PomadeMan
Wizard Level 20
10 November 2015 - 04:50

Wiih, Wanita Imut Korea yang Masuk Islam Hebohkan Netizen


Wanita gadis cantik dari negara yang dapat menjulukan gingseng ini mendadak jadi populer dan diperbincangkan di media sosial. Pasalnya gadis imut dari Korea Selatan yang bernama Ayana ini bukan karena dirinya membitangi drama populer Korea atau pun anggota girlband.

Ayana yang merupakan seorang gadis berumur 20 tahun ini jadi populer karena dotonya yang menggunakan hijab menyebar luas dikalangan netizen. Dikutip dari hotmagz, Ayana merupakan satu-satunya muslim di keluarganya. Walaupun demikian, dirinya merasa bahagia dan bangga dengan kerudung serta statusnya sebagai pemeluk Islam di negeri dimana muslim merupakan minoritas. Untuk informasi bahwa cuma ada satu persen penduduk Korea yang memeluk Islam dari 50 juta penduduknya. 


Gadis cantik ini memiliki keinginan akan melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Internasional Malaysia demi menambah pengetahuan mengenai Islam. Gimana adem banget ya ngeliatnya ? :D


Sumber: www.hotmagz.com/2015/11/wanita-korea-yang-masuk-islam-dan.html

Apakah post ini bermanfaat?

Komentar

  • thanos999
    Novice Level 1

    Here are the very nice post here you can need to seen bing delete search history all here and access the all setting for secure browsing.

  • Lane
    Novice Level 1

    That’s been an age old given in relationships. Men need to be needed, need to feel like they are providing, contributing to you in a way that others can’t, and are a super hero in your eyes.

  • Hayato Kawajiri
    Novice Level 1

    zzaa

  • Hayato Kawajiri
    Novice Level 1

    The Iraqi Joint Operations Command said in a statement Tuesday that all US troops that have withdrawn from Syria have received approval to enter the Kurdish region of Iraq and then leave Iraq.

    “No approvals have been issued for those (US) forces to remain inside Iraq ,” the statement added.

    US President Donald Trump earlier announced that "United States troops coming out of Syria will now redeploy and remain in the region to monitor the situation and prevent a repeat of 2014, when the neglected threat of ISIS raged across Syria and Iraq."