Kirin 710 vs Snapdragon 636, Duel Chipset Kelas Menengah Berkemampuan Tinggi

Oleh Rizki Abadi updated Selasa, 24 Jul 2018 | 17:53

Image via DroidHolic

Persaingan pasar smartphone kelas menengah tidak melulu bicara mengenai produk smartphone saja. Lebih dari itu, masih ada hal lain yang menarik untuk dibahas, salah satunya adalah masalah chipset.

Chipset sendiri sangat menarik untuk dibahas karena komponen inilah yang akan menjadi salah satu penentu utama kemampuan dari sebuah smartphone. Saat ini, Qualcomm menjadi raja dari produsen chipset kelas menengah, terutama dari produk seri Snapdragon 600 melalui Snapdragon 636.

Chipset ini belakangan sedang naik daun karena menawarkan performa yang mengesankan, dan hp-hp yang menggunakan chipset ini rata-rata dijual murah seperti ASUS Zenfone Max Pro M1 dan Xiaomi Redmi Note 5. Kini, Snapdragon 636 mendapat lawan tangguh dari chipset buatan Huawei, yaitu HiSilicon Kirin 710.

Chipset ini memulai debutnya pada produk smartphone Huawei Nova 3i yang baru saja diluncurkan dan akan dirilis di Indonesia pada 31 Juli nanti. Mau tahu perbandingan kemampuan dari keduanya? Berikut ini pembahasannya:

Spesifikasi

Sebelum membahas lebih jauh, kita bisa melihat tabel di bawah ini:

  Huawei Kirin 710 Qualcomm Snapdragon 636
Pabrikasi 12nm 14nm
CPU 2.2GHz 4x ARM Cortex-A73 + 1.7GHz 4x ARM Cortex-A53 64-bit 8x Qualcomm Kryo 260 CPU
GPU ARM Mali-G51 MP4 GPU Qualcomm Adreno 509 GPU
Clock Speed Up to 2.2 GHz Up to 1.8 GHz
Display Full HD+ 2340 x 1080 pixel Full HD+ 1080 x 2160 pixel
Kamera Up to 16MP + 2MP Dual Cameras Up to 16 MP dual camera dan Up to 24 MP single camera 14-bit Qualcomm Spectra 160 ISP
Fitur Lainnya 4G VoLTE, Wi-Fi 802.11 ac (2.4GHz / 5GHz) 2×2 MIMO, Bluetooth 4.2 LE, GPS + GLONASS 1x1 802.11ac with MU-MIMO, Bluetooth 5.0, GPS, GLONASS, Beidou, Galileo

Dari paparan tabel di atas, kita mungkin sudah bisa melihat perbedaan spesifikasi secara umum dari Kirin 710 dan Snapdragon 636. Bahkan mungkin kita sudah punya gambaran akan seperti apa kemampuan dari kedua chipset ini.

Dari segi pabrikasi, Kirin 710 bekerja dalam proses pabrikasi 12nm, yang mana itu lebih unggul dari Snapdragon 636 yang menggunakan proses pabrikasi 14nm. Keunggulan yang dimiliki Kirin 710 ini akan membuat konsumsi dayanya menjadi lebih baik dari Snapdragon 636.

Snapdragon 636 menggunakan CPU octacore berbasis Kryo 260 punya kemampuan clocking sampai 1.8Ghz. Nilai ini masih kalah bila dibandingkan dengan Kirin 710, yang mengandalkan CPU 4 inti ARM Cortex-A73 dengan clocking sampai 2.2GHz dan 4 inti lainnya ARM Cortex-A53 dengan clocking 1.7GHz.

Sementara untuk GPU, Qualcomm Snapdragon 636 mengandalkan Adreno 509, sementara Huawei Kirin 710 menggunakan ARM Mali-G51 MP4 GPU. Dari sini, Huawei juga masih unggul.

Malah kemampuan dari Kirin 710 sendiri diprediksi akan semakin baik, karena Huawei saat ini sedang gencar memberikan update fitur GPU Turbo yang akan membuat performa smartphone dengan chipset Kirin 710 akan semakin baik.

Dukungan layar dari Kirin 710 juga sangat baik yaitu menawarkan resolusi Full HD+ 2340 x 1080 pixel. Bandingkan dengan Snapdragon 636 yang mendukung resolusi Full HD+ 1080 x 2160 pixel.

Tapi, apakah Kirin 710 unggul dari semua aspek dibanding Snapdragon 636? Tentu saja tidak. Dari tabel tersebut terlihat kalau Snapdragon 636 menawarkan smartphone yang menggunakannya kemampuan kamera dengan resolusi lebih baik yaitu 14-bit Qualcomm Spectra 160 ISP yang mendukung sensor kamera sampai 16 MP dalam mode dual camera dan sampai 24 MP dalam mode single camera.

Sementara Kirin 710 hanya mendukung fitur dual kamera 16MP + 2MP. Walau begitu, chipset ini sudah mendapat upgrade DSP and ISP yang cukup signifikan untuk mendukung fitur kamera, agar smartphone yang menggunakannya memiliki kemampuan lebih baik dalam memotret dalam kondisi mini cahayadan sudah mendukung fitur AI.

Apakah Snapdragon 636 Bukan Chipset Bagus?

Bila kita hanya melihat dari gambaran perbandingan di atas kertas spesifikasi dari Kirin 710 dan Snapdragon 636, lalu menganggap Snapdragon bukanlah chipset yang bagus atau biasa-biasa saja, maka kamu salah besar.

Sebab, pada dasarnya, setiap chipset memiliki dukungan untuk smartphone dengan pangsa pasar berbeda. Pada Snapdragon 636, kita mungkin sudah tahu beberapa produk terkenal yang menggnakannya dan rata-rata dari smartphone yang menawarkan chipset ini dijual dengan harga murah.

Contoh, pada ASUS Zenfone Max Pro M1, harga jual produknya hanya Rp2.2 jutaan saja ketika diluncurkan. Atau Xiaomi Redmi Note 5, yang dijual tidak jauh berbeda dan dianggap tidak memiliki cela di jajaran produk smartphone kelas menengah.

Selain itu, kamu sudah melakukan review pada ASUS Zenfone Max Pro M1, dan hasil reviewnya bisa dibilang sangat memuaskan. Hasilnya, hp ini bisa melibas banyak game dengan lancar.

Kesimpulan

Perbandingan spesifikasi di atas hanya di atas kertas saja. Bila dilihat dari spesifikasinya, chipset Kirin 710 sendiri menurut kami lebih cocok untuk bersaing dengan jajaran chipset yang kemampuannya sedikit di atas Snapdragon 636, seperti Snapdragon 660 atau Mediatek Helio P60.

Karena secara kemampuan keduanya cukup mirip dengan Kirin 710, bahkan ada beberapa bagian dari keduanya yang unggul dari chipset terbaru Huawei ini. Harga jual produk yang menggunakannya yaitu, Huawei Nova 3i (baru 1 produk) baru bisa diketahui pada 31 Juli nanti.

Kemampuan dari smartphone ini sendiri juga masih harus dilakukan tes lebih lanjut secara langsung agar bisa mengetahui kemampuan aslinya. Jadi, tunggu kabar selanjutnya saja ya!

Artikel Lainnya

Komentar