Resiko Melihat Gerhana Matahari Langsung Tanpa Kacamata

Resiko Melihat Gerhana Matahari Langsung Tanpa Kacamata

Oleh Ardiansyah Hana on Selasa, 08 Mar 2016 | 16:38

Tak sabar rasanya menunggu gerhana matahari total 2016 yang prediksinya akan berlangsung 9 Maret 2016 besok. Terlebih, beberapa kota di Indonesia akan kebagian melihat peristiwa ini secara langsung, seperti di Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kalimatan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

Untuk kamu yang ingin melihat peristiwa gerhana matahari tanpa memakai kacamata khusus atau dengan mata telanjang, kamu bisa melakukannya asal tahu waktu yang pas dan baiknya menggunakan kacamata untuk menghindari kerusakan mata. Dilansir health.com, kamu yang nekad melakukan ini akan menghadapi beberapa resiko, intinya terkena Solar Eclipse Retinopathy atau sindrom pada mata yang terjadi saat kamu memandang matahari.

Kerusakan Retina Mata

Resiko Melihat Gerhana Matahari

Resiko pertama adalah kerusakan pada retina mata. Nantinya, kamu yang nekad melihat matahari dengan mata telanjang akan selalu melihat titik hitam di dalam pandangan mata, membuat penglihatan kamu akan sangat terganggu. Jika melihat dengan mata telanjang, pastikan ketika gerhana matahari telah sempurna dan itupun paling lama 1-3 menit.

Metamorphopsia

Resiko Melihat Gerhana Matahari

Kamu pun akan berpotensi terkait resiko metamorphopsia. Metamorphopsia sendiri akan membuat segala macam yang kamu pandang menjadi terbalik, seperti garis lurus yang seakan melengkung atau benda besar yang menjadi kecil.

Baca juga Tips Memotret Gerhana Matahari dengan DSLR Maupun Smartphone

Gangguan Penglihatan MataResiko Melihat Gerhana Matahari

Resiko lainnya adalah gangguan penglihatan mata. Nantinya, warna-warna yang ada di sekitar dan kamu pandang berpotensi berubah, misalnya warna merah menjadi ungu atau warna biru.

Sakit KepalaResiko Melihat Gerhana Matahari

Hal lain yang mungkin akan kamu rasakan adalah sakit kepala. Hal ini dikarenakan syaraf mata dan kepala yang masih berhubungan, dimana saat mata mengalami sakit ketika melihat gerhana matahari total maka dipastikan setengah atau semua bagian kepala akan terasa sakit.

Jika kamu sangat ingin melihat peristiwa gerhana matahari total, kamu diwajibkan memakai kacamata khusus. Kacamata ini pun tidak bisa sembarangan kamu pilih, seperti asal membeli kacamata hitam yang ada di pinggir jalan.

Menurut dr Soefiandi Soedarman, SpM, dokter mata dari Jakata Eye Center, ia menginformasikan pada laman Liputan6 bahwa kacamata yang aman untuk kamu pakai melihat gerhana matahari harus memiliki proteksi 100 sampai 400 nanometer.

Penggunaan kacamata dengan proteksi sinar matahari dengan panjang gelombang 100-400 nm disebut aman terlebih saat gerhana matahari bergeser. Sementara itu, ia pun berkata bahwa mata manusia dapat melihat cahaya yang mempunyai panjang gelombang 400 sampai 700 nanometer.

Lebih dari 700 nanometer, manusia tidak bisa melihatnya karena sinar inframerah. Sebagai informasi, nanometer sendiri merupakan satuan panjang yang biasa digunakan untuk mengukur panjang gelombang cahaya yang tampak, misalnya radiasi matahari atau sinar gamma.

Dilansir Bintang.com, Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA menganjurkan untuk mengenakan kacamata yang biasanya digunakan pekerja las atau konstruksi bangunan. Tentu saja, kamu dapat membelinya di toko alat konstruksi.

Terakhir, kamu dapat menggunakan kacamata berbahan aluminized mylar atau dilapisi dengan lapisan pelindung berwarna metalic silver. Kacamata dengan bahan ini dapat meredam laju sinar inframerah yang terjadi selama gerhana matahari 2016.

Nah, dengan memahami resiko dan mengetahui jenis kacamata yang pas untuk kamu pakai selama menyaksikan gerhana matahari total, tentu saja mata kamu akan aman.

 
Baca juga artikel
Jelang Gerhana Matahari Total, XL Siapkan Internet LTE di Belitung
Fakta Seputar Gerhana Matahari 9 Maret 2016 dan Cara Aman Menikmatinya
Aplikasi Astronomi Android Untuk Mengamati Gerhana Matahari

Artikel Lainnya

Komentar