Pricebook
  1. >
  2. Artikel>
  3. Ubisoft Buat Studio Dolby Atmos Pertama di Asia Tenggara dengan Monitor Neumann

Dipublish pada Selasa, 4 Nov 2025 | 15:05

Ubisoft Buat Studio Dolby Atmos Pertama di Asia Tenggara dengan Monitor Neumann

Studio Dolby Ubisoft

Ubisoft Singapura semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu studio pengembang game AAA terkemuka di Asia Tenggara dengan meluncurkan Studio Blue, fasilitas audio baru yang telah diperbarui dengan teknologi Dolby Atmos dan monitor Neumann KH 80 DSP.

Studio ini dirancang untuk menghadirkan kualitas audio sinematik yang imersif bagi para pemain di seluruh dunia menandai langkah besar Ubisoft dalam menghadirkan storytelling yang lebih hidup dan mendalam melalui kekuatan suara.

Dalam studio anyar seluas 33.000 kaki persegi, Ubisoft kini mengoperasikan tiga ruang audio: Studio Red untuk rekaman, Studio Black untuk siaran langsung, dan Studio Blue sebagai pusat produksi audio imersif.

Transformasi Studio Blue dari sistem 5.1 tradisional menjadi konfigurasi Dolby Atmos 7.1.4 dilakukan dengan ambisi menciptakan ruang future-proof, siap menghadapi kebutuhan produksi audio game generasi berikutnya.

“Peralihan dari 5.1 ke Dolby Atmos adalah langkah alami berikutnya bagi kami,” ujar Nicolas Ow, Associate Lead Audio Designer di Ubisoft Singapore. “Dengan workflow berbasis objek 3D, kami bisa menciptakan pengalaman audio yang lebih realistis dan sesuai dengan visi kami untuk menghadirkan dunia game yang imersif bagi pemain global.”

Studio Dolby Ubisoft

Teknologi Dolby Atmos memungkinkan tim Ubisoft untuk memposisikan suara secara presisi di ruang tiga dimensi, menghasilkan efek spasial yang tidak dapat dicapai oleh sistem stereo atau surround tradisional. Efek ini krusial untuk gameplay dinamis, misalnya ketika pemain harus mengenali arah datangnya musuh atau merasakan suasana lingkungan yang berubah secara real-time.

Dalam mewujudkan studio ini, Ubisoft bekerja sama dengan Broadcast Communications International dan Dolby Singapore, menjadikan Studio Blue sebagai Dolby Atmos Gaming Sound Studio pertama di Asia Tenggara.

Penggunaan 11 unit Neumann KH 80 DSP dan subwoofer KH 810 memastikan akurasi suara di seluruh spektrum frekuensi, menjadikan setiap detail dari suara ombak hingga desingan anak panah terdengar tajam dan seimbang.

“Kami memilih Neumann karena konsistensinya,” jelas Erik-Jon Evangelista, Audio Director Ubisoft Singapore. “Ukuran yang lebih besar tidak selalu lebih baik. Kami mengutamakan keseimbangan tonal, terutama saat mengerjakan mixing berbasis objek 3D di lingkungan multi-speaker seperti Dolby Atmos.”

Bagi Ubisoft, audio bukan sekadar pelengkap visual, melainkan bagian integral dari storytelling. “Jika visual mengajak pemain masuk ke dunia game, maka audio membuat mereka tetap tinggal di dalamnya,” tambah Nicolas. “Suara yang tepat mampu membangun ketegangan, menghidupkan suasana, dan menciptakan emosi tanpa harus disadari oleh pemain.”

Studio Dolby Ubisoft

Sejak berdiri pada 2008, Ubisoft Singapura telah berkembang dari hanya 100 karyawan menjadi hampir 500 karyawan. Tim audio-nya sendiri kini terdiri dari 12 profesional, berkembang dari hanya empat orang di awal. Studio ini dikenal berkat kontribusinya dalam franchise besar seperti Assassin’s Creed dan menjadi pengembang utama untuk Skull and Bones yang dirilis pada 2024.

“Menjadi bagian dari evolusi industri game di Asia Tenggara dan menempatkan Singapura di peta global adalah sumber kebanggaan,” tutup Erik. “Studio Blue bukan hanya investasi pada teknologi, tetapi juga komitmen Ubisoft untuk terus mendorong batas storytelling yang imersif di masa depan.”

Dengan kehadiran Studio Blue, Ubisoft Singapura kini berada di garis depan revolusi audio game modern—menjadi pionir dalam membawa teknologi Dolby Atmos dan sistem audio Neumann ke dunia pengembangan game AAA di Asia Tenggara.

Share :
Imam Ali
1052 Posts

Berbekal photography dan multimedia desain membuka jalan ke perusahaan konsultan cekindo.com. Awali karir jurnalistik di Majalah Chip Foto Video. Ketertarikan pada teknologi dan gadget berkembang ke Majalah Chip dan Chip.co.id, mulai dari review gadget dan peripheral PC, berlanjut ke Tabloid Sinyal dan SinyalMagz. Hobi otomotif memberi kesempatan bekerja di Agency mengawal konten otomotif. Di Pricebook, membuat beragam artikel terkait news, ulasan dan review serta info pasar yang berbasis SEO.