Pricebook
  1. >
  2. Artikel>
  3. Bisnis di Indonesia Jadi Target Ransomware Tertinggi di Asia Tenggara

Dipublish pada Senin, 13 Okt 2025 | 13:27

Bisnis di Indonesia Jadi Target Ransomware Tertinggi di Asia Tenggara

serangan siber

Laporan terbaru Kaspersky mengungkap bahwa serangan ransomware yang ditujukan kepada pelaku bisnis di Indonesia semakin tertarget dengan sasaran yang kini lebih spesifik. Dalam temuan ini, Kaspersky juga mengungkap lima jenis ransomware yang menyerang mayoritas perusahaan di Tanah Air.

Tren ini berbeda dengan paruh pertama tahun 2025 di mana serangan ransomware dilakukan secara massal tanpa pandang bulu, kini pelaku kejahatan siber lebih fokus menergetkan organisasi yang bernilai tinggi.

“Munculnya kelompok ransomware berbasis AI seperti FunkSec merupakan sinyal yang jelas tentang apa yang akan terjadi pada lanskap ancaman siber Indonesia," ungkap Defi Nofitra, Country Manager untuk Indonesia di Kaspersky.

Defi mengatakan bahwa para pelaku kejahatan siber ini menggunakan kode yang dihasilkan AI, lalu mengadopsi taktik berbiaya rendah dan bervolume tinggi, kelompok-kelompok ini tidak hanya melampaui operator ransomware tradisional tetapi juga memperluas jangkauan mereka ke sektor-sektor penting seperti pemerintahan, keuangan, teknologi, dan pendidikan.

Data Kaspersky menunjukkan adanya 0.25% dari penggunanya di Indonesia yang terkena ancaman ini, sedikit meningkat dari periode yang sama tahun lalu, yaitu 0,23%. Meski tampaknya kecil, namun Indonesia berada di peringkat teratas bila dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya.

NegaraH1 2024H1 2025
Indonesia0,23%0,25%
Malaysia0,20%0,16%
Filipina0,24%0,22%
Singapura0,17%0,18%
Thailand0,37%0,19%
Vietnam0,36%0,31%

Selain itu, Kaspersky juga mengungkapkan lima ransomware teratas yang paling sering mengincar perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara sbb:

  • Trojan-Ransom.Win32.Wanna
  • Trojan-Ransom.Win32.Gen
  • Trojan-Ransom.Win32.Crypmod
  • Trojan-Ransom.Win32.Crypren
  • Trojan-Ransom.Win32.Encoder

Trojan jenis ini bekerja dengan cara memodifikasi data di komputer korban sehingga tidak bisa lagi digunakan, atau mencegah komputer berjalan dengan semestinya. Setelah data diblokir atau dienkripsi, pengguna akan menerima permintaan tebusan.

Permintaan tebusan tersebut memerintahkan korban untuk mengirimkan uang kepada penyerang. Setelah menerima uang tersebut, pelaku kejahatan siber akan mengirimkan program kepada korban untuk memulihkan data atau memulihkan kinerja komputer.

Awal tahun ini, Kaspersky juga mengungkapkan bahwa organisasi di Indonesia menghadapi rata-rata 157 upaya serangan ransomware per hari, sepanjang tahun 2024, dengan total 57.554 serangan yang berhasil diblokir.

“Kita menyaksikan transformasi dalam ancaman siber dengan munculnya ransomware 3.0 berbasis AI. Serangan kini lebih cepat, lebih canggih, dan kurang terprediksi. Perusahaan-perusahaan di Indonesia harus menyadari bahwa kesiapsiagaan terhadap ancaman digital merupakan pondasi utama untuk menjaga keberlangsungan bisnis di era ekonomi digital,” tutup Defi.

Share :
Restu Aji Siswanto
1144 Posts

Gemar mengikuti perkembangan teknologi gawai, baik yang rilis di Indonesia maupun yang tidak masuk pasar lokal. Ketertarikan tersebut menjadi motivasi untuk terus memberikan informasi, rekomendasi, dan tips berbelanja melalui beragam artikel dan ulasan produk.