15 Game Berbahaya Untuk Anak Versi Kemendikbud

15 Game Berbahaya Untuk Anak Versi Kemendikbud

Oleh Aris Wibowo on Jumat, 29 Apr 2016 | 15:47

Beberapa tahun terakhir ini, pasar game Indonesia terus berkembang pesat dengan kedatangan berbagai video game baru, baik offline maupun online. Bahkan pemain game pun sudah tidak didominasi oleh anak-anak di kota besar, bahkan pemain game di kota-kota kecil Indonesia.

Sayangnya, saat ini banyak video game baik online maupun offline yang mengandung unsur kekerasan. Tentu hal ini sangat memberi dampak bagi perkembangan jiwa anak. Bahkan hasil penelitian Iowa State University Amerika Serikat menyebutkan bahwa saat bermain game yang mengandung unsur kekesaran selama 20 menit saja, dapat “mematikan rasa” seseorang. Anak akan mudah melakukan kekerasan dan kehilangan empati kepada orang lain.

Game Berbahaya

Bila tetap ingin membiarkan anak-anak bermain video game, sebaiknya para orang tua mengawasi benar-benar game yang sedang dimainkan. Dikutip dari situs Sahabat keluarga Kemendikbud, terdapat 15 game yang dinilai berbahaya bagi anak.

Berikut 15 game berbahaya untuk anak tersebut:

  • World of Warcraft
  • Call of Duty
  • Point Blank
  • Cross Fire
  • War Rock
  • Counter Strike
  • Mortal Kombat
  • Future Cop
  • Carmageddon
  • Shelshock
  • Raising Force
  • Atlantica
  • Conflict Vietnam
  • Bully
  • Grand Theft Auto.

Game Berbahaya

Baca juga Kumpulan Artikel Mengenai Game dan Aplikasi

Di Amerika Serikat sendiri sudah ada kategori rating video game untuk keamanan anak – anak. Seperti dibawah ini.

  1. Early Childhood (cocok untuk anak usia dini)
  2. Everyone (untuk semua umur)
  3. Everyone 10+ (untuk usia 10 tahun ke atas)
  4. Teen (untuk usia 13 tahun ke atas)
  5. Mature (untuk usia 17 tahun ke atas)
  6. Adults Only (untuk dewasa)

Menteri Pendidikan Anies Baswaden juga mengungkapkan agar para pecinta game yang telah memahami sistem rating dalam game agar turut membantu menyebarkannya kepada para orang tua dan guru.

Wahyu Farrah Dina selaku Direktur Indonesia Heritage Foundation memberikan tips untuk mengatasi kecanduan game pada anak.

  • Susunlah jadwal aktivitas anak untuk mengalihkan anak dari game.
  • Juhkan peralatan dan piranti game secara bertahap.
  • Letakan perangkat video game di ruang terbuka, jangan di kamar anak.
  • Jangan kenalkan game kepada anak-anak di bawah usia 8 tahun kecuali video game yang berisi edukatif.

 

Baca juga artikel
Aplikasi HaloDoc, Bisa Pilih Dokter dan Tersedia Layanan Apotik Antar
Game Harvest Moon Seeds of Memories Sudah Hadir Di Android
Update Microsoft Translator Android Hadirkan Penerjemah Teks Gambar

Artikel Lainnya

Komentar