Tips Memilih Prosesor Ponsel, Dual Core, Quad Core atau Octa Core

Oleh Arief Ardiansyah updated Rabu, 10 Mei 2017 | 10:41

Selama ini banyak konsumen yang salah kaprah, karena prosesor octa-core ternyata tak selalu lebih baik daripada quad-core.

Saat ingin membeli tablet atau smartphone baru, tentu Anda akan membaca spesifikasi perangkat tersebut terlebih dahulu. Yang biasa menjadi pertimbangan adalah prosesor yang digunakan perangkat. Disini Anda akan menemukan spesifikasi prosesor dual-core, quad-core, atau octa-core. Dual berarti dua, quad setara empat, dan octa berarti delapan. Banyak yang beranggapan jika smartphone dengan core tertinggi lah yang paling mantap kinerjanya dan langsung menjadi pilihan.

Tapi jangan salah sangka, sebab disinilah pentingnya memahami istilah-istilah pada smartphone. Setidaknya dengan memahami arti dari istilah-istilah yang ada, Anda bisa memilih ponsel yang benar-benar cocok, baik dalam urusan fitur maupun harga. Karena memang kenyataannya angka yang lebih tinggi dalam fitur smartphone belum tentu selalu lebih baik. Octa-core pun tidak selalu lebih baik daripada quad-core, bahkan dalam cukup banyak kasus. Mengapa demikian? Mari simak pembahasan berikut.

Apa itu prosessor?

Sebelum membahas lebih jauh terkait core, sangat baik apabila kita memulai dari pembahasan seputar prosessor. Jika ponsel Anda diibaratkan sebagai sebuah komputer, maka prosessor bisa dikatakan sebagai CPU-nya (Central Processing Unit). Dengan kata lain, prosessor adalah perangkat yang bertugas melakukan apapun yang Anda inginkan dari ponsel Anda. Mulai dari membuat panggilan, mengirim pesan, memutar musik, hingga merekam suara semuanya dijalankan lewat prosessor.

Seiring perkembangan zaman, smartphone pun dapat melakukan tugas yang semakin banyak. Misalnya mengarahkan rute perjalanan kita dengan GPS, membuka beragam aplikasi media sosial, dan menonton video YouTube dengan kualitas HD. Intinya prosessor adalah otak dari smartphone dan tablet Anda.

Mengenal Core


Prosessor sesungguhnya terdiri dari beberapa bagian. Salah satu bagiannya bernama core. Perangkat yang satu ini bertugas dalam membaca instruksi yang user berikan dan sekaligus menjalankan perintah tersebut. Contohnya apabila Anda menekan tombol kirim email pada ponsel Anda. Saat itu core akan membaca perintah yang Anda berikan dan setelah berhasil menerjemahkan perintah tersebut, core akan melakukan pengiriman email untuk Anda.

Nah pada awalnya sebuah ponsel hanya memiliki single-core. Akan tetapi berkat perkembangan pesat dunia digital, dual-core akhirnya diperkenalkan ke pasaran dunia. Hal inilah yang kemudian memicu kemunculan quad-core, hexa-core, hingga yang paling baru octa-core.

Sederhananya, dual-core berarti ponsel memiliki dua buah single-core. Quad-core bisa berarti Anda memiliki 4 buah single-core atau 2 buah dual-core. Begitu seterusnya hingga core yang paling tinggi. Nah dengan jumlah core yang lebih banyak berarti ponsel Anda memiliki kemampuan yang lebih tinggi untuk menjalankan beberapa aplikasi bersamaan secara lebih baik (multi-tasking).

Semakin Banyak Core Semakin Cepat?

Dengan fakta diatas tentu Anda akan langsung berpikir kalau octa-core lebih baik daripada dual-core untuk urusan kecepatan. Sayangnya pendapat tersebut adalah pendapat yang keliru. Faktanya ponsel yang sudah octa-core pun sangat jarang bisa menggunakan kedelapan core-nya secara bersamaan. Sebab pekerjaan dasar smartphone seperti mengirim chat, membuka situs web, mengambil foto, bermain Instagram, dan lain-lain biasanya hanya membutuhkan dua buah core saja.

Kalau seperti itu kemanakah keenam core yang lain? Jawabannya tentu saja keenam core tersebut tidak digunakan. Hanya pada beberapa kasus tertentu keenam core lainnya akan dipakai seperti ketika menyetel video HD, memainkan game 3D, dan mengedit video berukuran besar. Itupun tidak akan melibatkan kedelapan core yang ada secara sekaligus.

Maka dari itu mengukur kecepatan suatu ponsel dengan hanya membandingkan core yang ia miliki merupakan suatu kesalahan. Dengan penjelasan diatas jelas bahwa octa-core pun belum tentu lebih cepat daripada quad-core. Sebab untuk melakukan pekerjaan seperti membuka WhatsApp sambil menyetel pemutar musik keduanya hanya akan menggunakan 2 core saja.

Untuk Apa Ada Quad-core, Octa-core dan Hexa-core?

Jumlah core yang lebih banyak pada dasarnya diperuntukkan untuk menjalankan aplikasi-aplikasi yang lebih bervariasi. Misalnya untuk memainkan video games dengan kualitas grafik mumpuni, memainkan video dengan resolusi lebih tinggi, atau melakukan video calls dengan gambar yang lebih tajam dan jernih.

Dengan jumlah core yang semakin banyak, aktivitas semacam ini akan dipusatkan di core tertentu sehingga tidak akan terlalu memberatkan kinerja ponsel Anda. Hasilnya pemakaian baterai ponsel pun menjadi lebih efektif. Sehingga dapat dikatakan bahwa jumlah core yang semakin tinggi hanya berkaitan dengan efisiensi dan bukan pada kecepatan ponsel.

Jadi Berapa Core yang Harus Saya Pilih?

Jawabannya sangat bergantung kepada cara Anda memakai ponsel Anda nanti. Jika ponsel tersebut hanya akan Anda gunakan untuk sekedar bermain media sosial, mendengarkan musik, browsing, dan menyetel video non-HD, maka ponsel dual-core sudah menjadi pilihan yang tepat. Sebab kebanyakan aktivitas diatas dan aktivitas umum yang banyak digunakna hanya membutuhkan dua buah core.

Akan tetapi jika Anda akan menggunakan ponsel Anda untuk menonton video HD, melakukan video call, streaming musik/video, atau memainkan game keluaran terbaru dengan kualitas grafik diatas rata-rata, tentunya Anda membutuhkan quad-core atau octa-core. Permasalahannya kini haruskah kita memilih octa-core atau cukup dengan quad-core saja?

Kembali ke penjelasan diatas, octa-core sesungguhnya berisikan dua buah quad-core. Sehingga secara umum kemampuannya tidak akan begitu jauh berbeda dengan satu buah quad-core saja. Lagipula aplikasi Android yang ada kini juga masih sangat jarang yang memerlukan octa-core. Bahkan sekedar menggunakan keempat core yang dimiliki quad-core saja masih sangat sedikit.

Namun sekali lagi, jumlah core berkaitan dengan efisiensi. Core yang lebih banyak tentu akan memakan daya baterai yang lebih banyak. Oleh karena itu Anda bisa memilih octa-core selama ponsel tersebut memiliki kapasitas baterai yang mumpuni (setidaknya 4000 mAh). Tetapi apabila kapasitas baterai ponsel tersebut tergolong standar (dibawah 4000 mAh), quad-core sudah merupakan pilihan yang bijak.

Baca juga artikel:
Qualcomm Snapdragon 835 vs MediaTek Helio X30, Dua Prosesor 10nm Paling Kuat
5 Hape Irit Baterai Dengan Chipset Qualcomm Snapdragon 625
Chipset Samsung Exynos 9 Dirilis Bakal Jadi Pesaing Snapdragon 835

Artikel Lainnya

Komentar