evanyzd
Wizard Level 21
18 Desember 2015 - 09:53

GO-JEK, Grab Bike dan Layanan Sejenisnya Resmi Dilarang, Jokowi Panggil MenHub.

Gans, Kementerian Perhubungan resmi melarang seluruh ojek maupun taksi yang berbasis aplikasi online untuk turun beroperasi karena dinilai tidak memenuhi ketentuan sebagai angkutan umum.

"Grab Taxi atau apapun namanya boleh saja, sepanjang kendaraannya memiliki izin sebagai transportasi umum, termasuk harus di KIR," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan 

Sementara Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis mengatakan pelarangan beroperasi tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 yang ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, tertanggal 9 November 2015.

"Sehubungan dengan maraknya kendaraan bermotor bukan angkutan umum dengan menggunakan aplikasi internet untuk mengangkut orang dan/atau barang, perlu diambil langkah bahwa pengoperasiannya dilarang," katanya.

Seperti diberitakan CNNIndonesia, Djoko mengatakan surat tersebut juga ditujukan untuk Korps Lalu Lintas Polri, para Kapolda dan Gubernur di seluruh Indonesia.

Dia menjelaskan pengoperasian ojek dan Uber tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan.

"Ketentuan angkutan umum adalah harus minimal beroda tiga, berbadan hukum dan memiliki izin penyelenggaraan angkutan umum," katanya.

Djoko mengaku pihaknya tidak masalah dengan bisnis startup (usaha rintisan digital) namun menjadi bermasalah apabila menggunakan angkutan pribadi untuk angkutan umum yang tidak berizin dan tidak memenuhi ketentuan hukum.

"Apapun namanya, pengoperasian sejenis, Go-Jek, Go-Box, Grab Bike, Grab Car, Blue Jek, Lady-Jek, dilarang," katanya.


Ini surat putusannya

Berikut ini isi lengkap surat nomor UM.302/1/21/Phb/2015 tertanggal 9 November 2015 Menhub Ignasius Jonan kepada Kapolri Badrodin Haiti dengan perihal “Kendaraan Pribadi (Sepeda Motor, Mobil Berpenumpang, Mobil Barang) yang Digunakan untuk Mengangkut Orang dan/atau Barang dengan Memungut Bayaran”.

1. Sehubungan semakin maraknya pemanfaatan kendaraan bermotor bukan angkutan umum (sepeda motor, mobil berpenumpang, dan mobil barang) dengan menggunakan aplikasi internet untuk mengangkut orang dan/atau barang dengan memungut bayaran (Uber Taxi, Go-Jek, Go-Box, Grab Bike, Grab Car, Blu-Jek, Lady-Jek) sehingga menimbulkan pro dan kontra di masyarakat terutama operator angkutan umum;

2. Pengaturan kendaraan bermotor bukan angkutan umum tersebut di atas sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan tidak memenuhi ketentuan sebagai angkutan umum;

3. Berdasarkan hal tersebut di atas, dimohon kiranya Saudara dapat mengambil langkah-langkah sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

4. Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, diucapkan terima kasih.

 

Kata Presiden 

Hmm.. Lalu bagaimana dengan mereka yang menggunakan layanan transportasi online ya? Pasti aka banyak yang kecewa karena keputusan ini. Tapi... Apa kata Presiden Jokowi?

Akun Twitter resmi Presiden Jokowi


Saya segera panggil Menhub. Ojek dibutuhkan rakyat. Jangan karena aturan rakyat jadi susah. Harusnya ditata -Jkw

Tuh doi aja ketus langsung mau manggil mentri hehehe. 

Komentar dari salah satu driver Gojek 

Pengemudi Gojek Rahmat (26) mengaku sangat kecewa dengan keputusan yang diambil pemerintah. Menurutnya, dengan larangan ini, ia tidak tahu harus bekerja apa lagi sebagai mata pencaharian.

“Jelas kecewa, dilarang boleh, asal pemerintah mau kasih kami pekerjaan lain yang layak. Kalau begini caranya pengangguran makin banyak,” 

Ia menambahkan, sebaiknya pemerintah berpikir ulang untuk melarang keberadaan ojek online, karena menyangkut hajat hidup orang banyak termasuk kebutuhan penumpang. “Jangan langsung dilarang, diperbaiki dulu aturannya, dibikin ulang.”

 

Apa kabar Nadiem?

Kisruh aturan pelarangan Gojek ternyata tidak ditanggapi sama sekali oleh manajemen platform transportasi itu. CEO Gojek, Nadiem Makarim tidak menjawab sampai sekarang meski telah dihubungi Viva.co.id.

Sepertinya dia memilih tutup mulut dan menyerahkan kepada para pengguna setianya, terutama netizen, untuk bereaksi menekan pemerintah agar mau mengubah aturan larangan tersebut.

Banyak pihak yang tidak setuju dengan aturan yang dikeluarkan oleh Kementrian Perhubungan terkait pelarangan beroperasi bagi transportasi berbasih online atau ride sharing, seperti GoJek, GrabBike, LadyJek dan lainnya. Bahkan pejabat sekelas mantan wakil presiden Boediono pun tidak setuju.
 
Keluhan pengguna transportasi praktis itu hingga kalangan pejabat pemerintahan ikut andil berkicau di twitter.

Apa pendapat kalian? #SaveGojek

 

UPDATE! 

MENHUB cabut putusan larangan layanan transportasi online

Menhub Jonan mencabut larangan beroperasinya Go-Jek dkk. Jonan menegaskan, Kemenhub untuk sementara mempersilakan Go-Jek dkk beroperasi.

"Ojek dan transportasi umum berbasis aplikasi dipersilakan tetap beroperasi sebagai solusi sampai transportasi publik dapat terpenuhi dengan layak," kata Jonan di Jakarta, Jumat (18/12/2015).

Jonan menjelaskan, sesuai UU 22 thn 2009, kendaraan roda dua tidak dimaksudkan untuk angkutan publik. Namun realitas di masyarakat menunjukkan adanya kesenjangan yang lebar antara kebutuhan transportasi publik dan kemampuan menyediakan angkutan publik yang layak dan memadai.

"Kesenjangan itulah yang selama ini diisi oleh ojek, dan beberapa waktu terakhir oleh layanan transportasi berbasis aplikasi seperti Gojek dan lainnya," urai dia.

"Terkait dengan aspek keselamatan di jalan raya yang menjadi perhatian utama pemerintah, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan Korlantas Polri," tutup Jonan.

Sumber: Detik, CNN, Twitter, dll

Apakah post ini bermanfaat?

Komentar

  • Ivan
    Apprentice Level 3

    tadi ane naik gojek, no prob

  • Samyang
    Apprentice Level 3

    yah ga bisa go-food ladi dong ?

  • ariawan
    Senior Level 11

    hampir pelanggaran pak jonan..

    apakah ini pengalihan issue nikita mirzani? #eh

  • Bima Satria
    Master Level 25

    hampir pelanggaran pak jonan..

    apakah ini pengalihan issue nikita mirzani? #eh

    ariawan

    bisa jadi wkwkwkw

  • Archie Winata
    Junior Level 5

    wah bisa repot gojek dilarang nanti yang antar makan saya siapa