Mahir memotret Bisa Dimulai Dengan Memahami 10 Hal ini

Oleh Aris Wibowo on Kamis, 17 Mar 2016 | 18:20

Saat pertama kali diperkenalkan, kamera digital SLR merupakan sebuah perangkat premium berharga mahal yang biasanya digunakan oleh para fotografer professional. Namun, semenjak permintaan kamera digital meningkat, beberapa produsen pun mulai menghadirkan kamera DSLR dengan harga lebih terjangkau untuk menjangkau konsumen bawah. Alhasil, banyak orang mulai membeli kamera DSLR tanpa memahami bagaimana kerja dan fitur kamera ini.

Masih banyak orang yang beranggapan bahwa kamera yang berharga mahal seperti DSLR selalu menghasilkan gambar yang bagus dan sempurna. Padahal kamera ibarat pisau, bila penggunanya tidak menggunakan dengan baik tentu tidak akan bisa menghasilkan gambar yang sempurna. Maka kali ini Pricebook mencoba menyuguhkan artikel agar kamu bisa mengenal kamera DSLR dengan baik.

Apa itu Kamera DSLR

Agar bisa memahami kamera DSLR, kamu harus tahu apa itu kamera DSLR? Kamera DSLR merupakan singkatan dari Digital Single Lens Reflex. Kamera ini mengganti peran rol film yang sensitive terhadap cahaya dengan sensor mekanik. Cara kerjanya gambar terbalik yang diperoleh dari lensa dipantulkan melalu cermin untuk diteruskan ke penta prisma agar gambar tampak tegak di jendela bidik atau viewfinder. Dengan kinerja ini, apa yang kamu lihat di viewfinder akan sama dengan apa yang diperoleh ketika shutter ditekan. Kemampuan inilah yang dicari para fotografer untuk menangkap momen lebih cepat dalam hitungan detik. Tak heran banyaknya komponen membuat kamera jenis ini berdimensi besar. Namun, tidak semua kamera berbentuk besar bisa disebut kamera DSLR.

Baca juga: Apa itu Histogram dan Bagaimana Cara Membacanya di Kamera DSLR

Prinsip dasar kamera

Kamera DSLR sejatinya sama dengan kamera saku atau kamera lainnya. Namun, dalam kamera DSLR kamu bisa mengontrol shutter, cahaya, aperture dan lain-lain sehingga foto yang dihasilkan bisa lebih kreatif dan bagus.

Memotret DSLR tergantung subjeknya

Via paulstamatiou

Untuk lebih mengenal kamera DSLR, kamu harus memperhatikan subjek yang hendak kamu ambil. Pasalnya, setting kamera DSLR salah satunya berdasarkan subjek foto. Sangat penting untuk diperhatikan bahwa kamu harus memotret dengan subjek yang pas, tidak terlalu gelap dan tidak terlalu terang. perlu diingat mata manusia lebih sensitive terhadap cahaya, perbedaan gelap dan terang lebih baik dibanding sensor digital pada kamera. Jadi kamu harus memperhatikan subjek yang hendak kamu potret.

Kamera DSLR butuh kestabilan

Via FlyingHobby

Kamera yang stabil menjadi kunci gambar yang jelas dan bagus pada sebuah kamera DSLR. Maka tak heran, beberapa fotografer menggunakan tripod kala memotret. Tripod ini bukan sekadar untuk bergaya melainkan untuk menstabilkan kamera. Bila tidak ada tripod kamu bisa menggunakan benda yang ada disekitarmu sebagai tempat menaruh kamera agar stabil. Gabungan Tripod dan shutter yang lambat cocok untuk memotret subjek yang bergerak cepat atau subjek yang berada di kondisi cahaya minim. Walaupun sebagian kamera DSLR terbaru saat ini sudah dibekali stabilizer otomatis, kamu tetap harus menggunakan tripod agar stabil.

Mengatur setting kamera ke Full Automatic mode atau Program Mode

Ini yang sering dilupakan pengguna pemula kamera DSLR dalam mengenal kamera DSLR. Kamera DSLR berbeda dengan kamera saku yang tinggal tekan dalam mengambil gambar. Kamera DSLR dibekali berbagai mode. Dibeberapa kamera memang sudah tersedia mode full automatic untuk pemula, sehingga kamera akan mengatur setting ISO, aperture dan lain – lain secara otomatis. Namun, hal ini tentu kurang menarik.  Maka sebaiknya, kamu belajar menggunakan mode manual dan melakukan setting kamera sendiri kala memotret.

Gunakan ISO

Via GoodGearGuide

ISO bisa menjadi setting pertama yang bisa kamu otak atik kala menggunakan kamera DSLR. ISO merupakan satuan sensitivitas kamera mengenai cahaya. Kamu bisa mengatur ISO dengan mengubahnya dalam menu kamera DSLR. Ingat semakin rendah ISO, maka semakin tidak sensitive kamera terhadap cahaya. Sementara bila ISO tinggi maka kamera semakin sensitive. Kamu bisa berpatokan pada ISO 50, 100 atau 200 untuk memotret di kondisi agar terang. Sedangkan ISO tinggi 800, 1600, hingga atasnya untuk memotret di kondisi minim cahaya.

Baca juga: 10 Teknik Mudah Menghasilkan Foto Bagus di Musim Hujan

Atur aperture kamera

Via RobertMackin

Aperture merupakan bagian penting dalam kamera DSLR. Untuk mengenal kamera DSLR, kamu harus mengetahui nama yang digunakan dalam setiap merk. Untuk Canon biasanya menggunakan nama AV atau Aperture Value. Sedangkan, Nikon disebut A saja. dengan mengubah aperture, kamu akan mendapatkan foto yang lebih dalam, tajam dan fokus. Ingat jika aperture dibuka lebar maka dept of field amat sempit. Sebaliknya, jika aperture diatur sempit, maka dept of filed akan lebar. Dept of field sempit membuat area fokus menjadi sedikit dan banyak blur. Inilah teknik bokeh.

Memainkan Shutter Speed

Mengenal kamera DSLR berikutnya tentang memainkan shutter speed. Menggunakan shutter speed pada kamera DSLR itu gampang – gampang susah. Cepat atau tidaknya shutter speed terbuka diukur dalam satuan detik. Semakin cepat shutter dibuka, semakin sedikit pula cahaya yang masuk. Semakin lama Shutter dibuka, maka semakin banyak pula cahaya yang masuk. Kamu harus mengatur dengan tepat shutter speed. Karena salah setting bisa membuat hasil foto buram.

Menggunakan Lensa berbeda

Via Snapperz

Kamera DSLR hadir dengan lensa yang dapat diganti. Selain lensa bawaan, terdapat berbagai lensa lain untuk kamera DSLR. Maka Mengenal kamera DSLR tidak lengkap tanpa mengenal jenis lensa lainya. Kamu bisa menggunakan lensa wide, lensa tele hingga lensa macro.

Mengenal format JPEG dan RAW

Via SLRLounge

Dalam dunia fotografi, format file foto JPEG dan RAW. Biasanya para fotografer andal menggunakan format file RAW karena dianggap lebih lengkap dibanding JPEG. File RAW mampu menyimpan data image lebih banyak sehingga memudahkan foto untuk diedit dengan software.

 

Baca juga artikel

11 Pertimbangan ketika Mau Beli Kamera Baru di HarBolNas Nanti

9 Tips dan Trik Memotret di Musim Hujan serta Perlengkapannya (Part 1)

9 Tips dan Trik Memotret di Musim Hujan serta Perlengkapannya (Part 2)

Artikel Lainnya

Komentar