Archie Winata
Junior Level 5
09 Pebruari 2016 - 19:26

Tak Hanya Ford, Toshiba dan Panasonic Juga Hengkang Dari Indonesia, Kenapa?

Entah apa yang salah dengan Indonesia. Bila kemarin kita cukup dikagetkan dengan perginya Perusahaan Otomotif Ford dari Indonesia kini terdengar kabar yang kurang baik lagi bagi Indonesia. Dikabarkan bahwa dua produsen alat elektronik besar yakni Toshiba dan Panasonic akan menutup pabrik pabrik mereka di Indonesia.

Presiden dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI Said Iqbal menyatakan bahwa perusahaan Toshiba sudah menutup satu satunya pabrik mereka di Cikarang, Bekasi dan dengan demikian merumahkan ratusan pekerja mereka. Toshiba tercatat memiliki 6 pabrik besar di Indonesia namun satu persatu tutup dan sekarang sudah tidak ada lagi pabrik Toshiba di Indonesia.

Pabrik yang tutup di Cikarang Bekasi tersebut merupakan pabrik televisi Toshiba terbesar di Indonesia selain di Jepang. Di Batam sebenarnya masih ada pabrik Toshiba namun di sana khusus memproduksi printer dan pabriknya tidak terlalu besar. Hal ini diungkapkan Said Iqbal.

Dia menambahkan bahwa pihak Toshiba akan secara efektif menghentikan kegiatan mereka di Indonesia mulai April mendatang. Dan kini sedang dilakukan negosiasi mengenai pesangon untuk para karyawan yang dirumahkan atau diberhentikan. Tercatat ada sekitar 900 karyawan yang di PHK karena penutupan pabrik ini.

Said juga memberikan informasi bahwa Panasonic juga menutup dua pabriknya di Indonesia. Pertama adalah Panasonic Lighting Indonesia di Pasuruan Jawa Timur pada awal Januari dan satu pabrik lainnya di bulan Februari yang terletak di Kawasan Industri Bekasi.

Dari penutupan pabrik di Pasuruan ini ada sekitar 600 karyawan terkena PHK sedangkan di Cikarang penutupan Panasonic di sana menyebabkan sekitar seribu karyawan terkena PHK. Ada total sekitar 2500 orang terkena PHK dari penutupan pabrik Toshiba dan Panasonic. Said menyebut hal ini sebagai sinyal negatif investasi di Indonesia.

Penutupan pabrik pabrik ini diakibatkan angka penjualan yang menurun. Menurut Said persaingan di bidang elektronik sekarang ini lebih ketat dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya dan contohnya produk televisi Toshiba yang sudah kurang laku lagi akhir akhir ini. Menurunnya daya beli masyarakat juga turut menyumbang terjadinya kejadian ini.

SUMBER

Apakah post ini bermanfaat?

Komentar

  • Bima Satria
    Master Level 25

    PHK dimana mana, emang keras pasar Indonesia