5 Penyakit Motor Matic Ini Jadi Langganan Bengkel Motor Matic

Oleh Adam Rizal updated Selasa, 30 Mei 2017 | 12:25

Motor matik telah menjadi fenomena di pasar otomotif di Indonesia dan berhasil mengalahkan penjualan motor sport dan bebek yang mulai ditinggalkan. Hampir setiap pabrikan motor di Indonesia, pasti memiliki varian motor matik. Gara operasional yang mudah, hanya tinggal "ngegas" membuat banyak orang jatuh hati dengan motor matik. Apalagi, kota Jakarta yang saban hari macet.

Meskipun sangat populer, motor matik memiliki "penyakit musiman" yang kerap terjadi. Beberapa penyakit musiman yang paling sering menghampiri motor matic seperti akselerasi berat, bergetar, bensin boros ataupun kenalpot berasap mungkin pernah kamu alami meskipun hanya salah satunya. Hal ini menandakan bahwa kamu harus segera melakukan tindakan perawatan atau perbaikan sebelum kerusakan merambat dan semakin berakibat fatal.

Berikut kami berikan daftar masalah yang kerap terjadi pada motor matik dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Tarikan Gas Motor yang Berat

Image via djoshe.wordpress.com

Hampir 80 persen performa motor matik bergantung pada tarikan gas. Tarikan motor yang berat karena filter udara yang menjadi penyaring udara masuk ke dalam ruang bakar kotor. Filter yang kotor bisa disebabkan oleh partikel kotoran dan debu sehingga tarikan motor jadi super berat.

Karena itu, Anda harus rajin-rajin mengcek kondisi saringan udara, terlebih jika tarikan gas motor terasa sangat berat. Motor matik menggunakan filter udara jenis basah sehingga filter udara itu tidak bisa dibersihkan tetapi dan harus langsung diganti. Keuntungannya, filter udara ini lebih tahan dibanding filter udara kering yang harus dibersihkan secara berkala.

2. Mati Mendadak

Image via mpm-motor.co.id

Salah satu penyebab motor matik mati mendadak mati karena setelan klep yang terlalu rapat. Bila celah terlalu rapat, mesin bakal cepat panas dan akselarasi yang kurang membuat motor matik suka mati mendadak. Karena itu, segera lah bawa motor matikmu ke bengkel terpercaya untuk di-setting sesuai standar motor karena satuan untuk memperbaiki klep sangatlah berbeda-beda.

3. Mesin Terlalu Panas

Mesin yang terlalu panas juga bisa menyebabkan motor matik rusak dan mogok. Hal itu disebabkan oleh sirkulasi oli di dalam mesin yang tersumbat dan membuat ring piston menjadi kering sehingga motor akan mendadak mati.

Suhu panas itu muncul dari sistem pembakaran atau dari gesekan-gesekan yang terjadi antara piston dan liner boring. Kemudian pelumas tidak mempu meredam suhu panas sehingga piston memuai dan macet pada liner boring. Karena itu, Anda harus segera mengganti pelumas mesin dengan yang baru sehingga dapat melumasi piston yang tersumbat.

4. Gas "Ngadat"

Terkadang, motor matik tidak menyala walaupun Anda sudah menarik tuas gasnya. Hal itu disebabkan oleh lubang kecil pada tutup tangki yang berfungsi sebagai ventilator tersumbat. Sumbatan itu membuat sirkulasi udara jadi hilang dan bahan bakar tidak turun atau tidak mengalir. Untuk mengatasi masalah tersebut, pastikan lubang ventilator tutup tangki bersih dan tidak tersumbat. Anda harus gunakan udara bertekanan atau kompresor untuk membuang kotoran yang menyumbat lubang.

5. Rem Kurang Cakram

Image via johnhendyofmars.wordpress.com

Rem adalah salah satu komponen paling penting di dalam motor matik, terlebih Anda sering mengendarai motor matik melewati tanjakan dan turunan yang membutuhkan kinerja rem yang besar.

Anda pun wajib mengerti ciri-ciri kanvas rem tidak cakram. Tangkai rem terasa keras dan pengereman kurang pakem ketika Anda menekan tuas rem dengan keras. Solusinya cuma satu, Anda harus segera mengganti kanvas rem dengan yang baru sehingga lebih cakram.

Dengan beberapa tips di atas, Anda tidak perlu risau dan khawatir jika menemukan gejala penyakit pada motor matik Anda sehingga Anda bisa segera memperbaiknya.

Baca juga artikel:
Jangan Malas! Lakukan 10 Cara Ini Agar Ban Motor Awet
10 Motor Matic yang Bisa Dicicil 500 Ribu Setiap Bulan
Jangan Lakukan 4 Kebiasaan Ini Bila Ingin Aki Motor Awet

Artikel Terkait

Komentar