Diperbaharui pada Rabu, 21 Juni 2023 | 17:57

Peran Internet dalam Mendukung Pekerjaan Penulis Skenario Film di Era Digital

internet provider indihomeFoto: Pixabay

Era digital mengubah cara kerja para penulis skenario film atau series dengan signifikan. Bila dulu menulis dilakukan menggunakan alat tulis atau mesin ketik, kini aktivitas tersebut dapat dilakukan melalui laptop, bahkan smartphone atau tablet, dengan bantuan tools menulis.

Tools menulis skenario bisa berupa aplikasi atau perangkat lunak (software), yang pada umumnya sudah dilengkapi dengan berbagai fitur serta format menulis khusus untuk penulisan naskah skenario film atau series.

Sebelum adanya tools, penulis skenario menghadapi beberapa kendala seperti mengatur dan menyimpan naskah secara terstruktur, karena semua dilakukan secara manual, sehingga memakan waktu dan tidak efisien.

Hal ini membuat penulis skenario memiliki sedikit waktu untuk mengevaluasi naskah yang telah dikerjakan. Kehadiran tools script writer dapat membantu para penulis naskah skenario film ini dalam hal kreativitas, efisiensi, dan tentunya produktivitas.

Manfaat Tools Menulis bagi Penulis Skenario Film

tools untuk menulis skrip filmFoto: Pexels

Untuk mengetahui seberapa jauh manfaat dari software penulis skenario dalam mendukung kinerja para penulis skenario film, Pricebook berkesempatan untuk berbincang dengan Witra Asliga, seorang penulis yang pernah menulis skenario untuk film 3SUM (2013) di bagian cerita Insomnights, dan film horor berjudul The Returning (2018).

Saat menulis, Witra menggunakan tools bernama Final Draft, yang merupakan sebuah perangkat lunak untuk menulis naskah film. Witra merasa terbantu dengan adanya tools menulis ini, terutama ketika dirinya perlu melakukan tracking scene.

Fitur di Final Draft membantunya untuk bisa memaksimalkan character traits yang dikerjakan. Sebelum menggunakan Final Draft, Witra biasanya melakukan ini dalam Ms Word dengan bantuan catatan-catatan kecil di post-it atau buku ide.

Selain Witra, kami juga menghubungi Kanya Priyanti, seorang penulis yang menelurkan naskah untuk series Tunnel versi Indonesia di tahun 2019, dan series Gadis Kretek yang rencananya akan tayang tahun ini (2023) di platform Netflix.

Dalam menulis, Kanya menggunakan beberapa tools secara bergantian, mulai dari word processor (Pages dan Ms Word), hingga Final Draft untuk melanjutkan pekerjaan dalam format naskah skenario.

Selain itu, Kanya juga pernah menggunakan tools bernama Celtx, namun baginya, tools ini kurang efisien untuk bekerja, karena naskah yang dihasilkan menggunakan format .txt, sedangkan mayoritas industri film di Indonesia menggunakan format .fdx.

Kanya menambahkan bahwa manfaat dari menggunakan tools (Final Draft) adalah kemudahannya, karena sudah otomatis dibuat dalam format standar industri. Fitur-fiturnya lengkap, sehingga memudahkannya untuk tracking perubahan skenario dari draft awal hingga akhir.

internet provider indihomeFoto: Pexels

Selain tools script writer yang membantu mempermudah pekerjaan para penulis naskah skenario film, internet juga menjadi faktor penting lainnya di era digital ini. Kehadiran internet bukan hanya mempermudah pekerjaan, namun juga bisa dimanfaatkan untuk membangun relasi.

Sebelum internet, penulis skenario terkendala dengan keterbatasan akses informasi dan referensi, kesulitan melakukan riset, dan keterbatasan komunikasi dan kolaborasi. Semua hal tersebut pada masanya dilakukan secara manual.

Layanan internet provider yang cepat dan stabil sangat dibutuhkan dalam proses pengerjaan skenario film. Teknologi fiber optik yang mampu menampung bandwith besar membuat koneksi menjadi lancar untuk mengakses internet, hingga berkolaborasi melalui video call.

Salah satu penyedia layanan internet provider dengan teknologi fiber optik adalah IndiHome dari Telkom Indonesia yang menjadi salah satu yang terbaik saat ini. Dengan internet cepat, maka proses pengerjaan skenario film akan lancar dan efisien.

Rekomendasi Software Penulis Skenario Film untuk Pemula

Setiap tools menulis skenario film yang ada memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan serta preferensi pengguna. Bagi penulis skenario pemula, berikut beberapa rekomendasi tools menulis yang bisa dicoba.

  • Kemudahan penggunaan: Scrivener, WriterDuet, dan Highland 2 adalah beberapa tools menulis skenario film yang paling mudah digunakan dan memiliki antarmuka yang user-friendly.
  • Kelengkapan fitur: Final Draft, Movie Magic Screenwriter, dan Celtx adalah tools menulis skenario film yang lengkap dengan fitur-fitur profesional yang sangat membantu proses menulis.
  • Online atau Offline: WriterDuet dan Celtx adalah tools menulis skenario film yang dapat digunakan secara online, sehingga memungkinkan kolaborasi dengan orang lain dari jarak jauh. Sedangkan tools menulis skenario film seperti Scrivener, Highland 2, dan Fade In Pro, dapat digunakan secara offline.

Perlu diperhatikan juga bahwa ada 2 jenis tools menulis, yaitu yang gratis dan berbayar. Bagi pemula, mungkin bisa mencoba tools gratis seperti Celtx atau Trelby. Bila ada budget, baru lah coba tools berbayar seperti Final Draft, Movie Magic Screenwriter, atau Scrivener.

Khusus untuk tools menulis yang berbayar, biasanya ada versi trial yang bisa dimanfaatkan selama beberapa hari untuk mencoba menggunakannya secara gratis. Selamat mencoba!

Like us!
Restu Aji Siswanto

Content Writer

1502 Posts

Gemar mengikuti perkembangan teknologi gawai, baik yang rilis di Indonesia maupun yang tidak masuk pasar lokal. Ketertarikan pada teknologi dan gawai menjadi motivasi untuk terus memberikan informasi, rekomendasi, dan tips berbelanja seakurat mungkin, melalui artikel dan ulasan produk.