Andy Rahmat
Novice Level 1
06 August 2018 - 19:56

Riview Hp BlackBerry Aurora Hot

  BlackBerry Aurora bersistem operasi Android pertama yang beredar resmi di Indonesia. Kalau sebelumnya Anda pernah menjumpai ponsel Android BlackBerry, ponsel itu pasti bukan barang bergaransi resmi. Aurora sekaligus menjadi ponsel dual SIM perdana BlackBerry di dunia.

Gawai tersebut dibekali layar 5,5 inci beresolusi HD 1.280 x 720 piksel. Bodinya sangat nyaman digenggam. Dalam bahasa pasaran, gawai berukuran 152 x 76,8 x 8,55 milimeter dan berat 178 gram itu pantas dinilai, “Grip-nya enak sekali. Pas di tangan.”

Di sisi atas ponsel terdapat konektor audio 3,5 milimeter, sedangkan di sisi kiri tersedia tombol power. Konektor micro USB bakal ditemukan di bagian bawah ponsel.

Sisi kanan menjadi bagian paling ramai. Di sana diletakkan tombol volume dan convenience keyConvenience key adalah satu tombol yang fungsinya bebas diubah dan ditentukan oleh pengguna. Misalnya, hanya dengan menekan tombol itu, suatu aplikasi yang dipilih pengguna spontan terbuka. Bisa pula cukup dengan menekannya sekali, fitur Wi-Fi di Aurora bakal aktif atau nonaktif.

Di manakah selot kartu SIM Aurora? Posisinya di dalam bodi. Pengguna wajib melepaskan cangkang belakang ponsel terlebih dulu. Setelah terbuka, di sisi kanan atas bakal terlihat selot micro SIM pertama. Sedangkan selot micro SIM kedua dan kartu microSD berada di sisi kiri atas. Di bawahnya terbenam baterai berkapasitas 3.000 mAh.

Dua nomor yang diselipkan dapat siaga bersamaan. Pengguna bebas menentukan nomor mana yang akan dipakai untuk berinternet. Nomor itu akan leluasa masuk ke jaringan 4G LTE. Sedangkan satu nomor lainnya terkunci di jaringan 2G.

Merujuk kepada spesifikasi di situs www.bbmerahputih.co.id, Aurora kompatibel dengan LTE di band 1, 3, 5, 7, 8, 26, dan 40. Kalau diterjemahkan, ia cocok dengan semua operator 4G LTE di Indonesia.

Dalam uji pakai yang HSW lakukan, Aurora malahan terbukti pula mendukung native VoLTE Smartfren. Kalau dipadukan dengan kartu 4G LTE Smartfren, di sudut kiri atas layar akan muncul tulisan HD. Itu indikator aktifnya VoLTE. HSW sukses melakukan panggilan keluar dari Smartfren ke operator lain tanpa perlu menginstalasikan aplikasi tambahan.

Sepasang kamera siap digunakan di Aurora. Kamera di sisi belakang dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Ia sanggup menghasilkan foto beresolusi maksimal 13 megapiksel dan klip video full HD 1080p. Tersedia mode pro yang memungkinkan pengguna mengatur white balance, ISO, dan kecepatan rana hingga paling lama dua detik.

Menurut HSW, fitur kloning (clone) merupakan hal paling menarik dari kamera Aurora. Sesuai namanya, fitur itu akan membuat kloning alias kembaran objek yang difoto. Orang yang sama, contohnya, bisa tampil lebih dari sekali dalam satu foto. Agar lebih optimal, saat menjajal fitur kloning pengguna disarankan memakai tripod.

Beralih ke kamera depan. Kamera untuk berswafoto itu tanpa fokus otomatis, tetapi dilengkapi lampu kilat. Ia siap menyodorkan foto beresolusi delapan megapiksel kepada pengguna. Bila difungsikan sebagai perekam video, kamera itu mampu memproduksi klip video full HD 1080p.

Dibandingkan mayoritas ponsel Android yang beredar di pasar, Aurora memiliki tiga fitur lain yang pantas dieksplorasi lebih lanjut. Yaitu, Hub, DTEK, dan swipe shortcuts. Mari kita membahasnya satu per satu.

Hub. Pengguna lama BlackBerry seharusnya masih ingat dengan BlackBerry Hub. Fitur itu memungkinkan pesan email, SMS, chatting, dan aneka notifikasi lain berkumpul di satu tempat. Lebih praktis. Kemungkinan ada pesan baru yang terlewat dibaca juga dapat diminimalkan.

Sedangkan DTEK berhubungan dengan status keamanan. Ponsel akan mengecek permission yang diminta oleh aplikasi yang diinstalasikan di Aurora. Fitur lain yang berhubungan dengan keamanan, misalnya penguncian layar, juga dievaluasi. Anggaplah pengguna hanya mengandalkan swipe sebagai pengunci layar. Maka, skor keamanan pasti akan lebih rendah daripada kalau pengguna mengaktifkan pattern lock.

Terakhir, swipe shortcuts. Intinya itu adalah jalan pintas (shortcut) yang dapat diakses berdasarkan arah sapuan jari di layar. Contohnya, bila pengguna mengusapkan jari dari home button ke kiri atas layar, ponsel akan membuka aplikasi BBM. Sedangkan bila arah usapan dari home buttonlurus ke atas, ponsel bakal mengakses WhatsApp.

Prosesor empat inti (quad core) Qualcomm Snapdragon 425 MSM8917 1,4 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 4 GB, dan ROM 32 GB merupakan sebagian spesifikasi lain Aurora. Saat baru diaktifkan, sisa memori internal ponsel tercatat 22,51 GB. Ponsel bersistem operasi Android 7.0 Nougat itu tidak dibekali sensor sidik jari maupun NFC.

Kalau dituliskan dalam satu paragraf, ini sekaligus menjawab kebingungan calon pembeli, Aurora tidak sama dengan peranti lama BlackBerry yang pernah beredar resmi di sini. Mudahnya, Aurora adalah ponsel Android bermerek BlackBerry yang dilengkapi dengan beberapa fitur khas BlackBerry.

Untuk menginstalasikan aplikasi tambahan, pengguna Aurora tinggal masuk ke Google Play Store. Pilih aplikasi yang diinginkan, unduh, dan instalasikan. Jadi, kalau ada yang ragu apakah setelah pertengahan tahun ini Aurora masih bisa dipakai ber-WhatsApp, jawabannya: sangat bisa!

Dalam pemakaian sehari-hari yang tidak terlalu berat, Aurora masih relatif nyaman. Tingkat kegegasannya mirip dengan, misalnya, Asus Zenfone 2 Laser ZE500KL, Lenovo Vibe K5 Plus, dan Xiaomi Redmi 4A.

Kinerja kameranya tergolong lumayan, kecuali kecepatan pemotretan yang bakal keteteran bila diajak mengabadikan objek bergerak. Dengan perilaku pemakaian ala HSW, baterai Aurora biasanya sanggup bertahan selama 14-16 jam.

Kombinasi memori yang cukup besar di kelasnya, siap ber-4G LTE dengan semua operator Indonesia, plus kompatibel dengan VoLTE Smartfren merupakan kumpulan nilai jual Aurora. Fitur kloning di kamera dan kenyamanan ponsel saat digenggam juga tak boleh diabaikan.

Ponsel yang mendukung USB On-the-Go (USB OTG) itu bukan berarti tanpa cela. Ketiadaan sensor sidik jari di rentang harga segitu bisa dijadikan nilai minus. Harga awal yang dipatok Rp 3,499 juta pantas pula divonis terlalu percaya diri. Sebaliknya, dengan harga terbaru Rp 2,499 juta, BlackBerry Aurora menjadi terlihat lebih menggiurkan. Gimana guys minat belinya?

Apakah post ini bermanfaat?

Komentar

  • Indha Baharuddin
    Novice Level 1

    Oke banget ini hp, harganya pun terjangkau pula, aplikasinya pun sangat keren abiss

  • risky wijaya
    Senior Level 8

    1,3 jutaan sekarang heuheu

  • Singgih Irawan
    Novice Level 1

    Hpnya keren cuman belum bisa kesampaian juga untuk membelikannya

  • Rian Hidayat
    Novice Level 1

    Apakah fisiknya kuat? Tahan banting?

  • Neno Yuta
    Novice Level 1

    gan, mending ikutan ReviewDuluYuk dari Pricebook yang bulan November gan. kalo menang kan lumayan dapat hadiah:D wkwkwkw