Archie Winata
Junior Level 5
09 Pebruari 2016 - 11:50

SwiftKey Akan Tetap Ada di PlayStore Setelah Diakuisisi Microsoft!

Update 3 Februari 2016

Sudah resmi kabar bahwa Microsoft mengakuisisi SwiftKey, hal ini sudah dikonfirmasi oleh kedua belah pihak. Tim pengembang SwiftKey akan bekerjasama nantinya dengan Microsoft dan terus mengembangkan SwiftKey ini dan Anda para user tetap bisa mendownloadnya di toko aplikasi online Android dan iOS.

Teknologi terapan SwiftKey akan diaplikasikan ke dalam keyboard khusus Microsoft WordFlow yang dimana akan digunakan di iOS terlebih dahulu baru kemudian Android. Dan teknologi ini juga akan diaplikasikan ke dalam beberapa program lain nantinya.

Menurut bagian riset dan teknologi dari Microsoft, akusisi ini menjadi bukti bahwa Microsoft ingin menghadirkan teknologi dan aplikasi unggulan dan teranyar ke berbagai platform dimulai dari Windows lalu kemudian iOS dan Android.

Postingan sebelumnya 2 Februari 2016

Ada kabar kurang mengenakkan terutama bagi Anda yang sering menggunakan virtual keyboard SwiftKey. Microsoft dikabarkan akan mengakuisisi perusahaan virtual keyboard tersebut dengan nilai transaksi sebesar 250 juta USD. Nampaknya Microsoft ingin menggunakan virtual keyboard tersebut (diyakini sudah terpasang pada 300 juta gadget) berikut teknologinya untuk memperkuat posisi Microsoft yang tengah mengalami kemunduran baik itu di pasar mobile gadget dan teknologi penerapan kecerdasan buatan atau AI.

Tidak salah Microsoft ingin mengakuisisi SwiftKey ini karena walaupun virtual keyboardnya terkesan sederhana namun menyimpan teknologi canggih dengan pemrograman serta kecerdasan buatan yang dikatakan mampu memprediksi ketikan dari para pengguna keyboard tersebut. SwiftKey juga merancang perangkat khusus untuk kaum difabel terkenal di bidang sains Stephen Hawking agar profesor tersebut tetap dapat berkomunikasi. SwiftKey juga tengah mengembangkan teknologi yang memudahkan kaum difabel nantinya dalam berkomunikasi melalui app Symbol.

SwiftKey merupakan sebuah perusahaan bertenaga kerja sejumlah 150 orang yang berpusat di kota London, Inggris. Dari akuisisi ini masing masing co-foundernya diramalkan dapat meraup keuntungan 30 juta USD. Akuisisi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence sendiri bagaikan sebuah lomba balapan diantara produsen produsen raksasa. Google sedang memimpin dengan Deep Research yang diakuisisinya pada 2014 lalu. Sedang Apple terus mengekor dengan VocalQ yang secara native dipergunakan dalam aplikasi Siri.

Mengakuisisi SwiftKey bagaikan sekali mendayung dua pulau terlampaui bagi Microsoft. Tindakan ini merupakan upaya Microsoft untuk kembali eksis di pasar mobile gadget yang selama ini didominasi oleh dua raksasa Android dan iOS. Dan di sektor AI atau kecerdasan buatan di mana Microsoft tidak terdengar sama sekali gaungnya.

Belum dapat dipastikan apakah yang akan terjadi terhadap virtual keyboard SwiftKey ini. Sejauh ini keyboard ini belum diaplikasikan ke Windows dan untuk Android dan iOS pula. Microsoft belum mengeluarkan statement resmi mereka. Kita berharap SwiftKey tidak bernasib sama seperti Sunrise, app kalendar yang digantung terus oleh Microsoft sampai akhirnya hanya digabung dengan Microsoft Outlook.

SUMBER

Apakah post ini bermanfaat?

Komentar