Komposisi Foto Masih Jelek? Pahami Dulu Aturan Mainnya

Oleh Alena Yulitta on Kamis, 15 Sep 2016 | 17:46

Via digitalcameraworld

Komposisi dalam fotografi bukanlah seperti komposisi bahan pembuat makanan. Komposisi dalam fotografi artinya mencari dan membuat sebuah objek menjadi menarik dan indah dengan menemukan sudut pandang yang menarik atau menonjol.

Seperti pada sebuah karya seni, kalau tidak ada yang menarik maka foto-foto yang dibuat juga akan biasa-biasa saja. Oleh sebab itu banyak orang yang bingung dan kesal karena merasa sudah punya kamera DSLR yang bagus dan mahal, namun hasil fotonya biasa-biasa saja, punya smartphone Android atau iPhone dengan fitur fotografi kelas premium, namun hasil jepretan juga tak ada yang spesial, oleh sebab itu belajar komposisi dalam fotografi menjadi cukup penting untuk dilakukan dan kali ini Pricebook memberikan tips fotografi mengolah komposisi objek foto.

Ada beberapa hal dasar yang perlu diketahui dan dipahami dalam komposisi fotografi.

Point of Interest

Via tipsfotografi

Point of Interest yang dalam fotografi sering disingkat POI adalah benda atau objek utama foto yang nantinya akan dijepret dengan kamera. Objek foto ini dipastikan tidak biasa dan pasti menarik perhatian atau yang akan ditekankan di dalam foto yang hendak diambil, contohnya seorang cewek dengan baju sexy warna pink di tengah kerumunan orang-orang, cewek inilah POI kamu.

Menentukan POI tak ada aturan fotografi yang mengikat, bahkan cenderung ke personal choice atau penilaian pribadi. Menemukan sebuah POI harus segera dilakukan dan didapatkan ketika kamu sebagai fotografer menghadapi sebuah momen. Cara yang paling mudah dan paling cepat menemukan POI adalah dengan memusatkan pada salah satu objek yang dianggap paling menarik dan menonjol.

Baca juga Jangan Ngaku fotografer Kalau 11 Aksesoris Kamera Ini Nggak Punya

Cara Menonjolkan POI

Ada beberapa teknik dasar fotografi untuk menonjolkan  POI dari sebuah objek yang banyak dianut oleh para fotografer.

  • Posisi: Untuk menambah kesan menarik dari POI kamu, tempatkan POI dengan rule of third. Namun perlu diingat bahwa tidak perlu selalu terpaku dengan rule of third ini karena kamu bisa saja menciptakan gambar yang luar biasa dengan berpikir “out of the box”
  • Fokus: Agar POI kamu bisa benar-benar fokus dan tajam, sebaiknya kamu belajar juga Depth of Field atau DoF
  • Blur: Jika ingin POI kamu terkesan tricky, gunakan blur dengan cara mengatur speer lambat pada shutter agar fokus pada objek POI menjadi cukup tajam.
  • Ukuran: untuk membuat POI kamu nampak dominan, membuatnya menjadi besar adalah salah satu cara paling efektif yang bisa dilakukan.
  • Warna: Pengggunaan warna dengan kontras tinggi adalah salah satu cara memberikan penekanan pada objek POI dan membuatnya menonjol.
  • Bentuk: Bentuk objek yang unik atau berbeda dari sekelilingnya adalah aset berharga agar tujuan mata terpusat pada POI
  • Foto Editor: Bila dalam foto yang kamu ambil warnanya terlalu ramai dan semuanya menonjol, pergunakan foto editor untuk membuat film hitam putih dan objek POI kamu dibiarkan tetap berwarna.
  • Objek tidak harus selalu satu: Dalam fotografi objek POI tak dibatasi hanya satu saja, namun bisa lebih. Oleh sebab itu kamu bisa mempergunakan pengaturan A1 Servo pada kamera kamu agar fokus bisa lebih dari satu.

Rule of Third

                                                                                                                  Via Photographymad

Jika sudah cukup paham dengan apa itu POI maka kita akan bergeser ke elemen kompisisi fotografi kedua yaitu Rule of Third. Rule of Third adalah pembagian secara imaginatif terhadap ruang frame pada sebuah foto, yaitu horizontal dan vertikal yang dibagi menjadi 3 bagian. Rule of Third atau dalam bahasa Indonesia bisa diterjemahkan sebagai aturan 1/3 bagian adalah aturan atau petunjuk bagaimana memposisikan objek di 1/3 bagian di dalam frame foto agar lebih enak dilihat oleh mata. Rule of Third sebenarnya lebih pas jika disebut panduan karena tak selamanya posisi objek foto 1/3 bagian enak dilihat mata, tergantung objek dan juga hasil yang diinginkan oleh sang fotografer.

Pada garis-garis imajiner Rule of Third ada garis-garis vertikal dan horizontal yang bertemu dan membentuk 4 titik, nah pada keempat titik di mana garis vertikal dan horisontal bertemu tersebut adalah titik untuk menonjolkan POI.

Jika sudah paham dengan kedua poin di atas yaitu POI dan Rule of Third maka berikut ini ada tips untuk mempelajari komposisi fotografi dan bisa kamu praktekan sendiri. Tips ini sudah umum dan banyak dipergunakan oleh para fotografer.

  • Tema Foto: Foto punya sejuta makna yang menceritakan cerita kamu, jadi sebelum mulai mengambil foto, tentukan dulu tema foto seperti apakah yang ingin kamu tampilkan dan ceritakan
  • Kuasai Kamera:  Tentunya foto yang bagus tak akan didapat jika kamu gagap kamera. Kuasai dulu kamera dan ketahui semua fungsi-fungsi tombol yang ada sehingga mempermudah penggunaan.
  • Kesederhanaan: Komposisi fotografi yang baik menurut fotografer profesional adalah kesederhanaan, oleh sebab itu sederhanakan foto kamu dengan menyingkirkan objek-objek yang mengganggu objek utama kamu. Caranya dengan mengambil sudut pemotretan yang berbeda, dengan DoF agar mendapatkan background blur, dan juga pergunakan edit foto hitam putih untuk objek tak penting dan objek utama masih berwarna.
  • Ruang Kosong: Kosong atau ruang negative adalah ruang kosong pada frame foto kamu. Jika kamu menemui banyak ruang kosong pada frame foto kamu maka kamu pasti kurang dekat ke objek yang kamu foto kecuali memang kamu menyisakan banyak ruang kosong untuk alasan tertentu.
  • Isi Frame Foto kamu: Pada teknik memotret landscape, kebanyakan fotografer pemula hanya memotret background saja. Hal ini kurang bagus, usahakan juga ada foregroundnya agar tampilan lebih indah dan manis. Jika tidak maka kamu bisa menggunakan bermacam teknik agar tampilan semakin bagus seperti teknik framing (membuat foto berbingkai).
  • Perhatikan Pinggir Frame: Bagi para pemula, sering sekali memotong bagian kaki atau tangan dari objek foto. Hal ini kurang bagus. Oleh sebab itu tentukan dulu jenis pengambilan gambar yang diinginkan apakah portrait, medium shot atau yang lain.
  • Cek Objek Pengganggu: Setelah foto, cek kembali foto yang baru saja diambil dengan melihatnya pada screen display. Cek jika ada objek pengganggu seperti kabel listrik, ranting pohon patah, atau yang lain. Jika ada maka ulangi pengambilan foto tersebut.
  • Foto Portrait: Saat mengambil foto Portrait selalu usahakan bahwa mata dari objek yang kamu ambil berada di atas garis tengah frame foto
  • Portrait Close Up: Saat mengambil foto portrait close up, sejajarkan kamera dengan mata objek foto kamu, jangan terlalu tinggi atau terlalu rendah.
  • Jangan tempatkan objek foto kamu tepat berada di tengah frame kecuali kamu punya alasan yang tepat (ingat rule of third)

Inilah tips belajar komposisi dalam fotografi, masih banyak hal yang bisa dipelajari pada fotografi namun yang terpenting adalah kemampuan dasar dahulu dan juga kamera  yang menunjang. Untuk kamera yang pas belajar fotografi kamu bisa cek di sini.

Baca juga artikel
Ingat Baik-baik 50 Tips Ini Agar Makin Jago Memotret- Part 1
10 Tips Buat Pemula Untuk Meningkatkan Percaya Diri Ketika Memotret
9 Tips dan Trik Memotret di Musim Hujan serta Perlengkapannya (Part 1

Artikel Lainnya

Komentar

Bima Satria 03 Pebruari 2016 - 15:27
berat juga, masih dalam tahapan belajar nih