evanyzd
Wizard Level 21
28 Desember 2015 - 08:54

Huawi Mau Salip Apple. Bisa?

Gans ada kabar bahwa Huawei akan menggenjot investasi untuk research & development(R&D) agar bisa menyalip dominasi Apple di ranah bisnis perangkat elektronik, khususnya di pasar smartphone yang masih dikuasai iPhone.

“Kami telah menyiapkan 16 lembaga R&D di luar negeri. Huawei menginvestasikan 40,8 milar yuan untuk R&D pada tahun 2014, atau 14,2% dari pendapatan tahunan,” ungkap CEO Huawei Ren Zhengfei.

Raksasa elektronik asal China telah menambah investasinya lebih dari 190 miliar yuan dalam inovasi teknologi dan memegang total 76.687 paten. Lebih dari 18.000 paten yang berhubungan dengan terminal, yang telah meletakkan dasar untuk memperluas penawaran smartphone.

"Kami menempatkan uang pada semua teknologi mutakhir di industri komunikasi. Dalam teknologi Huawei bukan merek global kedua seperti Ericsson dan Nokia. Percaya atau tidak, tujuan kami adalah untuk menyalip Apple di masa depan," kata sang CEO lebih lanjut.

Di pasar Eropa smartphone buatan Huawei dibandrol antara 400-500 euro, dan diklaim telah menguasai pasar lebih dari 60% di beberapa negara Eropa Barat. Huawei pun tahun ini mendapat penjualan yang cukup bagus di Eropa Tengah, Timur dan Utara dengan penjualan lebih dai 3,46 juta unit, meningkat 114% dibandingkan penjualan tahun lalu.

Huawei telah menyusul Samsung dan Apple di beberapa negara maju, termasuk Spanyol dan Portugal. Penjualan internasional diharapkan dapat mengkontribusikan 40% dari pendapatan perusahaan pada tahun 2016.

Pada tahun ini Huawei melaporkan pengiriman smartphone telah melampaui 100 juta unit tahun ini. Dalam kurun waktu lima tahun, penjualan Huawei naik signifikan, padahal pada 2010 penjualan ponselnya tidak lebih dari 3 juta unit. Dalam waktu lima tahun telah mencapai 75 juta unit, dan tahun ini menjadi 100 juta unit.

Sumber: Detik

Apakah post ini bermanfaat?

Komentar

  • Archie Winata
    Junior Level 5

    ane ada huawei di rumah lumayan tahan banting tapi kalo mau jadi saingan kyknya masih jauh