ryoknk
Novice Level 1
09 July 2018 - 16:43

Yuk Pahami Anatomi Lensa Pada Kamera Digital

Ketika kamu memiliki sebuah Kamera Digital dengan jenis interchangeable lens, tentu bukan hanya bagaimana kamu menggunakan perangkat Kamera Digital itu saja. Bukan hanya tentang Bagaimana spesifikasinya, bagaimana cara mengaturnya, bagaimana cara menggunakan Kamera tersebut dengan benar. Bukan hanya Kamera saja tapi kamu juga harus mengetahui apa sebenarnya Lensa yang juga merupakan bagian pada Kamera tersebut. Kamu harus mengetahui seperti apakah lensa itu, bagian apa saja yang terdapat pada lensa, seperti ap acara kerjanya hingga bagaimana cara mengatur dan memilih lensa yang benar agar mampu memaksimalkan proses fotografi kamu.

Desain dan teknologi lensa sendiri saat ini sudah jauh lebih berkembang dibandingkan dari pinhole sederhana. Dengan teknologi dan pengembangan saat ini membuat lensa kini cukup berperan penting dalam kualitas foto maksimal dan pengoperasian yang jauh lebih nyaman.

Kini lensa memiliki sejumlah inisial dan kata dalam nama atau penjelasannya, hal ini memang cukup menyulitkan untuk diingat. Tapi semua inisial dan  kata ini mengacu pada fitur-fitur pokok, seperti IS pada nama lensa Canon dan VR dalam nama lensa Nikon, yang keduaya menandakan jika lensa-lensa tersebut mempunyai sistem stabilisasi di dalam optik.

Ada beberapa peningkatan lain yang terdapat pada lensa masa kini seperti optik khusus, motor autofocus, dan elemen-elemen optik khusus lain. Lensa modern juga terbilang lebih kecil, lebih ringan, dan berkualitas lebih tinggi, sehingga lebih cocok dengan tuntutan sensor resolusi tinggi.

Memahami fitur-fitur lensa bisa membantu kamu mengenal dan memilih lensa dengan benar.

  • Lensa Reguler: Elemen-elemen di dalam lensa yang dibuat dari kaca optik normal.
  • Lensa asferis: Elemen pada lensa yang khusus untuk mengatasi distorsi dan aberasi bulat, dan mengurangi ukuran dan berat lensa.
  • Elemen kaca FLD (Elemen Fluorite Low Dispersion): menggunakan bahan fluorite optik untuk mengurangi aberasi kroma.
  • Elemen kaca SLD (Special Low Dispersion): optik untuk meminimalkan aberasi kromatik.
  • OS (Optical Stabilizer): Bagian dari lensa yang berisi penstabil optik, yang bergerak untuk mengatasi atau mengurangi guncangan.
  • HSM (Hypersonic Motor): Digunakan untuk mengoperasikan pemfokusan otomatis dengan tenang dan cepat di dalam lensa.

Selain itu juga ada beberapa bagian pada lensa yang harus kamu ketahui dan kamu pahami agar dapat menentukan standar lensa yang akan kamu gunakan.

  • DIAFRAGMA / APERTURE

Bagian-bagian yang terdapat di dalam lensa ini membentuk aperture, dan berfungsi untuk memasukkan lebih banyak atau lebih sedikit cahaya. Semakin bundar aperture, semakin bagus highlights yang tidak fokus atau biasa disebut Teknik foto bokeh.

  • KACA DISFERSI RENDAH

Bagian ini adalah optik jenis khusus, yang digunakan untuk mengatasi aberasi kromatik yang dikarenakan berbagai warna difokuskan di titik yang banyak atau berbeda-beda. Hal ini dapat dikenal dengan beberapa istilah seperti ELD, SLD, FLD, ED, atau UD dalam nama lensa.

  • PENSTABIL OPTIK

Sistem ini bekerja dengan menggunakan sensor untuk mendeteksi, lalu menyesuaikan sekelompok elemen untuk membantu meminimalkan guncangan pada Kamera saat proses pemotretan. Sistem ini biasanya mempunyai dua modus: satu ketika kamera dikondisikan tidak bergerak, dan yang lain ketika melakukan panning Kamera mengikuti obyek.

  • PELAPIS  LENSA

Permukaan setiap elemen ini dilapisi untuk mengurangi flare dan ghosting yang disebabkan oleh lensa itu sendiri. Jadi sangat disarankan untuk memilih lensa dengan beberapa lapisan agar gambar yang dihasilkan bisa semakin maksimal

  • HYPERSONIC MOTOR

Motor yang bergerak dengan kecepatan tinggi dan nyaris tanpa suara dan berfungsi untuk mengoperasikan auto focus. Fitur ini biasanya ditandai oleh beberapa huruf seperti HSM (Hypersonic Motor), USM (Ultrasonic Motor) atau SWM (Silnet Wave Motor) dalam nama lensa.

  • ELEMEN LENSA ASFERIKAL

Karena memiliki bentuk permukaan optik yang membulat, untuk itu elemen ini hadir agar dapat mengurangi efek aberasi sperikal (membulat) dan distorsi. Elemen ini juga membuat ukuran dan berat lensa menjadi lebih ringan lagi.

Itu dia beberapa bagian pada lensa yang bisa kamu pelajari agar lebih mengenal seperti apa sebenarnya bagian lensa itu dan apa saja kegunaanya. Hal ini juga bisa menjadi suatu patokan ketika kamu ingin memilih lensa agar tidak salah pilih.

Sumber Artikel : https://kliknklik.com/blogs/yuk-pahami-anatomi-lensa-pada-kamera-digital17805-2/

Apakah post ini bermanfaat?

Komentar