
Motorola meluncurkan tablet Moto Pad 60 Series yang terdiri dari tiga model, yaitu Moto Pad 60 Lite, Moto Pad 60 Neo, dan Moto Pad 60 Pro. Ketiganya memiliki perbedaan yang cukup signifikan dari segi ukuran, spesifikasi, dan tentunya harga.
Keputusan Motorola untuk merilis tiga tablet sekaligus ini, menimbulkan pertanyaan, apakah membeli tablet sekarang ini masih worth it sampai ada banyak opsi? Kebetulan tim redaksi Pricebook mendapatkan kesempatan untuk mencoba ketiga tablet Motorola terbaru ini. Berikut review Motorola Moto Pad 60 Series terbaru.
Desain

Secara desain, ketiga tablet Motorola Moto Pad 60 Series ini menawarkan fleksibilitas karena ukurannya yang berbeda-beda. Jadi meski semuanya bisa digunakan untuk kebutuhan yang sama, namun masing-masing dirancang secara spesifik untuk mengakomodasi kebutuhan lain yang lebih spesifik.
Moto Pad 60 Lite adalah model terkecil yang fungsi utamanya difokuskan untuk hiburan, sementara Moto Pad 60 Neo diposisikan sebagai anak tengah yang ukurannya cocok untuk kebutuhan kerja dan multitasking.
Khusus untuk Moto Pad 60 Pro, karena ukurannya yang paling besar, penggunaannya difokuskan pada pekerjaan kreatif seperti editing foto dan video, hingga menggambar dan desain.

Ketiga tablet Motorola terbaru ini dilengkapi satu buah kamera di bagian panel belakang, yang posisinya ada di pojok kanan atas pada posisi horizontal. Di bagian tengah, terdapat logo Motorola yang desainnya khas.

Pada posisi vertikal, tombol power terletak di bagian atas tablet, berdekatan dengan tombol volume yang ada di sisi sampingnya. Untuk audio, Neo dan Pro dibekali dengan Quad Speaker, sementara Lite hadir dengan Dual Speaker.
Kesan pertama saya ketika memegang ketiga tablet ini adalah tampilannya yang terlihat premium. Material yang digunakan pada bodinya juga kokoh. Permukaan belakangnya cukup kesat dan tidak meninggalkan bekas sidik jari. Soal desain bodinya yang tipis, feel-nya cukup nyaman untuk grip di posisi vertikal maupun horizontal.
Layar

Beralih ke tampilan visual, Moto Pad 60 Lite mengusung layar berukuran 10.1 inci dengan resolusi 1200P. Layarnya sudah dilengkapi dengan TÜV Low Blue Light, sehingga membuat mata tetap nyaman ketika tablet digunakan untuk menonton dalam durasi lama.
Sedikit berbeda dengan Lite dalam hal ukuran layar, Moto Pad 60 Neo dibekali 2.5K Ultra-clear Display berukuran 11 inci yang enak saat dipakai kerja. Namun bila kebutuhan saya sudah mulai banyak dan berhubungan dengan kreativitas, maka layar 12.7 inci milik Moto Pad 60 Pro menjadi pilihan saya.
Jujur ini menjadi solusi saat saya sedang berada di luar ruangan, apalagi kalau sedang mengedit konten. Bagi saya, laptop ukurannya terlalu besar dan kurang fleksibel, sementara layar smartphone terlalu kecil.
Ketiga tablet Motorola terbaru ini sangat membantu dalam keseharian. Untuk lebih jelasnya lagi terkait kemudahan apa saja yang saya dapatkan, berikut pengalaman saya selama menggunakannya.
Pengalaman Pakai

Masing-masing tablet Motorola ini memiliki segmentasi berbeda, meski secara umum semuanya dapat digunakan untuk hal yang sama. Dari ketiganya, Moto Pad 60 Lite menjadi yang paling personal, terutama karena ukurannya yang lebih kecil.
Moto Pad 60 Lite unggul dalam mobilitas, karena cukup ideal dan nyaman ketika saya menggunakannya dalam posisi handheld. Menonton tayangan streaming sambil rebahan pun terasa enak. Hanya saja, memang kalau terlalu lama akan membuat tangan pegal.
Mungkin ini alasan kenapa Motorola menyertakan Moto Original Clear Case with Built-in Stand pada paket pembeliannya, karena memang sangat membantu. Saya bisa meletakkan tablet di posisi yang paling nyaman ketika menonton.
Untuk audio, adanya Dual Speakers tuned by Dolby Atmos membuat pengalaman menonton jadi semakin menyenangkan, karena suara yang dikeluarkan cukup seimbang. Begitu pula saat digunakan untuk memaikan lagu di YouTube. Bass dan tremble-nya pas.

Beralih ke Moto Pad 60 Neo. Ukurannya yang berada di tengah-tengah antara Lite dan Pro membuatnya memiliki fungsi in-between yang fleksibel. Artinya, saat saya menggunakannya untuk hiburan hingga kebutuhan kerja, masih aman. Terlebih lagi dengan adanya Cinematic Quad Speakers with Dolby Atmos yang kualitas suaranya terdengar jernih dan detail.
Fleksibilitas ini yang menjadi alasan utama kenapa Moto Pad 60 Neo sangat enak untuk multitasking, karena kenyamanan yang diberikan ketika saya membuka lebih dari satu aplikasi secara bersamaan. Tablet ini dibekali fitur split-screen dan floating window yang membantu saya melakukan dua hal sekaligus, misalnya mencatat sambil zoom meeting, hingga browsing sambil membuka YouTube atau mengaktifkan Circle to Search dengan Moto Pen.

Untuk kebutuhan yang lebih spesifik dan agak serius, saya pilih untuk menggunakan Moto Pad 60 Pro. Karena meski semua yang sudah saya sebutkan sebelumnya bisa juga dilakukan di tablet ini, tapi khusus untuk editing konten, tablet ini menawarkan sesuatu yang lebih.
Layar Moto Pad 60 Pro yang besar memberikan keleluasaan untuk berkreasi, misalnya ketika saya menggambar dengan Moto Pen Pro yang sudah termasuk dalam paket pembeliannya. Selain itu, penggunaan berbagai tools AI Google juga terasa lebih optimal menurut saya. Jadi sambil berkreasi, saya bisa riset untuk mencari ide juga.
Berbeda dengan Moto Pad 60 Lite, model Neo dan Pro ini tidak menyertakan case dalam paket pembeliannya, karena dijual secara terpisah. Pilihannya ada yang hanya folio case saja, atau yang bundling dengan keyboard.
Performa dan Baterai

Dari segi performa, ketiga tablet menawarkan kinerja yang sebanding dengan banderol harga di kelasnya. Moto Pad 60 Lite misalnya, tablet ini ditenagai chipset MediaTek Helio G85 yang memang kencang, meski bukan kategori chipset kuat.
Chipset ini cukup bisa mendukung aktivitas saya selama menggunakan tabletnya. Intinya masih lancar selama tidak membuka aplikasi berat. Bermain game ringan pun masih lancar. Untuk daya tahan, baterai 5.100 mAh yang diusungnya mampu mendukung streaming YouTube hingga kurang lebih 9 jam.

Beralih ke Moto Pad 60 Neo, tablet ini punya kapasitas baterai yang lebih besar, 7040 mAh, karena memang didesain secara khusus untuk mendukung produktivitas di luar ruangan, jadi baterainya awet seharian. Secara performa juga lebih kencang, terutama untuk multitasking, karena ditenagai chipset MediaTek Dimensity 6300.
Bila ingin kinerja yang lebih tinggi, MediaTek Dimensity 8300 di Moto Pad 60 Pro sangat bisa diandalkan. Performanya stabil untuk multitasking sampai meng-edit beragam konten. Dalam hal daya tahan pakai, tablet ini dibekali dengan baterai 10.200 mAh, sehingga waktu pakainya menjadi lebih lama.
Kesimpulan
Setelah mencoba ketika tablet Motorola terbaru ini, kesimpulan saya sebenernya singkat saja. Moto Pad 60 Series ini menurut saya sudah bukan beda ukuran saja, tapi sebuah konsep fleksibilitas yang ditawarkan Motorola dalam skenario penggunaan nyata.
Gampangnya, kalau butuh ruang hiburan yang seru, pilih Moto Pad 60 Lite. Kalau butuh ruang multitasking untuk segala kebutuhan, pilih Moto Pad 60 Neo. Dan kalau butuh ruang untuk berkreasi, pilih Moto Pad 60 Pro.
Menurut saya, Motorola cukup tepat memberikan segmentasi di Moto Pad 60 Series, karena ini memudahkan calon pembeli untuk memilih tablet mana yang paling sesuai dengan kebutuhan rutinnya. Pada akhirnya, ini sudah bukan lagi soal spesifikasi, tapi bagaimana tablet ini bisa memberikan dampak positif untuk produktivitas.
Semua model Moto Pad 60 Series ini sudah bisa dibeli di Lenovo Offline Store dengan harga Rp 1 jutaan untuk Moto Pad 60 Lite, mulai dari Rp 3,3 jutaan untuk bundling Moto Pad Neo, dan mulai dari Rp 6,4 jutaan untuk bundling Moto Pad 60 Pro. Semuanya sudah termasuk garansi 1 tahun carry-in di Lenovo Service Center.

