Tips Memotret Bulan Saat Gerhana Bulan Penumbra

Oleh Aris Wibowo on Kamis, 24 Mar 2016 | 11:33

Beberapa waktu lalu, Indonesia mendapati sebuah fenomena alam langka yakni Gerhana Matahari Total 2016. Fenomena ini pun langsung menjadi pusat perhatian banyak masyarakat. Bila kamu melewatkan Fenomena tersebut, kamu tidak perlu berkecil hati. Pasalnya, rabu malam ini, indonesia kembali akan dilewati gerhana. Namun, bukan gerhana matahari tentunya, malainkan gerhana bulan penumbra.

Dilansir laman republika, Taufik Hermawan selaku Prakirawan BMKG Juanda Surabaya mengungkapkan Gerhana bulan penumbra pada rabu malam bisa disaksikan di seluruh indonesia tepat dua minggu setelah gerhana matahari total.

Gerhana bulan akan terjadi saat bulan terbit di ufuk timur dan terjadi mulai pukul 16.36 WIB, kemudian mencapai puncaknya pada pukul 18.47 dan berakhir pada pukul 20.57 WIB. Gerhana bulan Penumbra sendiri terjadi karena terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga cahaya matahari tidak semua sampai ke bulan. Gerhana ini kabarnya akan terjadi kembali pada 18 Agustus dan 17 September mendatang.

Nah, bagi kamu pecinta fotografi, kamu bisa memanfaatkan momen gerhana bulan ini dengan baik. Kamu bisa mengabadikan gambar gerhana bulan dengan lebih leluasa berbeda saat memotret gerhana matahari. Walaupun demikian tetap saja dibutuhkan teknik dan tips khusus agar hasil memotret bulan tampak jelas.

Untuk memulai memotret bulan, kamu bisa menggunakan tripod untuk menghindari hasil gambar yang blur. Setelah itu, bila kamu menggunakan DSLR, kamu bisa mengunakan lensa panjang 200 mm atau lebih panjang lebih baik, untuk mendapatkan hasil foto bulan yang jelas.

Baca juga Kamera Mirrorless Terbaik 2016: Kualitas Gambar, Video, Viewfinder dan Full-frame Terbaik

Via Melvister

Bila kamu memotret bulan menggunakan kamera smartphone, kamu harus memperhatikan beberapa hal agar bulan tampak maksimal dan tidak terlalu kecil. Hal ini wajar mengingat sensor dalam kamera smartphone berbeda dengan kamera DSLR. Kalau bisa, kamu juga menggunakan lensa tambahan agar hasil foto bulan bisa terlihat lebih besar dan jelas.

Sebaiknya, atur kamera atau smartphone yang kamu gunakan memotret bulan ke mode manual. Kamu bisa mengatur ISO ke angka rendah 80 atau 100. Apabila, kamera kamu memiliki mode Infinity, kamu bisa menggunakannya. Bila tidak, mode autofocus biasa juga sudah mumpuni.

Bila kamu tidak menggunakan tripod, kamu bisa atur ISO ke 400 atau lebih untuk mendapatkan eksposur lebih pendek tanpa membuat gambar terlalu gelap. Ingat ISO yang tinggi bisa menyebabkan noise yang tinggi pula, maka jangan memakai ISO terlalu tinggi.

Kamu juga bisa mengambil banyak jepretan sekaligus saat memotret gerhana bulan. Pasalnya, ini untuk mencari hasil terbaik. Memotret dengan eksposur berbeda – beda akan meningkatkan kemungkinan mendapatkan foto terbaik. Bila bulan telah mendekati gerhana penuh, kamu bisa memotret dengan ISO paling rendah 100 dan eksposur 1/100 detik. Secara berkala kamu bisa tingkatkan eksposure untuk menemukan foto terbaik.

Terkahir, dalam memotret bulan atau gerhana bulan, kamu bisa memasukkan unsur lain seperti latar bangunan atau pepohonan.

Jadi Selamat memotret bulan.

 

Baca juga artikel
Aplikasi Astronomi Android Untuk Mengamati Gerhana Matahari
Selain Gerhana Matahari Total, Berikut Peristiwa Astronomi Sepanjang Tahun 2016
Fakta Seputar Gerhana Matahari 9 Maret 2016 dan Cara Aman Menikmatinya

Artikel Lainnya

Komentar