Diperbaharui pada Kamis, 28 Juli 2022 | 17:20

Amar Bank Akan Perkuat Modal dan Perluas Ekosistem Digital di 2022

Amar Bank Akan Perkuat Modal dan Perluas Ekosistem Digital di 2022
PT Bank Amar Indonesia Tbk telah menyelenggarakan Virtual Public Expose 2022 dengan tema "Memperluas Ekosistem Digital: Sinergi untuk Maju". Pada kesempatan ini, AMAR memaparkan strategi bisnis 2022 setelah Investree membeli 10,9% sahamnya.

Vishal Tulsian, Presiden Direktur Amar Bank, mengatakan, pada tahun 2022, Amar Bank akan fokus pada penguatan permodalan, perluasan ekosistem digital, dan peningkatan kapabilitas layanan keuangan digital untuk memberikan layanan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia. 

Strategi pertama Amar Bank adalah menambah modal untuk memenuhi kebutuhan modal inti sebesar Rp 3 Triliun dari OJK. Hal tersebut dilakukan melalui Rights Issue pertama Mei lalu, serta masuknya Investree Singapore Pte Ltd sebagai 10,9% pemegang saham AMAR. Amar Bank juga berencana menggelar Rights Issue kedua pada tahun ini. 

“Setelah mendapat pernyataan efektif dari OJK, Amar Bank dapat melanjutkan rencananya, dimana Tolaram akan menjadi standby buyer. Dana yang didapatkan dari Rights Issue kedua ini nantinya akan digunakan untuk penguatan modal inti AMAR serta penyaluran kredit baik ke retail, UKM, dan korporasi,” ungkap David Wirawan, Executive Vice President Finance Amar Bank.

Sinergi dengan Investree merupakan strategi kedua untuk memperkuat ekosistem digital Amar Bank. Investree akan memberikan layanan berupa market channeling, di mana fasilitas pinjaman yang ditawarkan kepada debitur di platform Investree dibiayai oleh Amar Bank, yang akan memberikan aliran pendapatan tambahan bagi AMAR. 

Amar Bank Akan Perkuat Modal dan Perluas Ekosistem Digital di 2022
Jalur penyaluran kredit Amar Bank akan dibagi menjadi tiga sesuai dengan target segmennya, seperti Tunaiku yang melayani kredit mikro dengan kisaran Rp 2 juta - Rp 20 juta.

Market channeling Investree menyasar UMKM dengan memberikan pinjaman mulai dari kisaran Rp 100 juta hingga Rp 2 miliar. Terakhir, Business Banking menargetkan untuk melayani kredit korporasi, dengan pinjaman mulai dari Rp 500 juta.

“Ke depannya, semua pengajuan pinjaman dari ketiga channel ini akan segera dicairkan melalui Senyumku, sehingga setiap pengajuan pinjaman, nasabah akan otomatis memiliki rekening Senyumku untuk penarikan dana,” ujar R. Eka Banyuaji, SME, Corporate and Operations Director  Amar Bank.

Selain itu, dua produk unggulan Amar Bank, Tunaiku dan Senyumku, telah terintegrasi dalam satu ekosistem digital, sehingga memudahkan nasabah untuk mencapai tujuan keuangannya. Dengan integrasi ini, pinjaman dari Tunaiku dapat langsung disalurkan ke Senyumku. 

Nasabah juga dapat mengajukan pinjaman Tunaiku melalui Senyumku. Kemudian, nasabah Tunaiku juga dapat memanfaatkan fitur Senyumku seperti FinSight (financial insight), Kartu Debit, dan produk tabungan Celengan atau Deposito.

Selama 8 tahun terakhir, Tunaiku telah berhasil menjadi platform pinjaman digital yang berdampak positif pada peningkatan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

Per Juli 2022, Tunaiku telah membantu kehidupan masyarakat Indonesia dengan menyetujui 850.000 pinjaman dengan total pencairan Rp 8 Triliun sejak 2014.

Tunaiku juga berkontribusi besar terhadap portofolio pinjaman UMKM Amar Bank yang telah mencapai 450.000 UMKM dengan total penyaluran Rp 7,3 triliun sejak 2014.

Like us!
Nur Abdillah

Content Writer

1935 Posts

Punya pengalaman di beberapa media yang mengulas gadget, seperti Tabloid SMS, Tabloid Roaming, Majalah Digicom hingga Majalah Techlife. Selalu berusaha berbagi informasi yang akurat dan terupdate seputar teknologi dan gadget.