Tips Beli Motor Bekas Biar Gak Ketipu

Oleh Imam Ali updated Kamis, 12 Sep 2019 | 12:58

tips beli motor bekas

Jika Anda memiliki bujet terbatas dan sudah kebelet ingin beli motor, Anda bisa melirik motor bekas yang memiliki banderol terjangkau. Beragam motor bekas honda, motor bekas yamaha, motor bekas suzuki, hingga motor bekas kawasaki dan motor bekas merek lainnya bisa Anda dapatkan dengan harga terjangkau dan kondisi yang masih bagus. Sayangnya, Anda harus cermat dalam membeli motor bekas karena banyak motor bekas yang sudah rusak dan bodinya lecet.  

1. Perhatikan Suara

jual beli motor bekas

Kepala Mekanik Astra Motor Jakarta, Eko Eddy Saputro menyarankan pembeli untuk mendengarkan suara mesin motor bekas yang ingin dibeli. Jangan sampai mesin motor bekas itu terdengar kasar dan tidak seperti motor normal lainnya.

"Kan ada suara motor yang aneh gitu. Misalkan suaranya kasar, yang dikeluarkan suaranya seperti apa. Ya seperti motor-motor normal lainnya atau tidak, gitu aja," tuturnya.

"Kalau dirasa suaranya itu berbeda dengan suara motor yang biasanya, ya coba dicek oli mesinnya," tambah Eko.

2. Perhatikan Mesin

beli motor bekas

Kedua, Anda harus memperhatikan kondisi mesin dan oli mesin terlebih dahulu. "Yang harus hati-hati adalah kondisi mesin. Mesin kan enggak bisa langsung kelihatan. Apakah sudah pernah di-over size atau belum," kata Eko seperti dirangkum dari berbagai sumber.

Selain itu, penjual motor bekas palsu biasa mengakali mesin motornya dengan oli mesin. "Kalau mesinnya sudah rusak, kalau dikasih oli yang lebih kental kan enggak kedengaran suara kasar motornya. Makanya dibawa ke bengkel, dilihat lagi," tutur Eko.

3. Perhatikan Speedometer

beli motor bekas

Biasanya, penjual motor palsu juga merubah angka tempuh kilometer pada speedometernya untuk mengelabui pembelinya. Namun Eko mengatakan jarum speedometer digital tidak dapat dicurangi.

"Karena speedometer digital tidak bisa di-reset harus diganti dulu. Untuk mengurangi (km), dia harus ganti speedometer," ujarnya.

4. Perhatikan Bodinya

beli motor bekas

Anda harus mengecek bodi motor secara keseluruhan, apakah Ada bodi motor yang lecet karena jika banyak bodi motor yang lecet. Anda harus mengeluarkan dana lebih untuk memperbaiki bodinya.

Apalagi, ada motor bekas yang pernah mengalami kecelakaan dan membuat sekujur bodinya lecet. Eko mengatakan ketika motor mengalami kecelakaan atau benturan, ada dua bagian pada motor yang kemungkinan besar mengalami kerusakan yaitu cover dan kerangka motor.

"Kalau benturannya kencang, biasanya di bagian depannya bengkok, ya itu harus di-press," ucapnya.

Selain itu, Eko menjelaskan ketika terjadi kecelakaan bagian motor yang paling rusak adalah bagian pelek yang bengkok, segitiga motor, dan pipa shock. "Ya enggak jauh-jauh dari situ lah," ungkapnya.

"Kalau cuma lecet-lecet enggak usah di-press, tapi kalau ada kebengkokan di setang enggak bisa (diperbaiki), harus diganti. Tapi kalau segitiga sama pipa shock-nya masih bisa di-press," ujar Eko.

5. Segera Bawa ke Bengkel

beli motor bekas

Eko mengatakan apabila pembelian sudah terlanjur dan Anda belum sempat mengeceknya. Segeralah bawa motor tersebut ke bengkel. "Pada saat itu dibeli langsung dibawa ke bengkel untuk pemeriksaan keseluruhan," katanya.

Selain itu, jangan sampai lupa juga masalah asuransi yang harus diminta kepada penjual. "Walaupun pas beli, motor itu suara motornya masih bagus, tidak ada masalah lainnya," pungkas Eko.

Artikel Terkait

Komentar