Bagus Satria Wira Kusuma
Wizard Level 21
03 Agustus 2015 - 15:20

Generasi Smartphone Adalah Generasi Idiot? PART 1

Jaman Sekarang adalah jamannya teknologi?

Semua yang lo ingingkan ada didalam genggaman, kita bisa mendapatkan apapun hanya dengan berbagai sentuhan di layar smartphone. Sebuah teknologi yang membuat kita nampak terlihat menjadi orang yang hebat, pintar, kaya dan populer. Teknologi ini memang sangat membantu kita dalam berbagai hal mulai dari bekerja, tertawa, menangis ataupun bergembira. Semua bisa kita dapatkan hanya dengan smartphone lalu, mengapa kita butuh orang lain?

Well, kita diskusi disini. Apa kita ada di dalam generasi idiot? Sedikit kasar? coba lihat beberapa fakta dibawah ini.

1. Hangout Dengan Teman Namun Sibuk Bermain Handphone

Pernah ngerasa seperti ilustrasi diatas?

Mungkin sebagian dari kalian pernah mengalaminya. Lagi hangout bersama sahabat, teman, rekan kantor di sebuah cafe. Pesan makan dan minum lalu ternyata sibuk dengan smartphone. Padahal hangout tersebut dilakukan karena sebagai lepas kangen karena sudah lama tidak ketemu. Coba bandingkan jika hangout tanpa smartphone :)

Baca juga: Tau Ga Sih Modus Dibalik Postingan "AMIN" Di Facebook?

2. Anak Kecil Jaman Sekarang Lebih Suka Bermain Smartphone Dibanding Bermain Diluar

Kalau seperti ini siapa yang salah? anaknya apa orangtuanya?

Fenomena seperti itu dapat kita jumpai di lingkungan perkotaan, kebanyakan anak kecil ini sering membawa smartphone kesayangannya. Jika diajak bermain teman sebayanya ternyata lebih memilih bermain game dibanding bermain diluar bersama teman temannya. Anak tersebut lebih memilih bermain game dibanding bersosialisasi bersama teman, bermain kotor-kotoran, lari kesana kemari dan tertawa lepas.

3. Liburan Jadi Ajang Pamer di Sosial Media

Esensi liburan sebenarnya untuk melepas semua kepenatan kan?

Hal menarik saat era teknologi smartphone menjamur. Lihat saja di Bali, atau objek wisata manapun. Orang-orang yang berlibur lebih banyak menghabiskan waktu liburnya dengan mengabadikan momen-momen liburnya. Untuk apa?apalagi kalau bukan mengabadikannya ke jejaring sosial. Alasannya, tentu saja memamerkan apa yang sedang dilakukannya. Miris memang, disaat kita mendapatkan waktu untuk melepas semua kepenatan saat kita bekerja, justru kita lakukan hanya demi kesombongan belaka.

Baca juga: Cara Menghentikan Spam video porno di akun Facebook

4. Popular Dlihat dari Jumlah Follower

Satu fakta yang menarik. Orang lebih memilih punya banyak teman di sosial media dibanding memiliki segelintir teman di kehidupan nyata. Alasannya? demi membuktikan kepada semua orang jika dia sangat populer. Bukti bahwa "sleeping" atau "awake" di Path saja sudah bisa di love oleh banyak orang. Mereka cenderung memilih teman yang up to date di sosial media dibanding teman yang hanya asik buat jalan-jalan. Mereka tidak peduli cara membedakan mana teman sesungguhnya atau teman khayalan. Pilih mana? punya banyak temen di sosial media atau punya teman di kehidupan nyata?

5. Curhat Di Sosial Media? Pffft

Lebih Lugas Curhat Di Ribuan Orang Dibanding Dengan Sahabat!

Bukan cerita yang layak untuk dipublikasikan, namun justru cerita yang tabu justru di sebar di sosial media. Sekarang adalah era dimana orang dengan mudah mengeluh, marah dan menangis di jejarig sosial manapun. Dengan harapan, ia menunjukkan semua kelemahan dirinya agar mendapat perhatian dari banyak orang. Bukankah harusnya kita curhat cerita tabu tersebut kepada sahabat kita, orang tersayang ataupun orang tua kita?Sehebat apa ribuan orang-orang yang online di luar sana bila dibandingkan dengan orang yang sangat sayang kepada kalian?

 

Baca juga content dibawah ini

Apakah post ini bermanfaat?

Komentar

  • Bima Satria
    Master Level 25

    true banget semuanya gan T_T

  • PomadeMan
    Wizard Level 20

    true gan 

  • Eka Sora
    Novice Level 1
    awalnya sih gue.. mungkin kita semua pernah menjadi sperti anak jaman skrg yg ketergantungan dengan sosmed.. alay,buat status yg lebay dan curhat ga jelas di sosmed... gue liat liat timeline wkt jaman alay,terasa menjijijakn memang...hehehe.. tapi itulah evolusi...
  • Bagus Satria Wira Kusuma
    Wizard Level 21
    awalnya sih gue.. mungkin kita semua pernah menjadi sperti anak jaman skrg yg ketergantungan dengan sosmed.. alay,buat status yg lebay dan curhat ga jelas di sosmed... gue liat liat timeline wkt jaman alay,terasa menjijijakn memang...hehehe.. tapi itulah evolusi...

    Eka Sora

    memang gan, alay adalah salah satu proses pertumbuhan wkwkkw

  • PomadeMan
    Wizard Level 20
    awalnya sih gue.. mungkin kita semua pernah menjadi sperti anak jaman skrg yg ketergantungan dengan sosmed.. alay,buat status yg lebay dan curhat ga jelas di sosmed... gue liat liat timeline wkt jaman alay,terasa menjijijakn memang...hehehe.. tapi itulah evolusi...

    Eka Sora

    emang gitu ko gan prosesnya
     Anak-Remaja-ALAY-Dewasa

  • Sammy Carissa Aulia
    Novice Level 1

    is true

  • Dimasdanz
    Senior Level 9

    3. Liburan Jadi Ajang Pamer di Sosial Media

    Esensi liburan sebenarnya untuk melepas semua kepenatan kan?

    Hal menarik saat era teknologi smartphone menjamur. Lihat saja di Bali, atau objek wisata manapun. Orang-orang yang berlibur lebih banyak menghabiskan waktu liburnya dengan mengabadikan momen-momen liburnya. Untuk apa?apalagi kalau bukan mengabadikannya ke jejaring sosial. Alasannya, tentu saja memamerkan apa yang sedang dilakukannya. Miris memang, disaat kita mendapatkan waktu untuk melepas semua kepenatan saat kita bekerja, justru kita lakukan hanya demi kesombongan belaka.

    Yang ini bener banget nih, sampe-sampe temen ane bilang. Emang lu kmaren ke Bali? Kok ga ada check-in check-in?. WTF? Jadi seolah-olah bukti kalo ane emang liburan apa engga. -____-"