Diperbaharui pada Jumat, 21 Mei 2021 | 16:02

Panduan Membeli dan Merawat Mesin Cuci Agar Tahan Lama

mesin cuci rusakFoto: businessinsider.com

Sebagai sebuah perangkat elektronik, mesin cuci tentu memiliki usia pakai di mana usia pakai tersebut sangat tergantung pada berbagai faktor baik internal maupun eksternal.

Faktor internal biasanya dari harga dan kualitas, sedang faktor eksternal biasanya dari cara pakai dan kondisi lingkungan rumah tinggal.

Mesin cuci modern yang beredar saat ini diklaim bisa bertahan sekitar 5 tahun karena rata-rata vendor memberikan garansi motor hingga 5 tahun.

Namun untuk mesin cuci mahal, vendor ada yang menawarkan garansi hingga 10 tahun. Jika dirawat dengan benar, mesin cuci memang bisa bertahan jauh lebih lama.

Menariknya, mesin cuci produksi lama malah usianya bisa jauh lebih lama, bahkan ada yang mencapai 30 tahun, karena mesin cuci produksi lama pada umumnya memiliki komponen yang terbuat dari baja.

Sedangkan untuk mesin cuci modern yang beredar saat ini dari bodi hingga bagian-bagian dalamnya banyak yang menggunakan bahan plastik.

Hal ini tentunya cukup berpengaruh pada keawetan mesin cuci. Untuk produk mesin cuci lama, bahkan sering diberikan garansi seumur hidup karena jaminan keawetannya. Konsekuensinya, harga mesin cuci lama jauh lebih mahal dan tidak menjangkau semua kalangan.

Jika vendor banyak yang memberikan garansi motor hingga 5 tahun, pada kenyataannya banyak konsumen yang mengaku mesin cuci mereka mulai bermasalah saat usianya mencapai 3 tahun.

Ada saja bagian-bagian mesin cuci yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Biasanya vendor memberikan garansi full tanpa biaya untuk 1 tahun pertama.

Untuk tahun selanjutnya biasanya hanya untuk bagian-bagian tertentu dan terutama untuk bagian motor. Jika memang bagian motor yang bermasalah, maka Anda masih bisa mendapatkan servis gratis atau bahkan penggantian motor jika masih dalam masa garansi.

Namun jika kerusakan ada pada bagian-bagian lain maka tentunya Anda harus merogoh kocek untuk membeli spare part baru.

Penyebab Mesin Cuci Menjadi Tidak Awet

mesin cuci rusakFoto: deappliancefix.com

Rata-rata mesin cuci yang cepat rusak adalah mesin cuci yang harganya murah dan digunakan tanpa memperhatikan aturan pemakaian yang disarankan.

Konsumen sekarang biasanya menginginkan mesin cuci yang terbaik namun dengan harga yang murah di mana hal tersebut menjadi hal yang cukup sulit dipenuhi produsen.

Namun karena permintaan akan mesin cuci terbaik namun harganya murah tersebut sangat besar, maka produsen akan memenuhinya dengan memproduksi mesin cuci dengan mesin dan bahan yang berkualitas rendah di berbagai jenis mesin cuci untuk menekan harga.

Mesin cuci yang bagus tentu saja harus menggunakan bahan dan mesin yang bagus. Narena permintaan konsumen adalah mesin cuci dengan harga murah, spin speed kencang, kapasitas besar dan fitur terbaik maka produsen akan memenuhinya dengan menggunakan bahan yang disesuaikan dengan harga tersebut yang tentunya sangat kurang kualitasnya.

Akibatnya tentu saja mesin cuci jadi cepat rusak dan aus karena dipaksa bekerja keras namun dengan spesifikasi mesin yang sebenarnya tidak sesuai.

Kriteria Mesin Cuci yang Awet

Sebenarnya kriteria apa saja yang harus dipenuhi oleh mesin cuci sehingga bisa dianggap awet? Tentu saja adalah usianya yang mampu bertahan lama di mana dalam waktu yang lama tersebut mesin cuci masih bisa beroperasi dengan semestinya, sama seperti saat pertama kali dipergunakan.

Tidak ada gangguan-gangguan atau error-error yang terjadi dan tentunya tidak ada masalah-masalah selama proses pencucian. Biasanya mesin cuci dari merek terpercaya dan banyak dicari konsumen adalah mesin cuci yang relatif awet.

Istilah ada harga ada rupa juga sangat berpengaruh di mana semakin mahal harga mesin cuci tentu kualitasnya semakin baik dan tentunya lebih awet karena bisa dipastikan mesin cuci tersebut dibuat dengan bahan-bahan yang lebih baik dan berkualitas

Namun jika Anda memang mau mencari mesin cuci dengan harga yang lebih terjangkau namun berkualitas, Anda bisa membanding-bandingkan fitur yang dimiliki serta membaca review-review dari internet mengenai mesin cuci incaran Anda.

Panduan Membeli Mesin Cuci

Agar mesin cuci awet, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya. Selain mempertimbangkan harga, merek dan jaringan service center, ada baiknya Anda juga memperhatikan hal-hal berikut sebelum membeli mesin cuci:

1. Periksa Tabung Mesin Cuci

mesin cuci awetFoto: justanswer.com

Bahan tabung mesin cuci bisa terbuat dari plastik, enamel, atau stainless steel. Bahan tabung terbaik adalah dari stainless steel karena bahan ini terbukti paling awet dan tahan terhadap putaran berkecepatan tinggi.

Namun jika memang Anda memilih mesin cuci dengan tabung berbahan plastik hal ini juga bisa dipertimbangkan karena  bahan ini lebih tahan lama dibandingkan bahan enamel yang lebih mudah berkarat.

2. Pilih Mesin Cuci dengan Program yang Sesuai Kebutuhan

mesin cuci awetFoto: consumerreports.org

Banyaknya program yang ditawarkan mesin cuci modern sekarang ini perlu disikapi secara lebih hati-hati. Semakin kompleks pemrograman sebuah mesin cuci, semakin besar pula risiko kerusakannya.

Oleh karena itu, pastikan bahwa pilihan program-program yang ditawarkan oleh sebuah mesin cuci memang sesuai dengan kebutuhan.

Biasanya semakin canggih mesin cuci, semakin sedikit tombol yang disediakan karena vendor menyadari bahwa semakin sedikit tombol yang disertakan akan meminimalisir kerusakan yang bisa terjadi karena salah pengoperasian.

3. Pilih Mesin Cuci dengan Fitur Code Error

mesin cuci awetFoto: justanswer.com

Fitur code error sangat bermanfaat untuk mengetahui kerusakan yang terjadi di mesin cuci karena fitur ini akan menampilkan kode tertentu pada layar digital di panel mesin cuci untuk memberitahu kerusakan apa yang terjadi.

Misalnya, kode kerusakan pintu mesin cuci adalah E2 untuk merek Sharp, E40 untuk merek Elextrolux, dan dE untuk merek LG.

Faktor yang Mempengaruhi Keawetan Mesin Cuci

mesin cuci awetFoto: webful.us

Keawetan sebuah mesin cuci tergantung pada banyak faktor. Selain faktor dari vendor sendiri juga tentunya dari cara konsumen menggunakan mesin cuci tersebut dan yang terutama adalah frekuensi penggunaan mesin cuci.

1. Baca Buku Manual

Bacalah buku manual dengan seksama dan pasanglah mesin cuci dengan benar. Dengan instalasi yang benar maka mesin cuci akan bekerja dengan baik dan terhindar dari masalah dan error.

Dengan instalasi yang tidak benar, bisa mengundang risiko tersengat listrik apalagi adanya air akan memperburuk kondisi sengatan listrik. Maka hal ini menjadi yang terpenting dan harus diperhatikan saat pertama kali memasang mesin cuci.

2. Penempatan Mesin Cuci

Lokasi penempatan mesin cuci juga cukup berpengaruh pada keawetan mesin cuci. Mesin cuci harus diletakkan di permukaan yang datar dan terhindar dari genangan air juga panas matahari langsung karena panel-panel listrik yang terdapat di mesin cuci rawan terhadap percikan air.

Panas matahari secara langsung dapat merusak bodi mesin cuci. Pastikan ventilasi pada mesin cuci tidak tertutup agar suhu mesin cuci tetap stabil selama bekerja. Pastikan ada ruang pada sisi belakang dan samping mesin cuci, jangan merapatkan mesin ke dinding.

3. Jangan Melebihi Kapasitas Mesin Cuci

Jumlah pakaian yang dicuci juga harus disesuaikan karena dengan jumlah yang tepat maka mesin cuci bisa bekerja dengan optimal dan mesin tidak terbebani. Perhatikan jumlah dan jenis deterjen yang digunakan karena hal ini juga menentukan kinerja mesin cuci yang akan berpengaruh pada keawetan mesin.

4. Frekuensi Mencuci

Frekuensi mencuci juga mempengaruhi usia mesin cuci di mana semakin sering digunakan tentu saja mesin cuci menjadi berkurang keawetannya.

Kebanyakan mesin cuci murah didesain untuk digunakan sebanyak 600 – 1000 kali sehingga jika mesin cuci digunakan 6 kali seminggu maka usia mesin cuci hanya akan bertahan selama 2 – 3 tahun saja.

Namun mesin cuci yang jarang dipakai juga tidak menjamin menjadi lebih awet karena yang paling penting untuk menjaga keawetan adalah dengan rutin merawat dari luar dan dari dalam.    

Tips Merawat Mesin Cuci Agar Awet

mesin cuci awetFoto: honestinspector.com

Untuk menjaga mesin cuci tetap bisa bekerja dengan optimal dan usianya bisa panjang, Anda sebaiknya memperhatikan betul cara penggunaannya. Dengan pengoperasian yang benar maka mesin cuci akan terhindar dari kerusakan.

Dengan perawatan rutin dan tepat, Anda tentunya bisa memperpanjang usia mesin cuci Anda dan tentunya mengurangi biaya servis. Berikut beberapa cara merawat mesin cuci agar tetap awet:

1. Gunakan Deterjen Khusus Mesin Cuci

Gunakan deterjen yang benar dan air sesuai dengan petunjuk penggunaan. Saat ini di toko sudah banyak beredar bermacam jenis deterjen untuk mesin cuci yang sudah disesuaikan dengan tipe mesin cuci.

Dari jenis bubuk dan cair sudah tersedia untuk bukaan atas dan bukaan depan. Biasanya deterjen untuk mesin cuci memiliki busa yang lebih rendah jika dibanding deterjen untuk mencuci cara kucek.

Hal ini karena terlalu banyak busa bisa menimbulkan kotoran dan kerak yang berpotensi merusak komponen eletronik di dalam mesin cuci.

Sebaiknya hindari deterjen dari home industry yang tidak pas komposisi kandungan kimianya dan Anda bisa membeli deterjen dari pabrikan terkemuka karena biasanya sudah memiliki kontrol kualitas, rendah busa, komposisi bahan kimia yang jelas, daya bersih kuat, ramah lingkungan dan memiliki fitur anti kerak mesin.

2. Bersihkan Mesin Cuci

Bersihkan mesin cuci secara berkala meskipun jika mesin cuci belum menampilkan perintah untuk mencuci tabung. Anda bisa membersihkan tempat sabun, saluran buang dan bodi mesin cuci karena dengan dibersihkan tentunya kotoran tidak akan menumpuk.

Mengeringkan tabung setelah mencuci juga lebih baik karena mesin cuci yang lembab akan meningkatkan risiko penumpukan kuman dan membuat pakaian menjadi bau. Bersihkan bagian yang dialiri air secara berkala agar tidak berlumut.

Bersihkan bagian dalam mesin dengan deterjen yang dicampur klorin lalu nyalakan mesin sampai satu putaran cuci selesai. Filter mesin cuci sebaiknya dibersihkan minimal 1 kali dalam seminggu.

3. Hindari Membuka Pintu Saat Mesin Cuci Menyala

Hindari membuka pintu atau  memasukkan benda ke dalam mesin ketika mesin sedang bekerja. Selain mematikan mesin secara paksa, perilaku tersebut akan lebih cepat merusak dinamo dan juga mesin putar mesin.

4. Hindari Menyemprot Panel Mesin Cuci

Jangan menyemprotkan air ke kontrol panel jika tidak ingin terjadi korsleting pada mesin cuci. Selain itu, jika timer pada mesin masih berupa putaran, ingat untuk selalu memutarnya ke arah kanan.

5. Sesuaikan Pengaturan Mencuci Anda

Hindari menggunakan setting program yang sama untuk semua jenis pakaian. Meskipun ada pengaturan regular atau otomatis, namun jika ada pilihan yang disesuaikan dengan jenis pakaian yang akan dicuci Anda sebaiknya memilih pengaturan tersebut.

Selain mesin cuci bisa bekerja dengan optimal, pakaian Anda juga bisa lebih awet dan lebih bersih.

6. Cabut Kabel Setelah Mencuci

Selalu matikan mesin dan cabut kabul dari stop kontak setelah mesin selesai digunakan. Jangan meninggalkan pakaian yang sudah selesai dicuci terlalu lama di mesin cuci karena pakaian akan bau kembali dan Anda harus mencuci ulang.

Like us!
Restu Aji Siswanto

Restu Aji Siswanto

Content Writter

703 Posts

Gemar mengikuti perkembangan teknologi gawai, baik yang rilis di Indonesia, maupun yang tidak masuk pasar lokal. Selain gawai, juga aktif menulis tentang otomotif, dan mengulas berbagai macam produk elektronik. Ketertarikan pada teknologi dan gawai, menjadi motivasi untuk terus memberikan informasi, rekomendasi, dan tips berbelanja seakurat mungkin, melalui artikel dan ulasan produk.