Diperbaharui pada Selasa, 4 Mei 2021 | 18:51

Samsung Rilis Film Pendek Pakai Galaxy S21 Ultra 5G

Oleh Nur Abdillah

Samsung Rilis Film Pendek Pertama dengan Galaxy S21 Ultra 5G
Samsung Galaxy Movie Studio 2021 akhirnya meluncurkan film pendek pertama. Yang menarik, film berjudul “Konfabulasi” ini seluruh adegannya direkam menggunakan inovasi teknologi Samsung Galaxy S21 Ultra 5G

Menurut Miranda Warokka, IT & Mobile Marketing Director, Samsung Electronics Indonesia, melalui film “Konfabulasi”, kecanggihan inovasi Galaxy S21 Ultra 5G terbukti yang terdepan dan terbaik, sehingga dapat menghasilkan film pendek yang epik. 

Fitur-fitur kamera yang ada di Galaxy S21 Ultra 5G, seperti Director’s View, low-light, Super Steady, merekam video dengan resolusi 4K 60fps hingga Laser Auto Focus bisa menjadi andalan untuk menciptakan film.

Bagi sang sutradara, Angga Dwimas Sasongko, menjalani proses shooting berbekal sebuah smartphone merupakan tantangan baru. “Saya harus memastikan setiap adegan, gambar, serta penyampaian karakter pada film pendek ini memberikan hasil yang epik dan tidak kalah dari kamera profesional,” ujarnya.

Tapi fitur-fitur Galaxy S21 Ultra 5G sangat membantu. “Saya yakin Galaxy S21 Ultra 5G ini dapat menjadi andalan siapa saja untuk membuat movie-like content dengan hasil yang epik,” tambah Angga Dwimas Sasongko.

Menampilkan aktor profesional ternama Indonesia seperti Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo, film pendek Galaxy Movie Studio 2021 “Konfabulasi” dapat disaksikan di Official YouTube Samsung Indonesia mulai 5 Mei 2021.

Konfabulasi

Samsung Rilis Film Pendek Pertama dengan Galaxy S21 Ultra 5G
“Konfabulasi” merupakan sebuah film pendek bergenre action heist yang bercerita tentang Bilal yang diperankan oleh Reza Rahadian dan Marla yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo yang terhubung melalui sebuah perangkat untuk menjalani proses konfabulasi.

Konfabulasi merupakan sebuah proses rekonstruksi memori dengan mengisi  memori palsu yang berasal dari arahan, pernyataan, dan tebakan yang masuk akal.
 
Marla adalah seorang mentor yang berusaha memasuki ingatan dan “mencuri memori” dari Bilal. Di sisi lain, Bilal merupakan seorang agen yang hendak menerima tugas pertamanya. Marla berusaha mengganti repressed memory Bilal dan menggantinya dengan false memory.

Usaha itu membuat Marla masuk ke alam bawah sadar (memori) Bilal dan menggantinya dengan kesadaran baru. Pencurian memori yang dilakukan Marla menghasilkan kesadaran baru Bilal sesuai dengan yang telah dibayangkan.

Like us!

Komentar