10 Tips Buat Pemula Untuk Meningkatkan Percaya Diri Ketika Memotret

Oleh Aris Wibowo on Minggu, 15 Nov 2015 | 09:52

Jika kita baru mengenal dunia fotografi, atau baru belajar memotret dengan kamera baru, kita butuh seseorang yang bisa memandu dan membantu mengasah kemampuan dalam memotret. Namun, bila kita tak menemukan teman atau sahabat yang bisa membantu saat hunting, jangan khawatir, berikut ada tips yang bisa kamu gunakan.

Tips meningkatkan percaya diri kala memotret

Dunia digital fotografi bisa jadi hal yang membingungkan untuk seorang pemula. Para pemula biasanya direpotkan dengan pengoperasian kamera, pengaturan setting dan teknik-teknik fotografi. Untungnya, artikel ini akan membantu kamu mengurangi atau kalau bisa menghapus kebingunganmu dalam memotret. Kali ini Pricebook akan menghadirkan beberapa tips foto buat pemula agar lebih lebih percaya diri dalam memotret.

  • Jangan terlalu memikirkan kualitas kamera

Saat ini cukup banyak kamera digital dan peralatan fotografi yang dijual di pasaran. Kamu bisa menemukan kamera dengan harga jutaan hingga puluhan juta. Kamu juga bisa menemukan kamera dengan fitur terbaru atau sensor megapiksel yang besar. Namun, dalam memotret, kamera merupakan faktor ke sekian. Kamu tetap bisa memotret dan menghasilkan foto bagus hanya bermodal kamera pocket atau kamera DSLR murah. Kuncinya sebuah foto tampak bagus tidak selamanya terletak di kamera, banyak faktor pendukung lainnya. Jadi jangan ragu memotret apapun kameranya.

Baca juga: Mahir memotret Bisa Dimulai Dengan Memahami 10 Hal ini

  • Pilih mode dengan benar

Kamera digital saat ini hadir dengan beberapa mode untuk menghasilkan foto yang lebih beragama. Kamu bisa memilih berbagai mode untuk menambah kreatif hasil foto. Kamu bisa mengatur Aperture (tombol A atau AV) untuk mengontrol depth of field sebuah foto. ini cara yang baik dan cocok untuk memotret potraits, landscape hingga macro.

Kamu juga bisa menggunakan mode Shutter untuk mengontrol kecepatan shutter. Mode ini cocok untuk memotret subjek yang bergerak seperti saat acara olahraga dan karnaval. Terakhir, ada mode program yang merupakan mode full otomatis yang membuat kamera akan mengatur langsung aperture dan shutter speed. Mode ini cocok kamu gunakan sebagai pemula, tapi terus mengasah kemampuan manual karena makin paham makin mudah kita mengoperasikan kamera.

  • Jangan berpatokan pada mode manual

Hadirnya setting manual dalam kamera DSLR membuat banyak fotografer beranggapan bahwa menggunakan kamera secara manual bisa menghasilkan foto yang bagus. Padahal, fakta membuktikan banyak kamera dengan setting otomatis juga bisa menghasilkan foto dengan baik. Kalaupun kamu ingin mengontrol manual kamera, kamu bisa memulainya dengan mengubah setting white balance, ISO hingga Autofokus. Kamu bisa mengubah ketiga bagian tersebut sesuai kondisi di lapangan. Namun, ternyata mode automatis juga bisa digunakan di berbagai kondisi dengan baik. Jadi tips foto buat pemula, jangan minder bila kamu tidak bisa menggunakan kamera secara manual.

  • Tunggu pencahayaan yang tepat

Cahaya memang menjadi kunci dalam dunia fotografi. Sebagai pemula, kamu harus memperhatikan pencahayaan termasuk kualitas terangnya, banyanya cahaya hingga arah cahaya dan bagaimana pengaruh cahaya tersebut ke subjek yang hendak kamu foto.

Baca juga: Apa itu Histogram dan Bagaimana Cara Membacanya di Kamera DSLR

Untuk menghasilkan detail yang baik dan mengurangi kontras, kamu bisa memotret saat cahaya sedang soft. Pemotretan outdoor, portrait hingga macro bisa kamu lakukan saat cahaya terang. sebaiknya hindari pemotretan di tengah hari. Pasalnya cahaya matahari sedang tinggi dan bisa membuat bayangan subjek tidak sempurna. Untuk memotret landscape, beberapa fotografer professional biasanya memotret saat pagi atau petang kala matahari terbit atau terbenam.

  • Gunakan format RAW

Kebanyakan kamera digital saat ini menghadirkan dua format foto yakni RAW dan JPEG. Jika kamu memilih file JPEG maka foto akan menjadi final dan tidak bisa diedit lebih jauh. Tak heran, banyak fotografer menggunakan format file RAW agar foto mudah diedit. File RAW dianggap memiki konten data yang lebih lengkap. Sehingga bila suatu saat kamu hendak mengubah setting foto, akan sangat mudah dilakukan di RAW.

  • Dengarkan Shutter Speed

Banyak pemula yang mengabaikan tips yang satu ini, yakni mendengarkan shutter speed. Banyak alasan pemula sering menghasilkan foto blur. Bisa karena mode autofocus yang salah, sehingga lensa tidak bisa mengambil fokus subjek dengan tepat. Alasan foto blur lainnya bisa karena shutter speed. Banyak pengguna yang mengabaikan suara shutter speed dan hanya berpatokan pada menekan tombol shutter saja. Jadi dengarkan nada shutter dengan tepat baru lepas tombol agar foto terekam secara sempurna.

  • Menggunakan Histogram

Terkadang kamu saat kamu memotret, kamu akan menghasilkan foto yang overexposed. Foto overexposed membuat detail foto berkurang karena tertutup cahaya yang terlalu terang. Maka, sebaikanya kamu selalu lihat hasil bidikanmu. Kalau perlu kamu bisa menggunakan histogram untuk mengetahui kondisi foto lebih detail, terlalu gelap atau terlalu terang.

Baca juga: 10 Teknik Mudah Menghasilkan Foto Bagus di Musim Hujan

  • Banyak salah makin pintar

Namanya juga pemula, tentu sering membuat kesalahan kala memotret. Walaupun demikian, kamu tetap harus percaya diri. Pasalnya, fotografer professional terkadang sering melakukan kesalahan juga. Kesalahan yang paling umum dilakukan pemula tentunya, salah pengaturan kamera sehingga foto tampak lebih terang atau terlalu gelap.

  • Matikan suara Beep

Disebagian kamera terdapat berbagai bunyi. Salah satunya bunyi beep saat kamera sedang mengambil fokus. Ini memang tidak mempengaruhi kualitas foto. Namun, terkadang ini mengganggu kamu dan orang sekitarmu. Maka tips foto untuk pemula yang bisa kamu lakukan adalah mematikan bunyi-bunyian tersebut agar kamu bisa lebih konsentrasi.

  • Perhatikan background

Kualitas background ternyata mempengaruhi bagus tidaknya foto yang kamu ambil. Maka sebaiknya jangan asal menentukan background. Kamu harus bisa memadukan elemen background dan subjek sehingga tampak menyatu.

 

Baca juga artikel

11 Pertimbangan ketika Mau Beli Kamera Baru di HarBolNas Nanti

10 Tips dan Trik Buat Wajah Lebih Fotogenik Seperti Model Profesional

9 Tips dan Trik Memotret di Musim Hujan serta Perlengkapannya (Part 1)

Artikel Lainnya

Komentar