Si Tipis yang Praktis - Review Kinerja Canon EF-S 24mm f / 2.8 STM oleh Adrian Wee

Harga termurah : Rp 1.845.000
  • Desain

    5.00
  • Kualitas Gambar

    4.00
  • Operabilitas

    4.00
  • Fitur

    3.00
  • Harga

    4.00

Si Tipis yang Praktis

  • Desain
  • Kualitas Gambar
  • Operabilitas
  • Fitur
  • Harga
Adrian Wee
Novice 1

Salah satu dari lensa Pancake keluaran Canon ini pastinya ditujukan buat para pengguna DSLR yang menginginkan ukuran yang ringkas dan mudah dibawa-bawa. Tapi apakah lensa dengan ukuran yang compact ini cukup bisa diandalkan?

Pertama, mari kita lihat build qualitynya dulu. Dengan mount terbuat dari metal, serta body berbahan dasar plastik keras, rasanya tidak menuai komplain. Lensa ini termasuk ringan, tapi tidak ada kesan seperti mainan. Jika dibandingkan dengan lensa 50mm f:1.8 generasi kedua yang masih belum menganut sistem STM, rasanya lensa tipis ini lebih kokoh.

Ring fokus yang termasuk kecil ditempatkan dibagian paling depan lensa. Walaupun kecil, tapi tidak sampai menyulitkan, dan feelnya pun enak, halus ketika diputar. Satu keluhan tentang sistem STM yang dianut lensa ini adalah bahwa dia tidak bisa berfungsi seperti Full Time Manual ala motor USM. Bukan hanya itu, ketika kita ingin menggunakan fokus manual, kita harus menekan setengah shutter button sambil memutar ring fokus. Tapi jika kita jarang menggunakan fokus manual, rasanya hal ini tidak akan jadi kendala.

Motor STM pada lensa ini berarti focusing cukup senyap dan relatif cepat. Masih kalah dari motor USM, tapi lebih cepat dari motor konvensional. Bagi para pembuat video, motor STM pada lensa ini sangat cocok karena selain senyap, perpindahan fokusnya juga halus.

kualitas gambar yang dihasilkan juga tidak mengecewakan jika mengingat harganya yang termasuk ekonomis. Ketajaman gambar termasuk baik, bahkan boleh disebut sangat baik, terutama pada f:8. Ketajaman pada aperture terlebarnya (f:2.8) juga terbilang baik. Pada bukaan terlebarnya ada vignetting yang cukup jelas terlihat. Tapi justru menimbulkan efek yang enak dipandang. Tapi artinya jika anda bukan pecinta vignette, maka lensa ini kurang cocok.

Bokeh yang dihasilkan lensa ini terbilang biasa saja, mengingat panjang fokalnya yang berada pada sisi wide. Tapi foto close up wajah yang memiliki latar yang cukup jauh masih bisa menghasilkan bokeh.

satu hal yang menjadi kelebihan dari lensa ini adalah jarak fokus minimalnya yang cukup dekat, yaitu sekitar 16cm. Ini memungkinkan kita memotret semi macro.

mengingat kode lensa ini adalah EF-S, maka lensa ini hanya bisa dipakai pada kamera bersensor APS-C, atau crop sensor. Panjang fokal 28mm dirasa agak nanggung bagi sebagian orang. Seandainya bisa dipakai pada body full frame, maka akan jadi salah satu lensa wide yang murah meriah tapi berkualitas.

Secara keseluruhan, kelebihan dari lensa ini adalah ukuran yang ringkas, kualitas gambar yang baik, harga yang terjangkau, build quality yang cukup baik, serta jarak fokus minimal yang dekat. Sedangkan kekurangannya adalah ring fokus yang kecil, fokus manual yang harus dilakukan sambil menekan setengah shutter button, vignette (bisa jadi hal yang baik jika anda penyuka vignette)

Maka, vonisnya adalah, si tipis yang praktis ini layak dimiliki, terutama bagi penyuka lensa prime yang berukuran ringkas.

Apa review ini berguna untuk Anda?

POPULAR RATED PRODUCTS