Mengenal Garansi Hp, Kenali Sebelum Naik Darah Saat Klaim

Oleh Ardiansyah Hana updated Senin, 30 Jul 2018 | 10:46

Image via VISA

Beberapa service center yang teruji mampu memberikan pelayanan terbaik, namun ada yang aturan sangat merepotkan sehingga menguji kesabaran user. Di bawah ini, kamu bisa mengetahui seluk beluk secara detail mengenai garansi ponsel, tentu saja bisa dijadikan panduan agar kamu bisa lebih teliti saat ingin membeli ponsel baru.

Pahami Macam-macam Garansi Ponsel Agar Bisa Lebih Waspada

Beragam macam tipe dan produk ponsel, berpengaruh pada kualitas garansi yang akan diterima pengguna. Di pasaran, ada banyak status garansi yang tentu saja harus diketahui oleh semua calon pembeli ponsel.

1. Garansi Resmi

Garansi resmi umumnya ditujukan pada produk ponsel yang memperoleh garansi dari pemegang merek atau produsen, lazim juga dipakai oleh ponsel yang mendapatkan garansi dari mitra resmi produsen. Contohnya, kamu yang saat ini ingin membeli ponsel merek LG, ada dua mitra resmi yang menjadi distributor LG, yakni PT Teletama Artha Mandiri (TAM) dan PT Setia Utama Distrindo (SUD).

Produk ponsel LG yang didistribusikan oleh keduanya sama-sama berlabel resmi, dimana jika terdapat kerusakan software atau hardware, kamu hanya perlu membawanya ke service point yang dimiliki TAM atau SUD, serta pusat perbaikan resmi LG Indonesia yang tersebar di berbagai kota.  

2. Garansi Distributor Independen

Ada pula garansi distributor independen, dimana layanan purna jual yang diberikan kepada pengguna tidak ditangani oleh pemegang merek, produsen atau mitra resmi dari produsen, melainkan diberikan secara independen.

Terdapat perbedaan besar antara garansi distributor independen dengan garansi resmi, seperti lokasi perbaikan pusat yang tidak akan terpantau oleh produsen serta tampilan fisik dari tempat pusat perbaikan yang sangat sederhana, misalnya hanya berupa booth kecil, mirip konter pulsa.

3. Garansi Toko

Berbeda dengan kedua garansi di atas, jenis garansi ketiga ini hanya dijangkau oleh tempat kamu membeli ponsel. Selain itu, umumnya garansi toko pun memberikan masa garansi yang sangat singkat terhadap produk yang kamu beli, misalnya satu hari, tiga hari sampai satu minggu. Lebih dari itu, sangat jarang toko yang berani memberikannya.

Jika membeli sebuah ponsel dengan garansi toko, tentu saja kamu perlu mengetahui resikonya. Jika terjadi kerusakan bawaan pada unit bersangkutan di luar masa garansi, kamu harus mengeluarkan kocek ekstra untuk membetulkannya. Selain itu, tidak menutup kemungkinan jika toko yang menjual ponsel tersebut tutup atau pindah ke alamat yang sulit dijangkau.

4. Garansi Personal

Ada lagi garansi personal yang diberikan oleh individu atau perorangan. Misalnya, kamu yang membeli di situs jual beli OLX atau Kaskus bisa meminta garansi personal pada penjualnya. Dengan persetujuan kedua belah pihak, nantinya kamu bisa mendapatkan masa garansi jika terjadi kerusakan atau kendala diluar kondisi barang, bisa ditukar uang atau tergantung kebijakan, biasanya berkisar antara satu sampai tiga hari.

5. Garansi 1 x 24 jam

Jangka waktu dari garansi ini memang mirip dengan garansi personal. Namun, biasanya diberlakukan oleh sebuah toko yang menjual ponsel baru atau bekas. Disini, seringkali penjual tidak menyampaikan kebijakan tersebut, namun hampir semua toko ponsel yang ada di Indonesia mengadopsinya.

Jika kamu membeli ponsel baru atau bekas dan mendapatkan garansi 1 x 24 jam, ponsel yang rusak biasanya akan ditukar dengan unit baru atau yang sepadan jika bekas. Jika lebih dari jangka waktu tersebut, kamu perlu membawanya ke service center pusat. Untuk produk baru dan bergaransi, tentu kamu tak perlu mengeluarkan uang untuk biaya perbaikan. Jika produk bekas, kamu harus bersiap untuk mengeluarkan budget ekstra.

6. Asuransi

Selain memberikan masa garansi, ada beberapa toko retail yang menawarkan asuransi tambahan terhadap ponsel yang kamu beli. Bedanya, asuransi dapat menanggung kerusakan yang tidak ditanggung oleh garansi resmi, misalnya layar retak akibat kesalahan user, ponsel rusak karena terjatuh atau terkena air. Namun perlu diperhatikan, terdapat syarat dan ketentuan jika kamu ingin klaim asuransi.

Untuk asuransi ponsel, sejauh ini ada lima penyedia. Pertama adalah E-Guard yang merupakan kerjasama antara asuransi AIG dengan Trecprotec, Global Aplus dari Adira Insurance yang ditawarkan melalui gerai PT Global Teleshop, iProtectZ dan iProtect for Mac khusus produk Apple yang ditawarkan Zurich Insurance, asuransi Himax Protection untuk ponsel bermerek Himax dan Expro dari Sinarmas. 

Garansi Ponsel di Indonesia, Ponsel Kamu yang Mana?

Untuk kamu yang ingin melihat status garansi hp, paling mudah bisa dilihat dari stiker yang ada diluar dus dan kartu garansi. Di sana, kamu bisa melihat distributor yang menjual produk bersangkutan di pasar Indonesia, apakah distributor tersebut merupakan mitra produsen resmi sehingga ponsel milikmu masuk ke garansi resmi atau hanya distributor independen saja.

1. Garansi Resmi

Image via Tokopedia

Untuk pemain resmi, biasanya terdapat stiker atau kartu garansi dengan logo Surya Citra Multimedia (SCM), PT. Bintang Cemerlang, PT Bangun Persada Tata Makmur (BPTM), Teletama Artha Mandiri (TAM) atau Erajaya, Trikomsel dan Setia Utama Distrindo (SUD).

2. Garansi Distributor

Image via Tokopedia

Sementara itu, WII, B-Cell, Bless, T-Cell, The One dan Platinum menjadi garansi distributor independen atau bukan garansi resmi, sehingga segala kerusakan tentu saja tidak ditangani langsung oleh mitra dari produsen ponsel.

Dengan mengetahui garansi mana yang terdapat pada ponsel kamu, tentu saja kamu memahami segala resiko dan kelebihan dari produk yang kamu beli. Akan tetapi, untuk garansi resmi diatas biasanya tidak semua distributor merangkap sebagai layanan purna jual atau service center.

Service Center dan Distributor Ponsel Resmi:

  1. Sony, PT Teletama Artha Mandiri atau TAM.
  2. Acer, PT Bangun Persada Tata Makmur (BPTM) dan PT Teletama Artha Mandiri (TAM).
  3. Xiaomi, PT Teletama Artha Mandiri (TAM), PT Trikomsel Oke dan Mi Exclusive Service Center yang ada di Ruko Niaga Roxy Mas Blok B1 No.29 Jakarta.
  4. Lenovo, PT Trikomsel Oke atau Comtech, Teletama Artha Mandiri atau TAM dan Astech.
  5. Samsung, PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN).
  6. ASUS, PT Datascrip dan PT Synnex Metrodata.
  7. LG, PT Teletama Artha Mandiri atau TAM, Setia Utama Distrindo (SUD) dan service center resmi LG.
  8. Infinix , PT Bintang Cemerlang dan PT Pelangi Mas,
  9. Microsoft dan Nokia, Microsoft Mobile.
  10. Meizu, PT Bintang Cemerlang dan PT Pelangi Mas
  11. iPhone, PT Teletama Artha Mandiri (TAM), PT Sinar Eka Selaras (SES), PT Surya Citra Media (SCM)

Nah, bagaimana jika kamu  membeli ponsel melalui situs jual beli online semacam Lazada atau BliBli yang sering mengadakan flash sale? Kedua situs e-commerce tersebut berperan sebagai saluran penjualan saja sehingga jika terjadi kerusakan, kamu perlu mendatangi service center yang lokasinya terdapat di kartu garansi.

Untuk membeli ponsel online, kamu memang tidak bisa melihat stiker yang ada di dus unit bersangkutan. Akan tetapi, situs tersebut biasanya menginformasikan terkait status garansi atau distributor ponsel yang daftarnya tadi disebutkan diatas.

Sementara itu, kamu yang ingin membeli ponsel di toko fisik dan pada dus ponsel tidak terdapat stiker, kamu bisa menengaskan di awal transaksi kepada penjual untuk melihat kartu garansi lebih dulu, jika terbukti resmi, maka kamu bisa melanjutkan proses pembayaran.

Selain stiker berlogo yang disebutkan diatas, kamu pun bisa melihat stiker importir yang ditempatkan di sisi dus, misalnya Xiaomi yang menyebutkan importir PT Erajaya atau PT Trikomsel, indentitas Samsung yang memiliki stiker dan kartu garansi Samsung Electronics Indonesia atau SEIN dan distributor lain yang disebutkan diatas.

Selain melihat dari stiker atau kartu garansi yang tertera di paket penjualan, pengecekan unit pun bisa kamu lakukan untuk mengetahui produk tersebut adalah resmi atau tidak. Misalnya, kamu yang membeli perangkat Apple seperti iPod, iPhone dan iPad dapat mengecek melalui website resmi Apple dengan memasukkan serial number.

Sementara untuk produk Samsung, jika kamu ingin lebih meyakini produk kamu resmi dan diimpor oleh PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN), kamu bisa menelepon service center pusat dan menyebutkan serial number ponsel. Nantinya, petugas akan menginformasikan mengenai status ponsel beserta masa garansi berdasarkan tahun pembuatan, berlaku jika kamu tidak memiliki bon pembelian.

Kembali ke iPhone, jika kamu membeli di buyer dan mengatakan masih terdapat garansi internasional, segala kerusakan tidak dapat ditangani oleh service center resmi di Indonesia. Pusat perbaikan resmi tersebut hanya menerima jika kamu membeli iPhone di dealer resmi yang ada di tanah air, didatangkan dari distributor yang disebutkan di atas. 

Awas Ketipu Garansi Hp Abal-Abal, Kenali yang Resmi!

Image via debbiehitchcock

Mengenali produk hp resmi dan abal-abal mudahnya dapat dilihat dari stiker dus, informasi importir dan kartu garansi. Mengenai unit ponselnya, beda status garansi tentu saja kualitas produknya juga berbeda.

Sekalipun produk bergaransi distributor status unitnya baru, namun kompabilitas dengan operator selular di Indonesia tidak terjamin, misalnya produk Xiaomi yang jaringan 4G di ponsel bawaan distributor tidak bisa dipakai di operator yang ada di Indonesia.

Masih di produk Xiaomi, perbedaan lain dengan produk bawaan garansi resmi terlihat dari penggunaan ROM MIUI dari Tiongkok yang bukan versi global. Nantinya, ROM tersebut akan berpengaruh pada layanan Google, dimana layanan ROM official untuk Tiongkok tidak terdapat layanan Google.

Tentu saja, pengguna yang terlanjur membeli produk Xiaomi dari distributor tidak bisa menggunakan aplikasi-aplikasi dari Google seperti Gmail, Google Play Store, Google Maps, Google Hangout dan lainnya, sehingga perlu mengerahkan tenaga banyak untuk mengulikanya agar bisa menikmati layanan tersebut.

Selain itu, ada pula distributor nakal yang menyulap barang bekas menjadi baru atau refurbished, misalnya seperti produk iPhone dengan label garansi distributor yang sekarang banyak beredar di pasaran, umumnya tampilan fisik sudah dipercantik oleh distributor namun hardware yang seringkali mengalami masalah.

Hal ini banyak berlaku pada iPhone lawas yang sudah berhenti diproduksi oleh Apple. Untuk melihat cirinya, biasanya kamu yang memasukkan serial number pada website resmi Apple akan diinformasikan bahwa produk tersebut memiliki masa garansi yang sudah habis dan ketika membeli pertama kali tidak akan menemukan menu aktivasi.

Selain produk iPhone refurbished distributor, ada pula produk refurbished resmi, dimana terdapat tulisan “Apple Certified Pre Owned” pada kemasan. Di sini, produk tersebut memang tidak masuk secara resmi. Lagi-lagi, produknya dimasukkan oleh distributor independen, dimana jika produk mengalami kerusakan, distributor independen yang akan menanganinya.

Image via YouTube

Tentu saja, membeli produk refurbished bisa menimbulkan banyak masalahan, sangat berpeluang membuat pengguna kesal karena kinerja ponsel yang tidak maksimal. Selain unitnya, produk refurbished pun biasanya memiliki kelengkapan atau aksesoris palsu, baik itu charger, baterai dan aksesoris lainnya.

Menggunakan aksesoris palsu, akan berpontensi mendatangkan masalah tambahan. Masalah yang seringkali dikeluhkan user sampai saat ini adalah daya baterai yang cepat drop berkat penggunaan aksesoris palsu atau baterai yang memang sudah jebol, unit ponsel yang cepat panas bahkan kinerja layar yang tidak responsif.

Membeli ponsel bergaransi resmi, tentu saja membuat kamu nyaman menggunakannya. Pertama, hal ini bersangkutan pada perbedaan spesifikasi, yang kebanyakan berbeda dengan produk resmi sehingga berpengaruh pada kualitas jaringan dan penggunaan software.

Kemudian, umumnya garansi distributor pun tidak mengutamakan kepuasan konsumen, terkesan acuh terhadap komplain, bahkan memberikan penolakan garansi yang dibuat-buat, misalnya pemasangan screen protector yang dianggap memakai aksesoris tidak resmi. Lebih parah lagi, membeli ponsel bergaransi tak resmi pun ada kemungkinan merupakan produk replika.

Sebagai konsumen, wajib hukumnya untuk mengetahui produk yang akan kita beli, status garansi resmi atau bukan, siapa distributor dan pengelola garansi resminya. Sekarang, kamu yang ingin membeli ponsel diwajibkan melakukan pengecekan secara menyeluruh, membuat deal dengan penjual untuk membuka segel dus ponsel dan melihat kartu garansi resmi, yang jika tidak sesuai, kamu berhak membatalkannya.

Nah, bagaimana jika kamu terlanjur membeli barang bergaransi distibutor? Jika terjadi kerusakan dan tidak ditangani dengan baik, kamu berhak melakukan komplain, secara langsung atau secara tertulis seperti lewat surat pembaca koran atau forum website.

Sementara jika ingin membetulkan ponsel rusak melalui service center resmi, ada beberapa yang menerima produk distributor, namun mengharuskan konsumen membayar biaya service. Sejauh ini, service center resmi Samsung tidak menerima perbaikan ponsel selain yang didatangkan dari PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) sekalipun kamu ingin membayar biaya perbaikannya.

Langkah-langkah Klaim Garansi

Image via PlusServ

Untuk kamu yang membeli ponsel bergaransi resmi, tentu saja bisa melakukan klaim garansi, memperoleh pelayanan jasa service dan penggantian sparepart secara gratis, terhitung selama satu tahun sejak pembelian pertama.

Jika hp kamu rusak dan ingin mendapatkan perbaikan, hal pertama yang harus disiapkan tentu saja kartu garansi dan mengetahui alamat service center resmi dari ponsel bersangkutan. Saat ini, beberapa tipe produk ponsel mengharuskan kamu membawa kartu garansi. Namun, ponsel dari Samsung dan Xiaomi dilaporkan tidak memerlukan kartu garansi saat klaim, dimana service center tersebut akan melihat masa garansi melalui sistem.

Lebih baik, tentu membawa kartu garansi beserta bon pembelian atau sudah dibubuhkan cap oleh penjual, yang kemungkinan sistem hanya mencatat masa garansi berdasarkan waktu produksi, bisa sehingga masa garansi yang berjalan berlaku sesuai waktu pembelian.

Jika sudah menyiapkan kartu garansi dan unit, kamu yang sudah mendatangi alamat service center dapat menjelaskan kerusakan pada pihak bersangkutan. Umumnya, pusat perbaikan akan menjanjikan 2 minggu jam kerja pada konsumen atau menginformasikan melalui telepon jika proses perbaikan sudah selesai.

Akan tetapi, ada banyak service center resmi yang saat ini belum memberikan pelayanan maksimal pada pengguna di tanah air, misalnya perbaikan unit ponsel diluar waktu yang sudah dijanjikan dengan alasan menunggu sparepart atau nomor call center yang sulit untuk dihubungi.

Ketika memberikan unit ponsel pada service center, janganlah lupa untuk meminta nomor repair order sehingga mempermudah melakukan konfirmasi maupun complain. Sementara itu, banyak user yang melaporkan bahwa service center terbaik dalam melayani konsumen sejauh ini adalah Acer, Samsung dan LG.

Di bawah ini, terdapat syarat umum mengenai garansi resmi:

  1. Berlaku sesuai jangka waktu dan ketentuan yang ditetapkan oleh produsen atau distributor mitra,
  2. Biasanya hanya berlaku untuk produk yang dijual di Indonesia saja,
  3. Tidak akan membebankan uang pada pengguna yang ponselnya mendapatkan kerusakan, berlaku untuk biaya suku cadang dan jasa perbaikan,

Mengenai klaim ponsel di service center resmi, terdapat beberapa catatan yang perlu kamu perhatikan:

  1. Perhatikan secara seksama mengenai layanan perbaikan apa saja yang diberikan oleh service center
  2. Kartu garansi yang sudah terisi lengkap atau sesuai dengan nomor serial, model dan IMEI
  3. Jaga kondisi bodi ponsel, dimana beberapa service center menolak garansi jika terdapat cacat pada bodi ponsel, seperti tergores, karatan dan ternoda,
  4. Umumnya service center akan menolah klaim garansi jika kerusakan diakibatkan oleh kelalaian user, misalnya terkena air, layar pecah karena kecelakaan, dan yang tidak sesuai dengan buku petunjuk
  5. Kerusakan karena bencana alam mosalnya tersambar petir, kebakaran dan banjir
  6. Nomor serial, model dan IMEI yang sengaja diubah atau dihapus
  7. Perhatikan masa garansi, dimana jika kamu membeli ponsel baru yang produksinya sudah berlangsung sangat lama, bisa saja service center menolak klaim garansi
  8. Penggantian suku cadang yang tidak asli atau diluar yang ditentukan oleh service center
  9. Beberapa vendor seperti Samsung atau HTC akan menolak klaim jika ponsel sudah di root atau unlock bootloader. Akan tetapi, beberapa vendor seperti ZTE, Axioo dan Xiaomi sejauh ini tidak mempermasalahkan rooting pada unit ponsel

Kerusakan yang bisa ditanggung oleh garansi resmi, dibawah ini daftarnya:

  1. Mic dan speaker
  2. Tombol-tombol
  3. Touchscreen
  4. Sinyal lemah
  5. Sensor
  6. Konektor charger dan audio
  7. Slot SIM card dan microSD yang tidak bisa membaca
  8. Software

Sementara untuk kerusakan baterai, misalnya drop yang diakibatkan oleh penggunaan charger atau baterai yang sudah kembung, biasanya kamu tidak bisa mengklaim melalui service center, solusinya membeli baterai baru atau aksesoris asli yang baru. Akan tetapi, beberapa merek memberikan masa garansi untuk baterai dan charger, misalnya Xiaomi yang memberikan masa garansi selama 6 bulan.

Alamat Service Center

Jika alamat pusat perbaikan resmi yang tertera di kartu garansi dirasa kurang lengkap, kamu bisa melihat update mengenai alamat service center melalui forum yang ada di Pricebook.

  • Alamat service center Sony klik disini
  • Alamat service center Xiaomi klik disini
  • Alamat service center Samsung klik disini
  • Alamat service center LG klik disini
  • Alamat service center Lenovo klik disini
  • Alamat service center ASUS klik disini
  • Alamat service center Meizu klik disini
  • Alamat service center Infinix klik disini
  • Alamat service center iPhone klik disini

Pakai yang Resmi Saja

Garansi resmi memang selalu identik dengan harga produk yang lebih mahal. Tapi, risiko yang timbul akibat kerusakan barang lebih kecil karena garansi resmi akan mempermudah kita ketika hp yang kita miliki mengalami kerusakan. Jadi, pakai barang garansi resmi itu tetap banyak untungnya dibanding yang tidak

 

Artikel Terkait

Komentar