Diperbaharui pada Senin, 14 Juni 2021 | 11:38

2 Jenis Dryer pada Mesin Cuci dan Cara Merawatnya

cara merawat pengering mesin cuciFoto: Pixabay

Selain praktis, salah satu kelebihan dari mesin cuci adalah biasanya dibekali juga dengan alat pengering di dalamnya, sehingga pakaian yang telah selesai dicuci bisa langsung dikeringkan.

Pengeringan pakaian ini memang tidak 100% kering, namun paling tidak, waktu untuk menjemur pakaian bisa jauh lebih singkat, bahkan cukup dengan diangin-anginkan saja, tanpa terkena sinar matahari langsung.

Dryer biasanya ada di semua tipe mulai dari mesin cuci 1 tabung hingga 2 tabung. Bedanya, kalau di mesin cuci 1 tabung, tabung untuk mencuci dan mengeringkan digabung, sedang untuk mesin cuci 2 tabung, tabungnya dipisah.  

Hasil pengeringan dengan mesin cuci rata-rata mencapai 75 – 90% yang artinya Anda masih harus menjemurnya untuk mendapatkan hasil kering sempurna karena pakaian tersebut tentunya masih terasa lembab.

Fungsi Dryer

Namun sebenarnya mesin pengering di mesin cuci bisa dimaksimalkan hingga 99% dengan syarat Anda tidak mengisi mesin pengering secara berlebihan dan pakaian yang dimasukkan juga sudah relatif kering alias tidak benar-benar basah kuyup seperti habis direndam.

Pengaturan penggunaan mesin pengering bervariasi tergantung model dan merek mesin cuci. Namun untuk pengaturan paling standar adalah cupboard dry di mana pakaian akan dikeringkan hingga benar-benar kering sehingga Anda bisa langsung melipat dan menyimpannya di lemari.

Selain itu ada juga iron dry dimana dengan pengaturan ini pakaian masih agak lembab dan perlu disetrika terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil kering yang maksimal.  

Jenis-Jenis Dryer pada Mesin Cuci

Mesin cuci yang dijual di pasaran dewasa ini biasanya dibekali dengan fungsi pengering atau dryer. Terdapat dua jenis metode pengeringan pada mesin cuci yakni tumble dry dan stream dry.

Kedua proses pengeringan ini memiliki perbedaan, dan sebagai pemakai, Anda sebaiknya mengetahui perbedaan tersebut, agar bisa mengeringkan pakaian dengan benar.

1. Tumble Dry

pengering pakaian

Saat membeli pakaian, selalu biasakan untuk melihat pada label yang biasanya terdapat panduan cara merawat pakaian yang Anda beli tersebut. Beda bahan, beda pula cara mencuci dan mengeringkannya.

Pada label tersebut biasanya terdapat simbol-simbol untuk menjelaskan metode perawatan seperti apa yang bisa Anda terapkan pada pakaian, mulai dari cara mencuci, cara mengeringkan, hingga cara menyetrikanya.

Simbol lingkaran dalam kotak yang biasanya ada pada label menunjukkan bahwa pakaian yang Anda beli tersebut harus dikeringkan dengan fungsi tumble dry.

Cara ini memang yang paling umum digunakan pada mesin pengering di mesin cuci. Tumble dry sangat umum digunakan untuk pakaian sehari-hari juga untuk kain berbahan tebal seperti handuk dan selimut.

Namun cara mengeringkan dengan metode tumble dry ini sebaiknya tidak diterapkan untuk pakaian berbahan wol dan sutra. Khusus untuk pakaian dalam seperti bra, juga tidak dianjurkan, karena bisa merusak jenis-jenis kain tersebut.  

Tumble dry menggunakan cara kerja dengan mengombinasikan panas, pergerakan udara dan kelembaban yang rendah dan pakaian akan digerakkan seperti gerakan memeras hingga kekeringan mencapai 75 – 90%.

Setelah mengeringkan pakaian dengan cara ini, Anda disarankan untuk menjemurnya di bawah terik matahari untuk mendapatkan hasil kering yang lebih sempurna.

2. Steam Dry

 

pengering pakaian steam dry 

Selain tumble dry, cara pengeringan dengan mesin cuci juga ada yang disebut steam dry. Untuk cara ini, uap atau hawa panas dengan suhu tertentu akan dikeluarkan dalam tabung mesin cuci saat pakaian sudah selesai dibilas.

Cara pengeringan ini sangat cocok bagi mereka yang bermasalah dengan alergi karena menggunakan prinsip sanitasi dan sterilisasi. Mesin cuci dengan pengering jenis ini biasanya lebih irit air hanya saja konsumsi listrik relatif lebih tinggi.

Dengan cara steam dry, pakaian akan kering tanpa kusut dan lebih lembut karena penggunaan uap panas untuk proses pengeringannya.

Bahkan jika sedang terburu-buru, setelah pakaian dikeluarkan dari mesin cuci, Anda bisa langsung menyetrika tanpa perlu menjemurnya terlebih dahulu, karena tingkat kekeringan pakaian bisa mencapai 99%.

Cara mengeringkan pakaian di mesin cuci akan tergantung jenis mesin cuci yang digunakan. Jika mesin cuci yang digunakan adalah mesin cuci otomatis satu tabung, maka proses mencuci hingga mengeringkan akan berjalan otomatis dari awal hingga selesai.

Namun untuk mesin cuci 2 tabung, Anda diwajibkan untuk memindahkan pakaian dari tabung pencucian ke tabung pengeringan. Untuk proses pengeringan ini ada beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan.  

Pada saat pakaian telah selesai dicuci di mesin cuci, pindahkan cucian ke dalam tabung pemeras. Untuk mempersingkat waktu pengeringan, gunakan kecepatan tertinggi pada saat proses spinning di mesin cuci. Hal ini untuk memastikan bahwa air yang terkandung di dalam cucian telah terbuang sebanyak mungkin.

Pilihlah pengaturan pengeringan yang Anda inginkan, kemudian tunggu selama 30 menit hingga satu jam sampai mesin pengering menyelesaikan tugasnya.

Jangan lupa untuk mengecek label perawatan pada pakaian yang akan dikeringkan guna memastikan bahwa pakaian tersebut dapat dikeringkan menggunakan mesin pengering baju.

Hindari memasukkan terlalu banyak pakaian ke dalam pengering karena akan menyebabkan pakaian tidak memiliki ruang untuk mengembang sehingga membuatnya kusut.

Selain itu, usahakan untuk menghindari pencampuran pakaian berukuran besar dengan yang berukuran kecil, agar semua pakaian dapat kering secara merata.

Kalau ada pakaian warna hitam atau berwarna gelap lainnya, sebaiknya jangan dikeringkan menggunakan mesin pengering karena dapat membuat ketajaman warnanya berkurang.

Tips Merawat Mesin Pengering

mesin cuci pengering pakaianFoto: deappliancefix.com

Untuk menjaga agar mesin pengering pada mesin cuci awet, Anda perlu melakukan melakukan perawatan secara rutin dan teratur. Hal ini penting dilakukan agar mesin pengering tidak cepat rusak, dan hasil pengeringan selalu optimal.

Berikut tips merawat mesin pengering di rumah Anda:

  1. Membaca buku manual merupakan langkah preventif terhadap kerusakan-kerusakan yang tidak diinginkan. Dengan membaca buku manual, Anda diharapkan bisa mengoperasikan mesin dengan benar seperti memilih waktu, memilih program hingga jenis pakaian dan benda yang dapat dimasukkan ke dalam mesin pengering.
  2. Setelah menggunakan pengering Anda sebaiknya meneliti apakah ada serat-serat yang tertinggal di dalam tabung. Jika ada, Anda harus membersihkan segera agar nantinya tidak menumpuk di bagian ventilasi.
  3. Lakukan pengecekan menyeluruh secara berkala, misal setiap enam bulan atau satu tahun sekali. Hal ini dapat Anda lakukan sendiri, atau dengan cara menghubungi jasa perawatan rutin mesin cuci.

Nah, semoga tips-tips yang kami berikan di dalam artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda ya. Semoga mesin pengering Anda awet dan dapat digunakan untuk waktu yang lama.

Like us!
Restu Aji Siswanto

Content Writer

895 Posts

Gemar mengikuti perkembangan teknologi gawai, baik yang rilis di Indonesia maupun yang tidak masuk pasar lokal. Ketertarikan pada teknologi dan gawai menjadi motivasi untuk terus memberikan informasi, rekomendasi, dan tips berbelanja seakurat mungkin, melalui artikel dan ulasan produk.