evanyzd
Wizard Level 21
30 November 2015 - 09:46

Jual Laptop Bekas tapi Bilangnya Baru? Awas Kena Gans!

Sebelumnya, merdeka.com sudah membahas adanya praktik jual laptop baru dibilang murah yang menyebabkan bisnis perangkat PC portabel ini lesu. Nah, kini saatnya mengungkap ciri-ciri praktik 'kotor' ini.

Soal penjualan laptop BSB, ternyata ada ciri-cirinya yang bisa dikenali. Pertama, si penjual bisanya menawarkan membeli laptop baru tetapi dalam paketnya cuma dapat laptop dan charger. Harga akan naik bila si pembeli ingin mendapatkan box dan lain-lain. Padahal, untuk pembelian laptop yang benar-benar baru, hal ini tidak terjadi.

Kedua, harga laptop BSB bisa jauh lebih murah dari harga normal, sekitar Rp 500 ribu sampai jutaan. Padahal, pada dasarnya harga laptop di mana-mana itu tidak berbeda jauh, biasanya selisihnya tidak sampai Rp 300 ribu. Penjual pun biasanya baru memberi harga diskon yang tidak sampai Rp 300 ribu itu bila si laptop sudah jadi stok lama yang garansinya sudah berjalan.

"Dulu di toko kami juga ada pernah yang mau beli laptop Asus yang pakai VGA khusus, harga pasarannya masih Rp 5 juta ke atas waktu itu. Tapi, yang beli itu ngaku dapatnya Rp 4,5 juta. Baru setelah ditelusuri ternyata barangnya memang bekas. Kita ya bilang kalau Intel Core i3 plus VGA itu harga normalnya Rp 5 juta ke atas," kata Gigih, salah satu penjual laptop di pusat jual beli laptop, Dieng Plaza, Malang.

"Ya kalau orang ngerti spesifikasi, dengan harga segitu pasti curiga kalau dikasih harga segitu. Kalau orang awam, dikasih harga murah dengan spek tinggi ya diambil," lanjutnya.

Ketiga, penjual laptop BSB tadi kerap menyarankan pembeli untuk membawa laptopnya yang rusak balik ke toko tadi, bukannya ke service center langsung. Alasannya tentu jelas, akan ketahuan bila laptop itu BSB jika diperiksa di service center.

Di sisi lain, Gigih mengaku sudah memajang banner bertuliskan 'awas laptop baru dijual bekas' di depan tokonya. Namun hal itu disebut tidak berpengaruh terhadap tingginya penjualan BSB. Hal ini yang akhirnya mengurangi penjualan laptop sekaligus menurunkan minat dan kepercayaan masyarakat untuk membeli laptop baru. Terlebih, komputer bekas yang dijual baru saat ini banyak yang merek-merek baru untuk menarik pembeli awam.

Sumber: Merdeka

Apakah post ini bermanfaat?

Komentar