Model | Harga Termurah |
---|---|
Infinix Hot 40 Pro | Rp 1.780.000 |
Infinix Hot 40i | Rp 1.525.000 |
Infinix Hot 30i | Rp 1.375.000 |
Infinix Hot 9 Play | Rp 1.189.000 |
Infinix Hot 11 Play | Rp 1.000.000 |
Infinix Hot 8 | Rp 1.699.000 |
Infinix Hot 30 | Rp 1.499.000 |
Infinix Hot 10 Play | Rp 1.175.000 |
Infinix Hot 30 Play | Rp 999.950 |
Infinix Hot 10 | Rp 1.680.000 |
Infinix Hot 10s | Rp 1.500.000 |
Infinix Hot 12i | Rp 1.057.000 |
Infinix Hot 9 | Rp 1.935.000 |
Infinix Hot 11S NFC | Rp 1.313.000 |
Infinix Hot 20i | Rp 1.075.000 |
Infinix Hot 12 | Rp 1.500.000 |
Infinix Hot 12 Play | Rp 975.000 |
Infinix Hot 20S | Rp 1.599.000 |
Infinix Hot 7 Pro | Rp 1.999.000 |
Infinix Hot | Rp 1.899.000 |
Dua generasi telah ditelurkan oleh Infinix untuk seri HOT-nya ini, dimana dari kedua serinya tersebut yang menjadi trademark dari HP Pintar/Smartphone Infinix HOT Series ini selalu terletak pada tekstur casing belakangnya yang selalu tampil unik. Lihat saja seri pertama yang muncul dengan leather texture dan dilanjutkan dengan seri keduanya yang muncul dengan konsep baby-skin, Infinix HOT Series selalu mengedepankan sebuah kenyamanan dalam penggunaannya. Hanya saja yang mungkin kurang berkesan di hati penulis, adalah Infinix HOT Series ini selalu datang dengan pilihan warna yang ‘Hot Colour’. Tak pernah melepas dukungan panel layar 5 inch yang dimilikinya, Infinix HOT Series ternyata juga selalu menawarkan kualitas sensor kamera yang cukup bersaing mulai dari 5 MP. Sebuah catatan yang perlu user ketahui adalah pada generasi kedua Infinix HOT Series - Infinix sengaja memiliki dua kemasan Infinix HOT 2 didalamnya, karena salah satu serinya sengaja disegmentasikan untuk Android One melalui Infinix HOT 2 PK. Bandrol harga Infinix HOT 2 PK yang terangkau ini juga berdampak pada kapasitas RAM dari versi Infinix HOT Series Android One yang hanya berkisar 1 GB saja, sedangkan untuk versi Lollipop-nya kapasitas RAM sengaja disiapkan dengan kapasitas 2 GB. Sisi kemasan belakang dari kedua seri ini juga sangat berbeda, dimana ini juga berdampak pada bandrol harga Infinix HOT Series keduanya ini.
Mendulang sukses dengan kedua generasi tersebut, tampaknya Infinix kini sengaja menyiapkan generasi ketiga dari dinasti HP Pintar/Smartphone Infinix HOT Series ini. Sengaja dipampang di situr resminya, penampakan dari Infinix HOT 3 ini nantinya rencana akan muncul dengan snake skin-texture untuk casing berbalut warna Champagne-Gold miliknya ini. Berbekal dengan kapasitas RAM yang kini datang dengan bilangan 3 GB, nantinya Infinix HOT Series generasi ketiga ini juga akan sangat menunjang untuk kebutuhan para selfiers. Setidaknya ini yang berhasil penulis tangkap dari Infinix HOT 3 ini, karena meski belum dibeberkan secara gamblang spesifikasi kamera yang dimiliki. Namun pihak Infinix telah menyatakan, jika nantinya kamera depan dari Infinix HOT Series ini akan datang dengan fasilitas Soft Flash untuk menunjang aktivitas selfie user di kondisi low-light. Sayangnya jangankan harga Infinix HOT 3, bahkan spesifikasi lengkapnya saja belum turun.
Infinix memiliki 3 seri untuk menggolongkan kategori HP Pintar/Smartphonenya, mulai dari Infinix ZERO, Infinix NOTE, dan yang terakhir adalah HP Pintar/Smartphone Infinix HOT. Berbeda dengan seri HP Pintar/Smartphone Infinix ZERO yang umumnya memiliki tampilan desain lebih edgy dengan konsep sharp-edge yang selalu menjadi trademarknya, HP Pintar/Smartphone Infinix HOT justru memiliki kemasan unibody berujung bulat yang lebih terkesan sederhana. Alhasil, bisa ditebak sudah jika harga Infinix HOT Series ini nantinya akan lebih terjangkau dibandingkan dengan dua seri lainnya.
Memulai langkahnya sebagai brand start-up di tahun 2013, Infinix bisa terbilang cukup sukses dengan prestasinya saat ini. Hal yang paling penulis ingat dari vendor asal Hongkong ini adalah selain kembali lagi pada harga HP Pintar/Smartphone Infinix yang tergolong ringan dikantong, keputusan dari Infinix untuk mengadopsi sistem operasi Android One dalam beberapa perangkatnya juga merupakan nilai plus. Sistem operasi resmi besutan Google yang memang sengaja disegmentasikan untuk kebutuhan first-entry user di negara yang belum berkembang.