
Samsung Galaxy Buds4 hadir dengan pendekatan yang cukup berbeda dibanding TWS pada umumnya. Di saat banyak brand masih mengandalkan desain in-ear dengan eartip silikon untuk memaksimalkan Active Noise Cancellation (ANC), Samsung justru berani menghadirkan desain open-fit tanpa karet telinga.
Buat sebagian orang, ini kabar baik karena tidak semua pengguna nyaman dengan earbuds yang masuk jauh ke dalam telinga. Rasa pengap, tekanan udara, hingga cepat lelah sering jadi masalah. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan besar: apakah ANC tetap bisa efektif di desain terbuka seperti ini?
Saat pertama kali digunakan, Galaxy Buds4 langsung memberikan kesan yang ringan dan nyaman. Earbud ini tidak masuk ke dalam telinga, melainkan hanya bersandar di daun telinga dengan desain blade yang membantu distribusi bobot lebih merata. Hasilnya, perangkat ini terasa stabil bahkan saat digunakan berjalan atau beraktivitas ringan, tanpa menimbulkan tekanan berlebih. Pengalaman ini menjadi fondasi penting, karena kenyamanan jangka panjang sering kali menjadi faktor yang lebih menentukan dibanding sekadar kekuatan fitur.
Pengujian ANC pertama dilakukan di dalam bus TransJakarta, khususnya di area dekat mesin yang biasanya menghasilkan suara dengung cukup keras. Dalam kondisi ini, Galaxy Buds4 menunjukkan performa yang cukup mengejutkan. Suara mesin yang biasanya kasar dan dominan berhasil diredam menjadi jauh lebih halus. Memang tidak sepenuhnya hilang seperti pada TWS dengan desain in-ear, namun tingkat kebisingannya turun signifikan hingga tidak lagi mengganggu.
Musik tetap bisa dinikmati dengan jelas tanpa harus menaikkan volume secara berlebihan. Ini menunjukkan bahwa pendekatan Samsung bukan sekadar menghilangkan suara, melainkan mengolah noise agar tetap nyaman didengar.

Saat digunakan di lingkungan indoor seperti kantor atau rumah, performa ANC Galaxy Buds4 justru terasa lebih optimal. Suara konstan seperti dengung AC atau kipas angin hampir menghilang sepenuhnya, menciptakan suasana yang lebih tenang tanpa membuat telinga terasa tertekan. Ini menjadi keunggulan utama dari desain open-fit, di mana pengguna tetap mendapatkan efek peredaman tanpa kehilangan kenyamanan. Dalam penggunaan jangka panjang, sensasi ini terasa jauh lebih natural dibanding TWS yang terlalu kedap.
Pengujian berlanjut ke kondisi outdoor di jalanan Jakarta yang ramai, dengan kombinasi suara kendaraan, angin, dan noise acak lainnya. Di sini, Galaxy Buds4 masih mampu menjaga performa yang cukup konsisten. Suara kendaraan yang lewat berhasil ditekan ke level yang lebih rendah, sementara noise angin juga lebih terkontrol dibandingkan TWS open-fit pada umumnya. Meskipun tidak bisa memberikan isolasi total seperti varian Pro, pengalaman yang dihasilkan tetap cukup solid untuk penggunaan sehari-hari di lingkungan urban.
Salah satu faktor yang membuat ANC Galaxy Buds4 terasa berbeda adalah kehadiran Adaptive ANC berbasis AI. Fitur ini bekerja secara real-time untuk menganalisis kondisi lingkungan sekitar dan menyesuaikan tingkat peredaman secara otomatis. Dalam penggunaan nyata, perubahan ini terasa sangat halus. Saat berada di ruangan tenang, ANC akan menurun untuk menjaga kenyamanan telinga, sementara ketika berpindah ke area yang lebih bising, sistem secara otomatis meningkatkan intensitas peredaman. Pengguna tidak perlu repot mengatur secara manual, karena semuanya berjalan secara adaptif dan seamless.
Dari sisi kualitas audio, Galaxy Buds4 tetap mampu mempertahankan karakter suara yang natural meskipun ANC aktif. Dengan dukungan 11mm dynamic driver, bass tetap terasa punchy tanpa berlebihan, sementara vokal terdengar jelas dan dekat. Soundstage yang dihasilkan juga terasa lebih luas dibanding TWS in-ear, memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih lega. Hal ini diperkuat oleh sistem Adaptive EQ yang membantu menjaga keseimbangan frekuensi agar tidak terdengar flat atau kehilangan detail saat ANC aktif.

Kualitas mikrofon juga menjadi salah satu aspek yang cukup menonjol. Saat digunakan untuk panggilan di kondisi outdoor yang berisik, suara pengguna tetap terdengar fokus dan jelas di sisi lawan bicara. Noise dari lingkungan sekitar berhasil ditekan di latar belakang, berkat dukungan teknologi berbasis deep learning yang mampu memisahkan suara utama dari noise sekitar. Ini membuat Galaxy Buds4 tidak hanya nyaman untuk mendengarkan, tetapi juga andal untuk komunikasi.
Untuk daya tahan, Galaxy Buds4 mampu bertahan hingga sekitar enam jam penggunaan dalam sekali charge, dan total hingga tiga puluh jam dengan bantuan charging case. Sertifikasi IP54 juga memberikan perlindungan terhadap percikan air dan debu, sehingga aman digunakan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk saat terkena keringat atau hujan ringan.
Secara keseluruhan, Galaxy Buds4 berhasil membuktikan bahwa ANC tidak selalu harus hadir dalam desain in-ear untuk bisa efektif. Dengan kombinasi teknologi AI, tuning yang matang, dan pendekatan desain yang berfokus pada kenyamanan, perangkat ini menawarkan pengalaman yang seimbang antara noise reduction dan kenyamanan penggunaan. Bagi pengguna yang tidak nyaman dengan eartip silikon namun tetap menginginkan fitur ANC, Galaxy Buds4 menjadi salah satu solusi paling rasional di kelas TWS premium saat ini.

