Ian Mulyana
Apprentice Level 3
21 Pebruari 2016 - 06:21

Review Huawei Honor 4X : Phablet 4G dengan desain stylish diharga 2juta-an

Review ini bersifat subjektif,murni berdasarkan pengalaman saya selama menggunakan device ini kurang lebih 1 bulanan sebagai daily driver saya.

Desain

Yang pertama dibahas yaitu dari sisi Desain. Pertama kali memegang phablet ini yang dirasakan adalah tampilannya stylish,berat,kokoh dan terasa bukan phablet yang terbuat dari bahan murahan walaupun secara keseluruhan terbuat dari bahan dasar plastik. Back covernya dipercantik dengan dengan tekstur seperti kain Jeans. Sehingga ketika memegangnya tidak terasa licin,memberikan grip yang solid ketika dipegang dan juga tidak mudah meninggalkan bekas sidik jari atau keringat. Dengan bobot yang lumayan berat yaitu kurang lebih sekitar 165 gram cukup lumayan membuat pegal saat menggunakan phablet ini berlama-lama. Karena desainnya tidak mengusung desain unibody,jadi kita perlu melepas back covernya untuk memasukkan kartu SIM atau kartu memori.

Layar

Beralih ke sektor layar. Untuk layarnya sendiri menggunakan teknologi IPS capassitive touchscreen dengan bentang layar 5.5” itulah alasannya Huawei Honor 4x ini bisa dikategorikan ke keluarga phablet (Phone Tablet) karena ukuran layarnya yang cukup besar. Walaupun resolusi layarnya belum Full HD yaitu masih beresolusi HD 720 X 1280p dengan kerapatan piksel 267ppi tetapi tampilannya cukup nyaman dengan reproduksi warna yang bagus dan sudut pandang atas,bawah dan samping yang cukup luas. Tersedia juga fitur Auto Brightness yang dapat menyesuaikan kecerahan layar secara otomatis sesuai dengan kondisi pencahayaan. Yang disayangkan dari sisi layarnya yaitu belum menggunakan proteksi layar apapun,sehingga mudah sekali untuk tergores,disarankan untuk memakai proteksi tambahan screenguard seperti tempered glass.

Konektivitas

Konektivitasnya sendiri sudah mendukung jaringan 4G. Selama pemakaian  dicoba menggunakan berbagai macam kartu operator GSM yang sudah mendukung jaringan 4G,semuanya bisa dijalankan dengan normal dengan catatan daerah dimana kita menggunakan phablet ini sudah terjangkau sinyal 4G dari setiap operator yang kita gunakan.

User Interface

Lanjut kesisi User Interface. Pada saat pertama kali dinyalakan Huawei Honor 4X ini berada pada sistem operasi Android KitKat versi 4.4.2 dan dapat diupgrade secara manual ke sistem operasi Android LolliPop versi 5.1.1 yang bisa didownload di situs resmi Huawei. Menggunakan user interface khas milik Huawei yaitu Emotion UI yang biasa disebut dengan EMUI. Tampilannya terlihat simple,ikon aplikasi yang diinstal akan terpampang langsung di home screen tanpa adanya application drawer. Untuk lebih mempercantik tampilannya kita bisa memilih berbagai macam tema yang disediakan dan bisa didownload secara gratis. Tema yang disediakan cukup banyak dari berbagai kategori. Selain itu EMUI ini tidak mengkonsumsi banyak RAM, pada saat pertama kali dinyalakan RAM yang tersisa menunjukkan sisa sekitar 1,1-1,2GB dari total RAM 2GB. Walaupun EMUI ini terbilang cukup ringan tetapi bukan berarti minim fitur. Di Huawei Honor 4X ini sudah disematkan berbagai macam fitur motion gestures,seperti cukup mengetuk layar dua kali pada saat layar keadaan mati untuk menghidupkan layar,menempelkan telapak tangan pada layar dalam keadaan hidup untuk mengunci layar,menuliskan huruf “C” pada saat layar dalam keadaan mati untuk langsung membuka aplikasi kamera,menuliskan huruf “M” pada saat keadaan layar mati untuk langsung membuka aplikasi music,dan masih banyak lagi motion gestures yang lain yang dapat kita sesuaikan fungsinya sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Hardware

 Ada dua versi Huawei Honor 4X,pertama yaitu yang menggunakan prosesor buatan Huawei sendiri yaitu HiSilicon Kirrin versi 620 Octa Core 1.2GHZ,dan yang kedua menggunakan prosesor Snapdragon 410 dari Qualcom 1.2GHZ. Dan yang direview disini adalah yang versi prosesor Qualcom Snapdragon 410 Octa Core 1.2GHZ. Dibekali RAM 2GB dan memori internal 8GB,tetapi sisa memori internal yang dapat digunakan hanya 2GB-an saja karena sudah terpakai oleh sistem pada saat pertama kali device dinyalakan. Slot memori eksternalnya sendiri mendukung micro SD sampai 32GB,dan belum mendukung USB OTG.

 Pada saat menjalankan berbagai macam aplikasi seperti membuka aplikasi social media,messenger,browsing,dan main game secara bersamaan terasa lancar tanpa adanya lag yang berarti,berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi yang lain berjalan mulus. Hanya saja phablet ini dirasa kurang cocok untuk gamers yang suka memainkan game-game HD. Pada saat memainkan beberapa game HD seperti RipTide GP dan Kritika dikualitas tampilan medium terasa agak tersendat-sendat walaupun tidak sampai sangat menggangu. Untuk memainkan game-game casual seperti Clash of Clan,CandyCrush,Subway Surfer dapat dimainkan dengan lancar tanpa adanya hambatan.

 Kapasitas baterainya sendiri 3000mAh,performa baterainya cukup impresif. Pada saat digunakan secara terus menerus menjalankan berbagai aplikasi dan game bisa bertahan sampai 4 jam-an bahkan lebih kalau tanpa bermain game. Untuk pemakaian normal ketahanan baterainya bisa tahan hingga 12-14 jam-an dari kondisi baterai 100% terisi penuh sampai dengan sisa 10-20%. Untuk mengisi daya baterai dibutuhkan waktu kira-kira 3 jam dari posisi 15% daya baterai sampai full 100% dengan output kepala charger 2 ampere. Lumayan lama memang karena belum mendukung fast charging.

Kamera

Dari sisi kamera Huawei Honor 4X dibekali dengan resolusi 13MP dikamera belakang disertai dengan fitur touch focus,smile detection,panorama,HDR dan all focus.Kualitas tangkapan kamera belakangnya cukup bagus untuk range harga phablet 2 jutaan walaupun tidak bisa dikatakan sangat istimewa dengan reproduksi warna yang terlihat natural,ketajaman gambar yang cukup dalam pengambilan gambar kondisi cukup cahaya. Untuk kondisi kurang cahaya kualitas gambarnya terdapat banyak nois tetapi bisa diakali dengan menghidupkan lampu flash untuk menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik. Dalam merekam video kamera depannya mampu mengambil video dengan resolusi sampai dengan 1080@30fps dengan hasil rekaman videonya yang bisa dikatakan biasa-biasa saja.  Kamera depan yang beresolusi 5MP dirasa lebih dari cukup untuk mengambil photo selfie,hasil jepretannya bisa dikatakan bagus untuk resolusi kamera depan 5MP meskipun bukan yang terbaik dikelas 5MP. Selain untuk berfoto selfie kamera depannya juga bisa digunakan untuk merekam video dengan kualitas video beresolusi sampai dengan 720p dengan kualitas yang biasa-biasa saja.

Multimedia

Terakhir dari sektor multimedia. Dipakai streaming video atau menonton film dengan durasi yang cukup lama tampilannya terasa lumayan nyaman,karena memiliki bentang layar yang cukup besar dengan sudut pandang yang lumayan luas. Tetapi audio yang dihasilkan dari keluaran speakernya bisa dikatakan datar,kurang lantang,terkesan cempreng,tidak terasa bass atau treble nya,walaupun tidak bisa dikatan jelek juga. Pada saat digunakan memakai earphone untuk mendengarkan musik baru terasa keluaran audionya jadi lebih hidup.

Untuk kesimpulannya saya tuliskan beberapa poin yang menjadi kekurangan dan kelebihan dari Huawei Honor 4X ini.

Kelebihan :

  • Harganya relative terjangkau
  • Desain Stylish
  • Sudah mendukung konektivitas 4G
  • Performa baterai yang cukup impresif
  • Kualitas kamera lumayan bagus di range harga 2 jutaan

Kekurangan :

  • Layarnya tidak menggunakan proteksi layar apapun (Seperti Gorilla Glass atau Dragon Trail)
  • Kapasitas memori internal yang minim
  • Tidak mendukung USB OTG
  • Keluaran audio yang datar

 Demikian review saya tentang Huawei Honor 4X semoga dengan adanya review ini bisa membantu pembaca yang berniat membeli device ini sebagai pertimbangan sebelum membeli.

Apakah post ini bermanfaat?

Komentar

  • Stephen Lukas
    Senior Level 10

    wah kalo ane sih prefer xiaomi

  • Ian Mulyana
    Apprentice Level 3

    wah kalo ane sih prefer xiaomi

    Stephen Lukas

    Semuanya kembali ke selera masing-masing gan... Terima kasih ya sebelumnya sudah mampir di thread ane hehe

  • evanyzd
    Wizard Level 21

    Semuanya kembali ke selera masing-masing gan... Terima kasih ya sebelumnya sudah mampir di thread ane hehe

    Kang Ian

    agan mau ikutan lomba review ya? Kalau iya di post product review aja. Sayang kalo cuma di forum hehe

  • Bima Satria
    Master Level 25

    nice reviewnya, jelas dan padat!

  • Ian Mulyana
    Apprentice Level 3

    agan mau ikutan lomba review ya? Kalau iya di post product review aja. Sayang kalo cuma di forum hehe

    evanyzd

    Iya nih... salah psting. Maklum Newbie heheh

    Terima kasih ya sudah mampir

  • Ian Mulyana
    Apprentice Level 3

    nice reviewnya, jelas dan padat!

    Adam Rinaldi Saputra

    Heheh terima kasih gan... baru belajar nge review nih