Jenis Oli Motor yang Perlu Diketahui dan Kapan Harus Diganti

Oleh Rira updated Jumat, 12 Jan 2018 | 11:39

Ibarat darah, oli bagi kendaraan seperti sepeda motor merupakan kebutuhan vital yang harus diperhatikan dengan seksama. Oli harus dipilih dengan hati-hati dan tepat, sesuai dengan kebutuhan. Karena oli memegang peranan penting pada performa dan kinerja kendaraan, termasuk menjaga keawetannya.

Tak sekedar sebagai pelumas, oli pada motor juga memegang peranan penting sebagai pendingin mesin, pelindung dari karat dan juga membantu menutup celah-celah di dinding mesin. Berkat oli, gesekan yang terjadi pada komponen di dalam mesin kendaraan menjadi halus karena oli akan melumasi bagian tersebut.

Hal ini tentunya akan mempermudah mesin bekerja untuk mencapai suhu ideal pada kendaraan bermotor. Oli juga bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas ruang bakar ke bagian lain dari mesin yang lebih dingin.

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas semua hal yang berkaitan dengan oli motor. Mulai dari jenis oli, ukuran mutu oli motor, cara mengecek oli motor hingga waktu yang tepat pergantian.

Jenis Oli Motor

Oli motor yang beredar saat ini ada beberapa jenis yang dibagi berdasarkan bahan dasar dan fungsinya :

1. Berdasarkan bahan dasarnya

Contoh oli full synthetic yang beredar di pasaran

Jenis oli motor berdasarkan bahan dasarnya dibedakan menjadi oli mineral, synthethic blend atau semi sintetik, serta full synthetic. Tiap jenis ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

  • Oli mineral lebih tahan terhadap penguapan namun viskositas atau kekentalannya mudah berubah karena tidak tahan suhu tinggi dan kondisi ekstrim.
  • Oli sintetik lebih mudah menguap tapi memiliki viskositas yang lebih stabil dan tahan dalam kondisi ekstrim panas maupun dingin. Oli ini lebih cocok digunakan untuk motor keluaran tahun lama karena clearance atau celah-celah mesinnya lebih renggang.
  • Oli semi sintetik cocok digunakan untuk motor-motor keluaran tahun terbaru sedangkan oli full sintetik cocok digunakan untuk motor dengan performa tinggi, multi silinder, multi klep dan berkompresi tinggi misalnya untuk motor-motor balap.

2. Berdasar fungsinya

Jenis oli motor berdasarkan fungsinya juga dibedakan menjadi 3 macam yaitu oli mesin,oli rem dan oli samping/gardan. Berikut penjelasannya:

a. Oli mesin

Oli mesin untuk perawatan motor

Oli mesin merupakan salah satu cairan yang ada di ruang mesin atau lebih tepatnya, cairan yang diisikan ke dalam mesin. Pada saat mesin dihidupkan, oli ini akan disirkulasikan ke seluruh komponen mesin oleh pompa oli. Oli mesin menjadi satu bagian yang sangat penting untuk mendukung kerja mesin. Seiring dengan pemakaian, terjadi penurunan kualitas dan fungsinya, sehingga harus dilakukan penggantian secara periodik. Penggantian oli mesin bisa dilakukan setiap 5000 km atau setiap 3 atau 4 bulan sekali tergantung jenis oli yang digunakan.  

b. Oli Rem (Brake Fluid)

Oli rem untuk motor

Oli rem atau minyak rem atau brake fluid, merupakan oli khusus yang digunakan untuk sistem rem dimana oli ini tak sekedar berfungsi sebagai pelumas saja tetapi juga menjadi media perantara yang mentrasmisikan tenaga hydraulic ke seluruh sistem rem.

Oli rem menjadi salah satu komponen yang sangat penting untuk diperhatikan para pemilik kendaraan bermotor karena sistem pengereman merupakan hal yang paling vital untuk menghentikan laju kendaraan. Dalam sistem pengereman ada berbagai komponen yang berhubungan satu sama lain, termasuk minyak rem dan kampas rem sebagai dua hal yang paling penting.

c. Oli Samping/Gardan

Oli gardan untuk motor matic

Oli samping atau oli gardan atau oli transmisi atau oli gear adalah oli yang digunakan di motor matic dan keberadaannya sama pentingnya dengan oli mesin. Kesalahan dengan tidak mengganti oli jenis ini dapat menyebabkan kerusakan pada sepeda motor matic. Pengguna motor matic yang rutin mengganti oli transmisi akan mengurangi suara berisik dari bagian box CVT dan mengurangi temperatur yang tinggi akibat gesekan. Penggantian oli samping tak perlu sesering oli mesin dimana bisa dilakukan setahun sekali atau setiap 15.000 km.

Ukuran Mutu Oli Motor

Untuk mendapatkan performa terbaik, Anda sebaiknya juga memilih oli yang terbaik untuk kendaraan Anda. Oli yang berkualitas bagus tentunya lebih bagus saat bekerja melumasi mesin kendaraan. Lalu bagaimana cara menentukan mutu atau kualitas dari oli kendaraan yang akan dipakai?

Kekentalan atau SAE suatu oli mesin bukanlah ukuran mutu suatu oli. SAE hanyalah sebagai pembeda atau kelas-kelas suatu oli mesin berdasarkan tingkat sifat kekentalannya. SAE rendah (encer) tidak identik dengan mutu yang lebih baik dibandingkan yang kental. Makna sesungguhnya dari kode SAE bukanlah sekedar encer atau kental, tetapi lebih berkaitan pada kemampuan oli tersebut beradaptasi pada suhu rendah dan tinggi. Untuk kualitas oli ditunjukkan oleh kode API (American Petroleum Institute) dan huruf di belakangnya.

Image via rodadua.web.id

Misalnya :

API:SF / API:SG / API:SH : untuk jenis kendaraan produksi tahun 1980 – 1996
API:SJ : untuk jenis kendaraan produksi tahun 1996 – 2001
API:SL: untuk jenis kendaraan produksi tahun 2001 – 2004

Keterangan :

API : American Petroleum Institute
S : Spark menandakan pelumas untuk bensin
Huruf di belakang sendiri : menunjukan kualitas oli, semakin mendekati Z semakin bagus.    

Selain API Service pada produksi oli lainnya kualitas pelumas bisa mengacu pada JASO (Japan Automotive Standart Associaction), ACEA ( Association Des Constructeurs Europeens d’Automobiles), DIN (Deutsche Industrie Norm) dan sebagainya yang merupakan standar acuan performa oli berdasarkan lembaga independen pelumas internasional.

Cara Mengecek Oli Motor

Untuk mengecek oli mesin apakah masih atau berkurang, masih bagus apa sudah buruk dan harus diganti, ada trik mudah yang bisa diikuti. Berikut caranya :

  • Dirikan motor menggunakan standar tengah/dua lalu hidupkan motor selama satu menit saja sesudah itu motor didiamkan sekitar 5 menit. 
  • Buka tutup oli mesin, selanjutnya dipstik (tongkat pemeriksa ketinggian oli) dilap menggunakan kain/tissu. 
  • Di bagian bawah dipstick ada media ukur ketinggian volume oli mesin, biasanya berupa garis saling silang. Untuk garis paling atas merupakan batas atas volume oli mesin dan garis paling bawah ialah garis minimum volume oli mesin.
  • Sesudah dipstick dibersihkan kemudian dipstick dimasukkan ke lubang oli. Dipstick jangan diputar, cukup colokkan saja di lubang. Setelah itu perhatikan hingga mana ketinggian oli mesin yg membasahi dipstick. 
  • Jika ketinggian oli di antara batas bawah dan batas atas ini berarti keadaan volume oli mesin normal. Namun jika ketinggian oli mesin berada di bawah garis batas bawah, maka oli perlu ditambah atau ganti oli dengan yang baru. 
  • Jika ketinggian oli di atas garis batas atas, maka ini berarti volume oli mesin terlalu banyak dan harus dikurangi. Jika tidak dikurangi maka bisa mengakibatkan oli mesin naik ke filter hawa dan filter hawa bisa mampet yang berakibat motor berbunyi berebet bahkan mogok. Jika oli sampai masuk ke karburator dan bercampur dengan bahan bakar maka motor menjadi ngebul dan keluar asap putih dari knalpot.

Untuk mengetahui kondisi oli berdasar warna bisa diperhatikan penjelasan berikut ini.

  • Jika oli berwarna putih pekat seperti susu, hal ini berarti oli telah tercampur air. Hal ini bisa terjadi secara tidak sengaja, mungkin saat Anda melewati genangan air yang cukup tinggi sehingga air merembes ke mesin. Oli yang berwarna seperti ini wajib diganti.
  • Jika oli berwarna hitam, ini bisa diakibatkan dua hal. Yang pertama karena kendaraan sudah menempuh jarak yang sangat jauh dan yang kedua karena ada kerusakan mesin. Oli yang berwarna seperti ini wajib diganti.
  • Jika oli berwarna coklat agak kekuningan, hal ini biasanya karena kendaraan sudah menempuh jarak sekitar 1000 km hingga 2000 km. Oli yang berwarna demikian masih termasuk normal dan belum perlu diganti.

Waktu Tepat Pergantian Oli Motor

Image via YouTube

Untuk menjaga performa dan keawetan mesin motor, mengganti oli wajib dilakukan oleh pemilik kendaraan. Mengganti oli ini ada aturan dan prosedurnya sendiri yang sebenarnya mudah dan bisa dilakukan sendiri. Sebaiknya mengganti oli dilakukan secara rutin, berkala dan teratur, idealnya berdasarkan jam kerja motor itu sendiri.

Hal ini berarti bahwa patokan yang sebaiknya digunakan sebagai penanda waktu ganti oli adalah dengan melihat jarak tempuh atau odometer. Odometer sendiri dianggap paling pas dijadikan patokan karena sebagian besar pengguna motor di Indonesia menjadikan motornya sebagai transportasi sehari-hari sehingga bisa dikatakan motor tersebut ‘cepat lelah’.

Aturan kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli beragam sesuai dengan jenis kendaraan dan oli yang digunakan. Pabrikan motor sendiri biasanya merekomendasikan penggantian oli dilakukan setiap motor menempuh jarak 2000 – 3000 km. Namun ada juga anjuran untuk mengganti oli lebih cepat daripada yang dianjurkan dikarenakan kondisi jalan di Indonesia yang rawan macet sehingga membuat mesin bekerja keras meskipun tidak sedang berjalan.

Namun saat ini teknologi oli juga semakin canggih dimana oli semakin tahan panas. Oleh karena itu ada oli motor yang masih bisa bertahan meskipun sudah menempuh jarak hingga 4000 km. Namun untuk amannya, sebaiknya tetap ganti oli jika sudah menempuh jarak 2000 km. Sedangkan untuk oli samping atau oli gardan, waktu normal untuk pergantian oli adalah saat jarak tempuh sudah mencapai 8000 km atau saat pemakaian motor sudah mencapai umur 8 bulan. 

Meskipun motor jarang dipakai, bukan berarti oli di dalamnya juga masih baik. Sebaiknya Anda tetap menggantinya dalam kurun waktu 3 – 4 bulan sekali karena oli juga ada masa kadaluwarsanya. Semakin lama oli tidak diganti maka kualitasnya juga akan menurun dan mengakibatkan menurunnya performa mesin. 

Harga Oli Motor Terbaru

Merk dan Tipe Ukuran Harga (Rp)
Shell Oil Advance ultra 4T 1 liter 160.000
Shell Oil Advance VSX 4T 1 liter 45.000
Shell Oil Advance SX 4T 0,8 liter 25.000
Shell Oil Advance SX 2T 0,8 liter 24.500
Shell Oil Advance S 4T 0,8 liter 23.500
Federal Oil Supreme xx 4T 1 liter 85.000
Federal Oil Ultratec 4T 0,8 liter 21.000
Motul 5100 ester 4T 1 liter 75.000
Motul 510 power lube 2T 1 liter 75.000
Motul 3100 gold 4T 0,8 liter 45.000
Pertamina Fastron 0w-50,API SM 1 liter 140.000
Pertamina Fastron 10w-30, API SM 1 liter 60.000
Pertamina Fastron 10w-40, API SL 1 liter 52.000
Pertamina Fastron 20w-50, API SL 1 liter 44.000
Pertamina Enduro 4T racing 0,8 liter 38.000
Pertamina Prima XP 10w-40, API SL 1 liter 37.500
Pertamina Prima XP 20w-50, API SJ 1 liter 32.500 
Pertamina Mesran super 20w-50, API SG/CD 1 liter 26.500
Pertamina Mesran 40 1 liter 23.000
Pertamina Enduro 4T 0,8 liter 31.000
AHM MPX 4AT 0,8 liter 32.000
AHM MPX 4T 0,8 liter 29.000
Castrol Oil Active 2T 0,8 liter 31.500
Castrol Oil Power 1 4T 0,8 liter 26.500
Castrol Oil Active extra 4T 0,8 liter 26.000
Yamalube Gold 4T 0,8 liter 29.000
Yamalube Matic 0,8 liter 27.000
Yamalube Silver 4T 0,8 liter 26.000
Yamalube Gear   9.000
Top 1 Oil Action matic 10w-30 0,8 liter 27.000
Top 1 Oil Action plus 0,8 liter 26.500
Top 1 Oil Action matic 20w-40 0,8 liter 26.000
Top 1 Oil SMO MC 4T 0,8 liter 25.000
Repsol Oil Moto 4T 0,8 liter 25.000
Repsol Oil Moto super 4T 0,8 liter 23.500
Evalube Pro syn 4T 0,8 liter 22.000

Kesimpulan

Oli memang merupakan salah satu komponen penting di kendaraan bermotor. Oli harus senantiasa diperhatikan apakah sudah kotor atau berkurang karena tentunya akan berpengaruh pada performa kendaraan bahkan bisa mengakibatkan kerusakan fatal. Oli harus rutin diganti agar kendaraan tetap prima.

Jika Anda memang ingin memberikan kualitas yang terbaik untuk motor Anda agar tetap tahan lama dan awet sebaiknya gunakan oli yang berkualitas tinggi sesuai dengan spesifikasi mesin motor. Untuk keamanan, Anda bisa menggunakan oli keluaran dari pabrik motor tersebut. Jika memang sudah mendapatkan oli tersebut usahakan jangan sering ganti merek oli yang berbeda, karena hal itu akan membuat motor menjadi tidak awet dan tidak tahan lama. Jadi sekali Anda menggunakan merek oli tersebut gunakan saja merek itu seterusnya.

Baca juga artikel:

7 Motor Ini Cocok Banget Buat Kamu yang Berbadan Besar

Tanda Kamu Harus Mengganti Ban Motor Sebelum Terlambat

Jangan Lakukan 4 Kebiasaan Ini Bila Ingin Aki Motor Awet

Artikel Lainnya

Komentar