6 Tips Aman Mengendarai Motor, Nggak Bakal Kena Tilang!

Oleh Restu Aji Siswanto updated Rabu, 29 Apr 2020 | 12:50

Image via Honda

Sebagian orang Indonesia lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor ketimbang transportasi umum. Khusus bagi Anda yang memilih motor, menggunakan sepeda motor untuk bepergian jauh bukan tanpa alasan. Di samping lebih murah, berkendara sepeda motor diklaim lebih leluasa di jalan dan tidak mudah terjebak macet.

Sayangnya, berkendara dengan sepeda motor, baik untuk beraktivitas harian atau sekedar touring dengan motor saja, memiliki banyak risiko. Salah satu risiko yang harus ditanggung pengendara tentu ialah lebih capek dan lelah yang bisa membuyarkan konsentrasi. Terkadang saat mengendarai motor jarak jauh atau lebih dari 2 jam perjalanan, tubuh pengendara cepat lelah.

Hal ini disebabkan banyak hal, mulai dari cara duduk yang salah hingga kondisi motor yang kurang nyaman. Nah, untuk kamu yang suka melakukan perjalanan dengan sepeda motor, berikut tips aman berkendara agar kamu tidak mudah capek dan aman dari tilang.

Tips Aman Mengendarai Motor

1. Posisi Berkendara Harus Benar

Image via IndonesiaAutosBlog

Salah satu penyebab mudah capek saat berkendara motor jarak jauh ialah posisi berkendara yang salah. Padahal posisi berkendara yang benar sangat penting. Selain membuat tubuh tidak lelah juga demi keamanan saat berkendara jarak jauh.

Untuk itu, cobalah duduk dengan nyaman di atas jok motor, jangan terlalu ke depan atau ke belakang dari jok. Posisi duduk kaki masuk ke dalam atau menekan jok. Misal untuk pengguna motor sport, posisi paha menekan tangki motor. Selain tidak membuat capek, posisi ini juga diklaim bisa membuat motor yang dikendarai lebih stabil.

Untuk posisi tangan, sebaiknya tidak lurus menekan stang motor, melainkan sedikit ditekuk dari sisi luar tangan. Meski sederhana, posisi berkendara ini diklaim tidak membuat tangan pegal dan bisa meredam efek guncangan pada bahu saat melewati jalan rusak. Selain itu, dalam berkendara jarak jauh, usahakan agar posisi punggung tegak lurus, jangan bongkok.

Yang tidak kalah penting, selalu konsentrasi dan menjaga pandangan fokus ke jalanan. Selain itu, tubuh manusia juga memiliki daya tahan tersendiri dan tidak dirancang untuk berkendara terus-menerus. Maka sebelum berkendara pastikan istirahat cukup. Dan saat berkendara juga sering berhenti untuk beristirahat maupun mengecek kondisi motor.

2. Perlengkapan Berkendara Harus Lengkap

Image via MPM-motor.co.id

Selain posisi berkendara, perlengkapan berkendara juga mempengaruhi capek atau tidaknya pengendara saat berkendara motor jarak jauh. Maka pastikan selalu gunakan perlengkapan berkendara yang sesuai standar.

Misal, menggunakan helm SNI, menggunakan masker hingga menggunakan sepatu. Gunakan perlengkapan yang dirasa nyaman, jangan memaksakan menggunakan perlengkapan yang tidak sesuai peruntukannya. Pasalnya selain membuat mudah lelah juga bisa membahayakan.

Dalam melakukan turing atau perjalanan jarak jauh, usahakan jangan menggunakan pakaian dalam, termasuk celana dalam yang ketat. Tujuannya agar tidak menjadikan alergi pada kulit saat berkeringat dan memberikan kenyamanan berkendara.

Gunakan pakaian dan celana yang berbahan katun dan longgar.  Untuk jaket, gunakan jaket yang tidak terlalu tebal. Pastikan jaket memiliki sirkulasi udara agar badan tidak mudah berkeringat dan mudah lelah. Jangan berkendara menggunakan sandal, tapi gunakanlah sepatu.

Selain untuk mencegah kaki terluka saat jatuh, sepatu juga berguna mencegah kaki lelah saat memindahkan persneling motor (kaki kiri) dan mengerem (kaki kanan). Gunakan sepatu yang menutupi mata kaki. Sepatu ini juga harus nyaman karena kaki termasuk penting untuk mengendalikan motor.

3. Jangan Membawa Barang Berlebihan

Image via Pinterest

Hal ini sering ditemukan pada pengendara motor jarak jauh, terutama di musim mudik. Maka dari itu, kamu sebaiknya jangan membawa barang berlebih saat berkendara motor jarak jauh. Selain mengganggu dan menambah berat motor, barang bawaan yang berlebih ternyata juga mengganggu kestabilan saat membawa motor.

Alhasil, pengendara bisa cepat lelah karena harus mengendalikan motor lebih berat dari biasanya. Tidak hanya itu, tempatkan pula barang bawaan dengan baik dan benar agar laju motor stabil dan pengendara nyaman.

4. Istirahat Setiap 2-3 Jam Sekali

Image via mapsofindia

Berkendara motor jarak jauh memang melelahkan. Banyak orang justru memacu kendaraan agar dapat cepat sampai tujuan. Sayangnya seperti yang diulas di atas, tubuh manusia memiliki daya tahan tersendiri.

Bila terlalu lelah, manusia bisa mudah mengantuk dan itu berbahaya saat berkendara. Maka sebaiknya selalu istirahat setiap 2 atau 3 jam berkendara. Hal ini penting untuk mengembalikan daya tubuh dan kondisi motor.

5. Berkendaralah dengan Santai

naik motor

Tips agar kamu tidak mudah capek saat berkendara motor jarak jauh terakhir ialah berkendaralah dengan santai. Santai di sini tidak terlalu pelan juga tidak terlalu cepat. Pasalnya, jalan raya itu mudah ditebak.

Tidak hanya itu, kian banyak orang yang mengendarai kendaraannya asal-asalan. Tidak heran, banyak pengguna yang jadi terpancing emosi dan ikut berkendara ugal-ugalan. Hal ini justru membuat tubuh mudah lelah. Maka berkendaralah santai dan sabar.

6. Bawa Surat Kendaraan dengan Lengkap

sim dan stnk

Satu hal yang akan sangat mempengaruhi kenyamanan pada saat berkendara adalah bebasnya kita dari rasa khawatir, tidak hanya dalam urusan keselamatan, tapi juga dari risiko terkena tilang akibat melakukan kesalahan sendiri.

Salah satu hal yang paling sering membuat pengendara motor ditilang adalah tidak memiliki surat kendaraan yang lengkap. Karena itu, sebagai pengendara motor yang baik, selalu bawa SIM dan STNK kemanapun kamu berkendara dengan motor.

Persiapkan Kondisi Diri dan Motor Sebaik Mungkin

Jangan melakukan perjalanan dengan menggunakan motor bila kondisi tubuh sedang tidak fit. Begitu juga dengan motornya sendiri, jangan bawa motor jika kondisi mesinnya sedang bermasalah. Jika semua hal sudah dipersiapkan dengan baik, bawalah kendaraan secara hati-hati dan jangan lupa berdoa sebelum memulai perjalanan.

Artikel Terkait

Komentar