ketika 5G sudah benar-benar diimplementasi di Indonesia.

Selain perangkat yang sudah tersedia, beberapa operator juga terus melakukan persiapan agar 5G bisa digunakan di Indonesia, sebut saja Telkomsel.

“Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan, Telkomsel akan terus mempersiapkan adopsi dan adaptasi seluruh entitas yang ada di ekosistem digital untuk implementasi teknologi jaringan 5G di Indonesia,” kata Harry Utama, Manager Network Master Plan Telkomsel.

Mitos dan Fakta Seputar 5G
Bukan tanpa sebab, karena menurut Harry, 5G membawa beberapa pengembangan dan inovasi dari generasi sebelumnya, seperti enhanced mobile broadband, ultra-reliable and low latency communications, serta massive machine type communication.

Dengan kecanggihan ini, 5G tidak hanya dapat meningkatkan pengalaman komunikasi dan digital bagi segmen konsumer, namun juga membuka lebih banyak use case untuk operasi antar perangkat bagi segmen industri. 

Berikut adalah poin-poin penting dari teknologi 5G :

1. Bandwidth Lebih Besar 

Bandwidth dari 5G yang lebih besar daripada 4G memungkinkan pengguna 5G untuk men-streaming data berukuran besar dengan cepat. Selain memiliki download dan upload speed yang jauh lebih cepat, pengguna juga dapat melakukan streaming content video dengan resolusi tinggi tanpa perlu buffering, memberikan pengalaman menonton yang lebih seamless. 

2. Low-latency Connectivity 

Teknologi 5G menghadirkan low-latency connectivity yang semakin memperkecil jangka waktu yang diperlukan untuk koneksi perangkat satu ke perangkat lainnya. Dengan teknologi low-latency yang dapat di-deploy secara massive, hal ini memungkinkan pengguna jaringan 5G untuk mengakses konten-konten dengan tingkat respon yang sangat cepat. 

Bagi pelaku industry, ini berarti kemampuan untuk melakukan operasi mesin jarak jauh. Bagi konsumen, hal yang paling dekat dengan kita adalah implementasi 5G terhadap gaming, khususnya game online. 

5G juga memungkinkan adanya new frontier dalam dunia gaming, yaitu cloud gaming. Pada saat ini, cloud-gaming hanya dapat dilakukan melalui konektivitas broadband.

3. Internet of Things (IoT) 

Teknologi 5G adalah peluang bagi para developer untuk benar-benar mengadopsi kekuatan dari 5G secara penuh sehingga dapat dinikmati oleh para konsumen dengan lebih baik lagi. Namun salah satu use-case 5G yang dapat dilihat saat ini adalah bagaimana 5G dapat berkontribusi kepada Internet of Things (IoT).

Like us!

Komentar