Diperbaharui pada Jumat, 30 Juli 2021 | 10:46

Cara Migrasi dari TV Analog ke TV Digital dan Jadwalnya

cara nonton siaran tv digitalFoto: Kominfo

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengeluarkan kebijakan terkait siaran TV digital dan telah mulai menjalankan program migrasi dari siaran TV analog ke TV digital, yang ditargetkan akan selesai pada 2 November 2022 mendatang.

Agenda migrasi TV analog ke digital merupakan salah satu rencana jangka panjang Kominfo untuk menghadirkan siaran televisi serba digital, yang pada akhirnya gol dan mulai terlaksana di tahun 2021.

Lalu, selain format yang berubah menjadi digital penuh, apa lagi yang membedakan antara TV analog dan TV digital? Berikut penjabaran lengkap dan jadwal pelaksanaan migrasinya di seluruh Indonesia.

Tentang TV Digital

cara nonton siaran tv digitalFoto: Kominfo

Menurut penjelasan yang diberikan oleh Henri Subiakto, Staff Ahli Bidang Hukum Kominfo, migrasi dari TV analog ke siaran TV digital perlu dilakukan karena Indonesia sudah terlambat merencanakannya selama 15 tahun, dan implementasinya harus segera dilakukan karena telah tercantum dalam UU Cipta Kerja.

TV digital adalah siaran televisi seperti pada umumnya yang ada sekarang, namun dengan cara kerja yang berbeda, karena membutuhkan perangkat TV digital yaitu Set Top Box.

Cara kerja siaran TV digital adalah dengan menggunakan modulasi sinyal digital dan sistem kompresi yang dapat dilakukan dengan Set Top Box, sehingga menghasilkan tayangan dengan kualitas gambar yang lebih baik.

Dengan kualitas gambar yang lebih baik dan tajam, siaran TV digital juga mendukung suara yang jauh lebih jernih, jadi nantinya, seluruh tayangan televisi di Indonesia dapat diterima dengan baik di setiap rumah.

Selain keuntungan yang didapatkan oleh masyarakat tersebut, kehadiran siaran TV digital ini juga memberikan keuntungan kepada pemerintah, karena dapat menghemat penggunaan pita frekuensi 700MHz.

Cara Migrasi dari TV Analog ke TV Digital

cara nonton siaran tv digitalFoto: Pixabay

Bagi Anda yang masih bingung untuk melakukan migrasi dari TV analog ke TV digital, ada satu hal penting pertama yang harus Anda lakukan, yaitu cek sinyal TV digital di wilayah Anda tinggal.

Anda bisa mengecek lokasi jangkauan sinyal TV digital di wilayah Anda melalui fitur yang terdapat pada aplikasi Sinyal TV Digital yang dibuat oleh Kominfo, dengan menggunakan smartphone.

Aplikasi Sinyal TV Digital dapat diunduh di Google Play Store bagi pengguna hp Android, atau App Store untuk Anda yang menggunakan perangkat Apple seperti iPhone.

Bila wilayah tempat Anda tinggal memiliki sinyal TV digital, maka Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa Anda telah memasang antenna UHF (indoor/outdoor).

Setelah itu, pastikan juga bahwa perangkat televisi yang Anda miliki sudah dilengkapi dengan DVBT2 sebagai alat penerima sinyal siaran TV digital.

Perlu Anda ketahui juga, tidak semua TV mampu menangkap sinyal TV digital, jadi bila televisi yang Anda miliki hanya dapat menerima siaran analog, maka Anda perlu memasang decoder Set Top Box untuk menangkap sinyal TV digital.

Setelah semua hal diatas telah dilakukan, Anda dapat mulai menonton siaran TV digital dengan memilik opsi pengaturan pada perangkat televisi, lalu pilih auto scan untuk memindai program televisi yang tersedia di wilayah Anda.

Daftar Perangkat TV Digital Resmi

peralatan tv digitalFoto: Pexels

Untuk dapat menikmati semua siaran TV digital di rumah, maka Anda perlu menggunakan perangkat TV digital yang telah mendapatkan izin resmi.

Semua produsen perangkat dan peralatan TV digital, serta decoder Set Top Box DVBT2 wajib mengantongi izin dan sertifikat yang dikeluarkan oleh pemerintah Negara Republik Indonesia.

Berikut daftar perangkat TV digital yang bisa Anda pilih:

Set Top Box/Dekoder:

  • Nexmedia NA1300/DVB-T2 MPEG4 HD
  • Polytron PDV 600T2
  • ICHIKO 8000HD
  • AKARI ADS-2230
  • AKARI ADS-210

Televisi:

  • Samsung QA55QN85AAKXXD
  • Samsung QA55Q80TAKXXD
  • Panasonic TH-43H400G
  • MITO 3255
  • MITO 5011

Jadwal Penghentian Siaran TV Analog

Dengan mulai dijalankannya kebijakan TV digital oleh Kominfo, maka siaran TV analog di seluruh wilayah Indonesia akan dihentikan. Namun penghentian ini tidak dilakukan secara serentak.

Kominfo telah merilis jadwal penghentian siaran TV Analog di Indonesia dalam 5 tahapan yang akan dimulai pada 17 Agustus 2021, dan diharapkan selesai pada 2 November 2022.

Berikut jadwal penghentian siaran TV analog.

Tahap I (Estimasi 17 Agustus 2021):

  • Aceh 1: Kabupaten Aceh Besar, Kota Banda Aceh.
  • Kepulauan Riau 1: Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Batam, Kota Tanjung Pinang.
  • Banten 1: Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kota Serang.
  • Kalimantan Timur 1: Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, Kota Bontang.
  • Kalimantan Utara 1: Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan.
  • Kalimantan Utara 3: Kabupaten Nunukan.

Tahap II (Estimasi 31 Desember 2021):

  • Aceh 2: Kota Sabang.
  • Aceh 4: Kabupaten Pidie, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Pidie Jaya.
  • Riau 4: Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kota Dumai.
  • Jawa Barat 2: Kabupaten Garut.
  • Jawa Barat 3: Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kota Cirebon.
  • Jawa Barat 4: Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Tasikmalaya).
  • Jawa Barat 7: Kabupaten Cianjur.
  • Jawa Barat 8: Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang.
  • Jawa Tengah 2: Kabupaten Blora.
  • Jawa Tengah 3: Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, Kota Pekalongan, Kota Tegal.
  • Jawa Tengah 6: Kabupaten Rembang, Kabupaten Pati, Kabupaten Jepara.
  • Jawa Tengah 7: Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Brebes.
  • Jawa Timur 3: Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep.
  • Jawa Timur 5: Kabupaten Situbondo.
  • Jawa Timur 6: Kabupaten Banyuwangi.
  • Jawa Timur 10: Kabupaten Pacitan.
  • Banten 2: Kabupaten Pandeglang.
  • Nusa Tenggara Timur 3: Kabupaten Timor Tengah Utara.
  • Nusa Tenggara Timur 4: Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka.
  • Kalimantan Timur 2: Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan.

Tahap III (Estimasi 31 Maret 2022):

  • Aceh 7: Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe.
  • Sumatera Utara 2: Kabupaten Karo, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Asahan, Kabupaten Batu Bara, Kota Pematangsiantar, Kota Tanjung Balai.
  • Sumatera Utara 5: Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat.
  • Sumatera Barat 1: Kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kota Padang, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman.
  • Jambi 1: Kabupaten Batanghari, Kabupaten Muaro Jambi, Kota Jambi, Kabupaten Sarolangun.
  • Sumatera Selatan 1: Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Ilir, Kota Palembang.
  • Bali: Kabupaten Jembrana, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Bangli, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng, Kota Denpasar.
  • Bengkulu 1: Kabupaten Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu.
  • Lampung 1: Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Pringsewu, Kota Bandar Lampung, Kota Metro.
  • Kepulauan Bangka Belitung 1: Kabupaten Bangka Tengah, Kota Pangkal Pinang.
  • Jawa Timur 4: Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso.
  • Nusa Tenggara Barat 1: Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kota Mataram.
  • Nusa Tenggara Timur 1: Kabupaten Kupang, Kota Kupang.
  • Kalimantan Barat 1: Kabupaten Mempawah, Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak.
  • Kalimantan Selatan 2: Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Balangan.
  • Kalimantan Selatan 3: Kabupaten Kotabaru.
  • Kalimantan Selatan 4: Kabupaten Tabalong.
  • Kalimantan Tengah 1: Kabupaten Pulang Pisau, Kota Palangkaraya.
  • Sulawesi Utara 1: Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon.
  • Sulawesi Tengah 1: Kabupaten Sigi, Kota Palu.
  • Sulawesi Selatan 1: Kabupaten Takalar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Kota Makassar.
  • Sulawesi Tenggara 1: Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan, Kota Kendari.
  • Gorontalo 1: Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo Utara, Kota Gorontalo, Kabupaten Boalemo.
  • Sulawesi Barat 1: Kabupaten Mamuju.
  • Maluku 1: Kabupaten Seram Bagian Barat, Kota Ambon.
  • Maluku Utara 1: Kabupaten Halmahera Barat, Kota Ternate.
  • Papua 1: Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kota Jayapura.
  • Papua Barat 1: Kabupaten Sorong, Kota Sorong.
  • Papua Barat 4: Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Pegunungan Arfak.
  • Riau 1: Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru.

Tahap IV (Estimasi 17 Agustus 2022):

  • Sumatera Utara 1: Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Medan, Kota Binjai, Kota Tebing Tinggi.
  • Sumatera Barat 4: Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh.
  • Sumatera Barat 7: Kabupaten Pesisir Selatan.
  • Riau 5 1: Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Siak, Kabupaten Kuantan Singingi.
  • Jambi 2: Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
  • Jambi 3: Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo.
  • Jambi 5: Kabupaten Merangin.
  • Sumatera Selatan 2: Kabupaten Musi Banyuasin.
  • Sumatera Selatan 3: Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kota Lubuk Linggau.
  • Sumatera Selatan 4: Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Kota Prabumulih.
  • Sumatera Selatan 5: Kabupaten Lahat, Kota Pagar Alam.
  • Sumatera Selatan 6: Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
  • Lampung 3: Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Tulang Bawang Barat.
  • Kepulauan Bangka Belitung 2: Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Barat.
  • DKI Jakarta: Kabupaten Kep. Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan.
  • Jawa Barat 1: Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi.
  • Jawa Tengah 1: Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Kudus, Kabupaten Demak, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kota Semarang.
  • DI Yogyakarta: Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kota Surakarta.
  • Jawa Timur 1: Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Surabaya.
  • Nusa Tenggara Timur 2: Kabupaten Timor Tengah Selatan.
  • Kalimantan Barat 3: Kabupaten Bengkayang, Kota Singkawang.
  • Kalimantan Selatan 1: Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru.
  • Kalimantan Tengah 6: Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Katingan.
  • Sulawesi Utara 2: Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kota Kotamobagu.
  • Sulawesi Tengah 2: Kabupaten Donggala.
  • Sulawesi Tengah 6: Kabupaten Poso, Kabupaten Tojo Una Una.
  • Sulawesi Selatan 5: Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, Kota Palopo.
  • Sulawesi Selatan 7: Kabupaten Bone, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Wajo.
  • Sulawesi Selatan 8: Kabupaten Sinjai.
  • Sulawesi Tenggara 2: Kabupaten Muna, Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Buton Tengah, Kota Bau Bau.
  • Maluku Utara 3: Kabupaten Halmahera Selatan, Kota Tidore Kepulauan.

Tahap V (Estimasi 2 November 2022):

  • Riau 3: Kabupaten Rokan Hilir.
  • Riau 7: Kabupaten Indragiri Hilir.
  • Jambi 4: Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh.
  • Kepulauan Bangka Belitung 4: Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur.
  • Jawa Barat 5: Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi.
  • Jawa Barat 6: Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang.
  • Jawa Tengah 5: Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kota Magelang.
  • Jawa Tengah 8: Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo.
  • Jawa Timur 2: Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Batu.
  • Jawa Timur 7: Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kota Kediri, Kota Blitar.
  • Jawa Timur 8: Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban.
  • Jawa Timur 9: Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kota Madiun.
  • Banten 3: Kabupaten Lebak.
  • Nusa Tenggara Barat 5: Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, Kota Bima.
  • Kalimantan Barat 6: Kabupaten Sintang.
  • Sulawesi Utara 6: Kabupaten Kepulauan Sangihe.
  • Sulawesi Tengah 3: Kabupaten Toli Toli.
  • Sulawesi Selatan 6: Kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Enrekang, Kota Pare Pare.
  • Maluku 6: Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual.
  • Papua 4: Kabupaten Merauke.
  • Papua 7: Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Yalimo.
  • Papua 9: Kabupaten Mimika.
  • Papua 11: Kabupaten Nabire.
  • Papua 13: Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Supiori.

Bagaimana, sudah tidak sabar untuk segera menikmati siaran TV digital?

Like us!
Restu Aji Siswanto

Content Writer

1095 Posts

Gemar mengikuti perkembangan teknologi gawai, baik yang rilis di Indonesia maupun yang tidak masuk pasar lokal. Ketertarikan pada teknologi dan gawai menjadi motivasi untuk terus memberikan informasi, rekomendasi, dan tips berbelanja seakurat mungkin, melalui artikel dan ulasan produk.