evanyzd
Wizard Level 21
23 Desember 2015 - 08:49

ZUK Z1 Palsu. Sertifikatnya Palsu?

Gans, ada kabar soal palsunya sertifikat Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) -- sering disebut sertifikat postel — yang digunakan oleh ponsel ZUK Z1 yang telah dijual di Indonesia, dikonfirmasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo M. Budi Setiawan menyatakan, kabar soal palsunya sertifikasi yang digunakan ZUK Z1 itu didapatkan dari laporan masyarakat.

“Tim Direktorat Standarisasi dan Balai Uji sudah mengecek database dan benar bahwa nomor sertifikat perangkat yang tertera adalah untuk produk lain (3G) tahun 2014,” 

Kemudian di database SDPPI juga diketahui bahwa perangkat ZUK Z1 baru diajukan permohonan sertifikasi perangkatnya pada tanggal 18 Desember 2015 alias empat hari lalu. 

“Pastinya belum diproses karena pihak pemohon belum melengkapi dengan sertifikat TKDN yang dipersyaratkan untu perangkat 4G,” Iwan mengungkapkan.

Sebelumnya, pengamat teknologi asal kota Surabaya bernama Herry SW melaporkan keanehan ini. Herry di blognya mengaku menemukan hal ini setelah ia membeli ponsel ini dari sebuah situs belanja online.

Dalam kardus ritel ZUK Z1 tersebut, Herry menemukan adanya kejanggalan dalam nomor sertifikat postel yang ada di kardus ponsel tersebut. Di nomor sertifikat tersebut tertera 36012/SDPPI/2014 sebagai nomor sertifikat.


Dari nomor tersebut, bisa dipastikan bahwa sertifikat itu diterbitkan pada tahun 2014. "Padahal, di situs ZUK jelas-jelas disebutkan kalau merek itu lahir pada 28 Mei 2015. Sedangkan ZUK Z1 baru diperkenalkan pada Agustus 2015," tulis pria yang juga dikenal sebagai pengamat gadget ini.


Kemudian ia pun memasukkan nomor sertifikat tersebut ke situs Ditjen SDPPI, yang kemudian memunculkan nama Xiaomi Redmi 1S. Di situs tersebut tertera bahwa nomor sertifikat tersebut terdaftar atas nama PT Pelangi Mas.

Perusahaan tersebut mendaftarkan merek dan model ponsel MI - 2013029, yang merupakan kode dari ponsel Xiaomi Redmi 1S. "Jadi, dalam kasus ini, patutlah kita mempertanyakan mengapa sertifikat SDPPI milik Xiaomi Redmi 1S bisa digunakan untuk ZUK Z1," tutup Herry dalam blognya itu.

Hmm, kok bisa ya pakai sertifikat punya Xiaomi? Mentang-mentang sama dari Tiongkok. 

Sumber: Detik, Ponselmu
 

Apakah post ini bermanfaat?

Komentar

  • Archie Winata
    Junior Level 5

    waduh padahal baru keluar lho ini smartphone