Hacker Tuntut Pembatalan “The Interview”

Oleh Nadia Maharani on Rabu, 10 Des 2014 | 19:11

Sekelompok hacker yang menamakan diri mereka Guardians of Peace kembali mengajukan tuntutan pada Sony Pictures Entertainment. Kali ini, mereka meminta pembatalan peluncuran film teranyar Sony Pictures, yakni The Interview.

Guardians of Peace yang diyakini merupakan sekelompok hacker dari Korea Utara tersebut mengancam jika ada konsukensi yang harus ditanggung Sony Pictures bila permintaan mereka tak dikabulkan.

Film The Interview itu sendiri berkisah tentang pembunuhan Kim Jong-Un, penguasa Korea Utara saat ini, dan dibintangi oleh James Franco dan Seth Rogen. Guardians of Peace tampaknya marah dengan kisah yang dituangkan dalam film tersebut karena menyangkut pemimpin tertinggi mereka.

Pemerintah Korea Utara membantah jika pihaknyalah yang meretas jaringan internet Sony Pictures yang terjadi belum lama ini. Namun, seperti yang tertulis di Gizmodo, serangan cyber tersebut berasal dari suatu tempat di negara itu.

Namun, terdapat bukti lain yang menunjukkan bahwa peretasan terjadi di salah satu hotel di Bangkok. Selain berita simpang-siur itu, ada pertanyaan mengenai siapa yang mem-posting email sebelumnya dari Guardians of Peace.

Sebelum permintaan pembatalan The Interview, para karyawan Sony mendapat email yang mengancam mereka dan keluarga mereka. Terkait hal itu, ada bantahan dari pihak Guardians of Peace, Senin lalu, jika email tersebut bukan kiriman mereka.

Kasus email ancaman tersebut kini sedang dalam penanganan FBI. Agensi itu tengah menyelidiki asal-usul email tersebut. FBI mengakui jika para karyawan Sony Pictures mendapatkan email ancaman yang meresahkan.

Seperti yang diketahui, November lalu terjadi serangan cyber terhadap Sony Pictures. Para hacker yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut diduga menggunakan malware bernama Destover.

Jenis malware yang digunakan untuk menyusup ke jaringan komputer Sony Pictures disinyalir sama dengan yang menyerang berbagai perusahaan di Korea Selatan dan Arab Saudi beberapa waktu lalu. Serangan tersebut menimbulkan kekacauan pada perusahaan-perusahaan itu.

Dari serangan cyber Guardians of Peace terhadap Sony Pictures, kelompok hacker tersebut mencuri cache data sebesar kurang-lebih 100 terabytes. Tak lama setelah serangan tersebut, Guardians of Peace mempublikasikan berbagai data penting, seperti gaji dan nomor jaminan sosial pekerja.(Tedi)

Baca juga artikel:

Ragnarok: Path of Heroes, Nostalgia dengan MMORPG dari Line

Sulit, Bertransaksi dengan Apple Pay di McDonald’s  

Cara Asyik Ajari Anak Belajar Alfabet

Artikel Lainnya

Komentar