Diperbaharui pada Selasa, 23 Februari 2021 | 13:00

Solusi Baterai Laptop Bocor dan Rusak, Jangan Langsung Ganti

Oleh Imam Ali

Image via YouTube

Bagi Anda pekerja ataupun mahasiswa yang selalu mengAndalkan laptop dalam kegiatan sehari-hari, maka Anda selalu dituntut untuk dapat mengerjakan tugas atau pekerjaan kapanpun dan dimanapun.

Untuk dapat memenuhi hal tersebut, tentunya Anda membutuhkan daya tahan dan kapasitas baterai laptop yang mumpuni dan tahan lama. Hal tersebut menjadi sangat krusial.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini kami akan mencoba membahas seputar baterai laptop Anda. Mulai dari jenis-jenis baterai yang umum yang digunakan, berbagai permasalahan yang dialami oleh baterai laptop Anda, hingga tips dan trik merawat serta memperbaikinya. Berikut ulasannya

Jenis-Jenis Baterai Laptop

Baterai Ni-MH

Jenis baterai ini merupakan baterai bebas racun yang memiliki daya penyimpanan tenaga cukup besar dengan ukuran fisik yang besar pula.

Kelebihan dari baterai ini adalah memiliki tingkat kerapatan energi yang lebih besar dari seri baterai Ni-Cd yang mana itu berarti dapat bertahan lebih lama untuk digunakan.

Namun selain kelebihan tersebut ada pula kekurangan dari baterai ini yaitu mudah mengalami trouble ketika digunakan dalam suhu ruang yang terlalu rendah atau tinggi sehingga membuatnya tidak tahan lama.

Baterai Ni-Cd

Jenis Baterai ini sudah sangat jarang diterapkan pada laptop saat ini dikarenakan memiliki kelemahan yang cukup mengganggu yaitu ‘Memory Effect’.

Kelemahan ini akan muncul ketika pengguna melakukan charging terhadap baterai ketika daya dalam baterai tersebut belum sepenuhnya habis.

Jadi, ketika baterai di charge saat kadaan masih menyisakan daya beberapa persen maka baterai tersebut tidak akan bertambah dayanya melainkan tetap seperti itu walau di charge dalam waktu yang lama.

Hal ini dikarenakan terjadinya proses kristalisasi di dalam baterai yang menyebabkan cell didalamnya tetap mengingat besaran daya terakhir sebelum di charge sehingga disebutlah sebagai ‘Memory Effect’.

Oleh karena itu baterai berjenis Ni-Cd ini hanya bisa di charge ketika daya dialamnya sudah benar-benar habis dan hal tersebutlah yang secara otomatis akan mengurangi usia cell didalamnya sehingga baterai ini tergolong tidak awet.

Baterai Li-Ion

Jenis baterai ini adalah yang saat ini paling banyak diaplikasikan kepada laptop berbagai merk dan tipe. Hal ini dikarenakan baterai Li-ion adalah penyempurnaan dari seri baterai terdahulu sehingga Li-Ion menjadi stAndar penggunaan baterai di setiap laptop yang ada.

Baterai Li-Ion dapat menghasilkan daya energi yang sama besarnya seperti baterai Ni-Mh namun dengan ukuran fisik yang jauh lebih kecil dan ringan.

Kemudian untuk zat berbahaya/racun pada baterai Li-Ion ini sudah sangat diminimalisir atau bahkan tidak ada sehingga sangat aman untuk digunakan.

Namun kelemahan dari baterai ini adalah mudah terbakar apabila pengguna membuangnya secara sembarangan ketika baterai sudah rusak.

Cara Menghemat Baterai Laptop

1. Selalu mencharge ketika baterai habis

Agar tidak terlalu lama mencharger, sebaiknya Anda hanya mencharger ketika baterai benar benar habis. Hal ini dapat mengurangi resiko kerusakan pada baterai laptop Anda

2. Kurangi Kecerahan Layar

Sebagian besar laptop saat ini sudah menggunakan layar LED Backlight yang mampu menampilkan gambar dengan baik namun hanya mengkonsumsi sedikit daya.

3. Menghentikan Aplikasi yang Aktif di Background

Selain menutup aplikasi yang memakan banyak daya, cara menghemat baterai laptop selanjutnya adalah dengan menghentikan aplikasi yang berjalan di latar belakang (background).

4. Matikan Fitur yang Tidak Dibutuhkan

Setelah mematikan berbagai perangkat lunak, kini saatnya mematikan berbagai fitur yang terdapat di perangkat keras misalnya, mematikan fitur LED pada keyboard laptop

Cara Membedakan Baterai Laptop Original dan KW

Mungkin masih banyak orang yang bingung dalam hal membedakan jenis baterai yang original, OEM, ataupun KW.

Apabila Anda mengetahui perbedaannya, maka Anda dapat mempertimbangkan akan membeli baterai laptop yang jenis apa sesuai dengan budget yang Anda miliki. Berikut penjelasan lebih lengkapnya

1. Baterai Original

Baterai laptop yang original merupakan produk yang resmi diproduksi oleh produsen laptop tersebut. Baterai jenis ini disebut juga baterai ori atau Original Service Center (OSC).

Untuk kualitas baterai laptop original ini sangat bagus dibandingkan jenis baterai yang lainnya. Namun, baterai original ini dibandrol atau dijual dengan harga yang masih sangat mahal dibandingkan jenis baterai laptop yang lainnya.

Perlu diingat, bahwa harga itu menentukan performa dari barang tersebut. Untuk mendapatkan baterai laptop yang oroginal, Anda bisa langsung mendatangi Service Center atau dealer resmi produsennya.

2. Baterai OEM

Baterai Original Equipment Manufacturer (OEM) hadir dengan kualitas yang sama dengan baterai original, hanya dibedakan pada proses pembuatannya saja.

Jika baterai original diproduksi oleh produsen resminya, lain halnya dengan baterai OEM yang diproduksi oleh vendor lain yang memiliki nama besar atau lisensi produsennya.

Biasanya produsen melakukan hal ini apabila kewalahan memproduksi baterai dalam jumlah yang sangat banyak akibat besarnya permintaan konsumen.

Baterai yang diproduksi ini akan tetap diberi merk sesuai dengan nama produsen resminya. Harga baterai kualitas OEM ini lebih murah dibandingkan dengan baterai yang original.

Baterai OEM ini dapat dikatakan sebagai penengah antara baterai original dan baterai KW.

3. Baterai KW Super

Baterai jenis KW super ini dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan baterai original dan baterai OEM. Baterai jenis ini merupakan replika dari baterai jenis original yang memiliki kemiripan dengan produk aslinya.

Namun, untuk kualitas baterai jenis ini diragukan. Baterai KW super tidak memiliki lisensi dari produsen asal pembuat produk ini dan biasanya baterai KW super ini banyak diprosuksi oleh negara China.

4. Baterai KW 1, 2, Dan 3

Baterai jenis ini merupakan baterai dengan kualitas yang paling rendah. Dibuat semirip mungkin dengan baterai originalnya, namun untuk kualitasnya sangat diragukan.

Dijual dengan harga yang sangat murah dan memiliki perbedaan harga yang sangat jauh dari baterai jenis original. Baterai jenis KW 1 memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan jenis KW 2 dan KW 3.

Semakin murah harganya, maka akan semakin jelek kualitasnya.

Cara Mengatasi "Consider Replacing your Battery"

Jika laptop Anda sudah mengalami kebocoran atau kehilangan daya aslinya. Maka Anda akan mendapatkan notifikasi
Consider Replacing your Battery". Berikut adalah trik untuk menghilangkannya.

  1. Pertama-tama masuklah ke menu start pilih all programs
  2. Kemudian pilih option Windows update dan lakukanlah update keseluruhan Windowsnya
  3. Kemudian restart laptop

Sebagai tambahan apabila masih tetap muncul pesan “consider replacing your battery” hilangkan saja centang pada warn if my battery may need replacement.

Hilangkan centang pada warn if my battery may need replacement

Tips Agar Baterai Laptop Tetap Awet

Berikut adalah tips bagaimana agar baterai laptop tetap awet

  1. Cabut charger saat daya sudah mencapai 100%
  2. Gunakan charger original
  3. Charging laptop dalam keadaan mati
  4. Hapus aplikasi yang tidak pernah Anda gunakan
  5. Segeralah cabut kabel charger laptop Anda, ketika selesai mencharger

Cara Mengatasi Baterai yang Tidak Dapat Dicharger

Banyak pengguna yang mengeluh karena laptopnya tidak dapat dicharget secara tiba-tiba. Nah sebelum Anda membawa ke tempat servis laptop, ada baiknya coba dulu trik di bawah ini

  1. Shutdown Windows Anda
  2. Cabut adapter charge laptop Anda
  3. Lepaskan baterai laptop
  4. Kemudian hidupkan kembali laptop dengan adapter AC laptop
  5. Setelah masuk ke Windows masuk ke Device Manager caranya ketik di start kemudian ketik “Device Manager” atau masuk ke Control Panel cari Device manager
  6. Masuk ke bagian tab baterai cari  ”Microsoft ACPI-Compliant Control Method Battery”
  7. Klik kanan kemudian uninstall semua driver dengan nama tersebut
  8. Shutdown laptop Anda
  9. Kemudian lepaskan charger
  10. Masukan baterai ke laptop lagi
  11. Kemudian colokkan adapter PC Anda lagi
  12. Hidupkan laptop dan hidupkan

Cara Kalibrasi Baterai Laptop

Kalibrasi adalah suatu cara untuk mengakurasikan laporan pengukuran kapasitas baterai agar dapat menunjukkan kapasitas yang sebenarnya.

Seiring berjalannya waktu, alat pengukur kapasitas baterai semakin tidak akurat ditambah lagi penggunaan yang ceroboh sebagai contoh baterai tinggal 40% tetapi waktu bertahannya masih 2 jam atau Anda baru charger laptop 100% tetapi habis dalam waktu kurang dari 1 jam.

Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan kalibrasi pada baterai laptop Anda:

  1. Chargerlah laptop Anda sampai 100%.
  2. Setelah baterai Anda full, biarkanlah laptop Anda dalam keadaan masih dicharger selama 2 jam. Selama masa ini, Anda dapat menggunakan laptop Anda seperti biasa.
  3. Kemudian cabut charger Anda dari laptop,selanjutnya aturlah laptop Anda untuk hibernasi otomatis 5%. Lihatlah petunjuk yang tergambar di gambar bawah ini.

  1. Biarkanlah laptop Anda hibernasi dengan sendirinya. Selama masa ini, Anda dapat menggunakan  laptop Anda seperti biasa.
  2. Setelah laptop Anda mati, biarkan laptop Anda dalam keadaan mati selama 5 jam atau lebih.
  3. Setelah menunggu sampai 5 jam atau lebih, lanjutkan dengan mencharger laptop Anda sampai terisi penuh 100%. Selama masa ini, Anda dapat menggunakan laptop Anda seperti biasa.Memang wear level baterai tidak bisa diturunakan tetapi dapat kita meminimalkan wear tersebut salah satunya menggunakan BatteryCare. Umumnya baterai baru yang belum pernah dikalibrasi, tingkat wear levelnya lebih rendah. Peningkatan wear level terjadi karena kecenderungan baterai degradasi dari waktu ke waktu dan penggunaannya.
Like us!

Komentar