Tips Aman Menerjang Banjir, Pas Buat Ojol

Oleh Imam Ali updated Kamis, 2 Jan 2020 | 12:08

 image via fstg.motosport.com

Curah hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya sampai saat ini masih cukup tinggi khususnya pada sore dan malam hari. Hal itu menyebabkan genangan hingga banjir di beberapa ruas jalanan ibu kota.

Banyak pengendara menganggap remeh bahaya yang timbul ketika sepeda motor menerjang banjir, terutama mereka yang berprofesi sebagai ojol atau ojek online. Padahal, kalau air dihisap oleh mesin, masuk ke ruang bakar, mesin akan jebol.

Selain wajib membawa jas hujan, pengguna sepeda motor juga harus mewaspadai daerah-daerah yang memiliki genangan air cukup tinggi karena bisa saja sepeda motor mereka tidak fit atau cocok untuk menerjang genangan air.

Berikut Pricebook berikan beberapa tips agar motor Anda mampu menerjang banjir dan Anda bisa berangkat kerja ke kantor:

Desain Segala Kondisi

image via budcad.com

Pabrikan sepeda motor sudah mendesain sepeda motor Anda agar mampu melibas berbagai situasi dan kondisi. Misal, kehadiran tameng air pada sepeda motor bebek berfungsi mengarahkan udara ke mesin untuk pendinginan dan memecah air yang menggenang.

Jika tameng itu dilepas, mesin akan langsung menabrak air. Karena itu, jika Anda yang gemar memodifikasi motor, sebaiknya Anda memasang kembali tameng tersebut untuk memecah air.

Lihat Ketinggian Air

Anda pun harus memastikan bahwa ketinggian air tidak boleh sampai ke lubang penyedot udara atau filter udara karena komponen itu akan terus menyedot udara ketika mesin menyala. Untuk motor skutik, biasanya keberadaan filter udaranya berada di posisi yang tinggi sehingga air tidak mudah masuk ke komponen mesin motor.

Namun, jika Anda harus menerjang banjir dan air masuk ke dalam filter udara. Anda harus membuang air dengan cara membuka lubang pembuangan yang terletak di bagian bawah boks filter udara dan boks CVT.

Pada motor sport injeksi, letak air intake terletak di tengah atau di bawah jok. Jadi, kalau ketinggian air tidak sampai posisi intake, kemungkinan bisa melibas banjir

image via photo.sf.co.ua

Knalpot

Banyak pengendara motor yang khawatir jika air masuk ke dalam knalpot. Padahal, knalpot akan terus "meniup" gas buang dan air yang masuk. Caranya, Anda harus menarik tuas gas secara konstan dan tidak naik turun.

Untuk cara yang lebih aman, Anda bisa memasang selang pada knalpot dan ikatkan selang itu pada plat nomer polisi sehingga air tidak bisa masuk lewat knalpot.

Khusus Mesin Karburator

Jika sepeda motor Anda masih menggunakan mesin karburator, Anda harus memindahkan selang pembuangan bensin yang menjuntai ke bawah diganti dengan menghadap ke atas karena selang itu kerap menghisap udara ke dalam.

Busi

Jika cop busi sudah usang atau getas, segera ganti. Jika tidak, berikan lapisan pelindung berupa griss atau perekat pada pinggiran keramik kepala busi. Solusi kedua, untuk mencegah agar busi tidak terendam air, Anda bisa menlindunginya dengan plastik akrilik yang  memanfaatkan sisi kiri dan kanan tameng sebagai peganggannya.

Sekalipun busi sudah dilingdungi, untuk lebih meyakinkan, sambungan kepala busi dengan kabel sebaiknya diberi cairan perapat (sealer) untuk menutupi lubang pernafasan.

image via phnompenhpost.com

Perhatikan Kelistrikan

Anda bisa menyemprot cairan WD40 di area kelistrikan yang rawan korslet khususnya yang berarus positif seperti soket CDI, penutup sekering, hingga soket lampu. Lapisan lilin dan minyak yang terkandung dalam WD40 membuat air tak mau menempel.

Pelan-pelan

Kalau semua komponen di atas sudah aman, Anda harus menerjang banjir secara pelan-pelan dan jangan menggeber gas. Sebaiknya, Anda menarik gas secara konstan dan lakukan dengan perseneling atau gigi satu atau dua.

Jika Anda, ngebut justru itu akan membuat gelombang air gampang menabrak mesin. Jika bukan motor matik, posisikan transmisi ada di gigi satu sambil terus  memainkan kopling. Kalau bisa jangan berhenti, meskipun risikonya kampas kopling yang akan cepat habis. Cara itu jauh akan lebih murah ketimbang motor jebol karena kemasukan air.

Cara aman

image via s1.firstpost.in

Jika Anda tidak mau ambil risiko dan ketinggian air sudah sepinggang orang dewasa, Anda bisa mematikan mesin dengan mencopot kabel busi dan mengikatnya dengan plastik.

Caranya, copot kabel busi ujungnya ditutup dengan plastik (diikat karet). Begitu juga dengan blok dan kepala silinder. Kalau masih panas, tunggu sampai dingin, baru dibungkus dengan plastik (bila perlu berlapis ganda) dan diikat pakai karet.

Tak hanya itu, Anda harus menutup knalpot dan saringan udara dengan plastik dan rapatkan cek penutup oli. Periksa tongkat pengukur oli mesin dan pastikan masih rapat. Kalau sudah longgar, sebaiknya ditutup juga dengan plastik agar air tidak masuk bercampur dengan oli.

Tekanan Ban


Ketika musim hujan, pemakaian ban jenis semi-slick kurang tepat karena daya cengkerem kurang "menggigit". Sebaiknya, Anda menggunakan ban standar baik depan maupun belakang. Periksa tekanan angin ban dan pastikan tekanannya tidak melewati ukuran standar bahkan dikurangi 1-2 psi agar permukaan ban minimal 70 persen menapak ke aspal.

Dengan beberapa tips di atas, Anda akan merasa aman ketika harus menerjang banjir. Bagi, Anda penggila modifikasi motor, sebaiknya Anda memasang kembali pelindung kaki (tameng), bodi yang sudah dimodifikasi, sepatbor depan dan belakang. Begitu juga mesin, tenaga yang besar (akibat sudah dimodifikasi) bisa membuat roda belakang spin.

Jika sudah lolos dari menerjang banjir, copot semua pelindung, tunggu beberapa menit agar air jatuh dan kering. Anda pun bisa memiringkannya ke kiri dan kekanan. Kemudian pasang standar tengah, tekan bagian motor ke belakang dan ke depan beberapa kali. Baru kemudian menyalakan mesin dan tunggu beberapa menit sebelum Anda bisa membawanya kembali.

Selamat Mencoba!

Artikel Terkait

Komentar