
Kabar kurang menyenangkan hadir bagi penggemar ponsel lipat Samsung. Bocoran terbaru dari saluran penjualan di Eropa dan Asia mengindikasikan bahwa seluruh lini Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Fold8 Ultra, dan Galaxy Z Flip8 kemungkinan akan dibanderol lebih mahal dibandingkan generasi sebelumnya. Kenaikan ini dikaitkan dengan lonjakan biaya komponen, terutama RAM, yang menjadi tren industri smartphone secara luas di 2026.
Informasi ini pertama kali dikemukakan oleh tipster Korea bernama Lanzuk, yang memiliki rekam jejak solid dalam bocoran rantai pasokan Samsung, melalui postingan di blog Naver-nya. Bocoran ini kemudian diperkuat oleh laporan terpisah dari Android Headlines yang juga mengkonfirmasi potensi kenaikan harga lintas varian.
Menurut bocoran yang beredar, kenaikan harga disebabkan oleh kombinasi faktor internal (keputusan strategis Samsung) dan eksternal (lonjakan biaya komponen). Meskipun jumlah pasti kenaikan masih dalam proses finalisasi, bocoran menyebut bahwa biaya manufaktur seluruh varian Fold8 memang meningkat. Perlu dicatat: GSMArena melaporkan bahwa bocoran tidak secara spesifik menyebut kenaikan biaya RAM, ini merupakan inferensi yang disimpulkan dari tren industri.
Estimasi harga berdasarkan berbagai bocoran (bukan harga resmi Samsung):
- Galaxy Z Flip8: mulai ~$1.200 (sekitar Rp19.560.000)
- Galaxy Z Fold8 (model Wide): mulai ~$1.800 (sekitar Rp29.340.000)
- Galaxy Z Fold8 Ultra: mulai >$2.100 (lebih dari Rp34.230.000)
Untuk varian penyimpanan lebih tinggi pada Fold8 Ultra, estimasi mencapai $2.199 untuk 512GB dan ~$2.499 untuk 1TB—namun angka-angka spesifik ini berasal dari bocoran berbeda (Maret 2026) dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Untuk meredam dampak kenaikan harga terhadap konsumen, Samsung dilaporkan sedang menyiapkan kompensasi berupa: keuntungan pre-order yang lebih besar, peningkatan nilai tukar tambah (trade-in), peningkatan kapasitas penyimpanan gratis, dan paket regional. Rumor juga menyebut bahwa Galaxy Z Fold8 Ultra mungkin hadir dengan ketebalan sedikit lebih besar untuk mengakomodasi dukungan S Pen dan baterai lebih besar, yang bisa menjadi nilai tambah tersendiri.
Semua harga di atas merupakan estimasi dari bocoran tidak resmi. Samsung belum mengumumkan harga resmi untuk lini Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 di pasar manapun, termasuk Indonesia.
Samsung dirumorkan akan memperkenalkan lini Galaxy Z Fold8 pada Galaxy Unpacked, 22 Juli 2026 di London.
Jika bocoran ini terbukti akurat, Samsung perlu mengimbangi kenaikan harga dengan peningkatan fitur yang cukup signifikan—terutama menghadapi persaingan ketat dari Motorola Razr Fold dan kemungkinan hadirnya iPhone lipat Apple di tahun yang sama.

