Apa itu Histogram dan Bagaimana Cara Membacanya di Kamera DSLR

Apa itu Histogram dan Bagaimana Cara Membacanya di Kamera DSLR

Oleh Aris Wibowo on Kamis, 12 Nov 2015 | 01:07

Dalam dunia fotografi digital, foto yang tertalu terang memang cukup sulit atau tidak mungkin untuk dibenahi dalam edit foto. Sementara, bila ada area gelap dalam sebuah foto, kamu masih bisa memanipulasi foto tersebut melalui edit foto dengan software tertentu. Maka memperhatikan histogram kamera sangatlah berguna untuk menentukan exposure.

Sayangnya, Histogram hanya hadir dalam bentuk kecil di layar LCD kamera DSLR. Maka akan cukup sulit untuk melihat lebih detail mengenai histogram sebuah foto. Histogram sendiri sudah dijumpai hampir dikebanyakan kamera digital modern hingga software edit foto. Lalu, apa itu histogram kamera?

Histogram merupakan sebuah grafik yang menghitung dan menunjukkan jumlah pixel yang ada  antara tone hitam dan tone putih. Ada pula yang menyebutkan bahwa Histogram merupakan grafik yang akan menghadirkan informasi gelap dan terang sebuah foto. Jadi fitur histogram ini sangat penting untuk mengetahui ketepatan exposure sebuah foto.

Bila exposure sebuah foto tidak tepat, maka kamu akan mendapati dua hal yakni Over Exposur atau foto terlalu terang dan under exposure atau foto terlalu gelap. Perlu diingat, meski setiap kamera digital modern saat ini dibekali layar LCD yang tajam dan terang. Tidak selamanya layar tersebut bisa diandalkan untuk menentukan kualitas exposure sebuah foto. Kadang hasil foto di layar LCD terlihat terang, namun hasil sesungguhnya terlihat gelap, ini semua tergantung pengaturan LCD dalam kamera. Maka Histogram kamera akan menjadi patokan yang lebih modern dalam menentukan exposure foto.

Sayangnya, walau fitur Histogram kamera sangat bermanfaat, banyak fotografer yang tidak mengerti kegunaan dari fitur ini. Banyak yang beranggapan bahwah Histogram rumit. Padahal bila dipelajari lebih jauh, fitur ini membuat kamu sebagai fotografer bisa memahami gelap terang sebuah foto dengan baik.

Berikut ini beberapa kegunaan Histogram yang perlu kamu tahu.

Membaca data foto melalui Histogram

Via EpicEdits

Kualitas preview image di kamera digital terkadang tidak sama seperti kenyataan yang ada. terkadang dalam layar LCD kamera, kamu tidak mudah menemukan area yang gelap atau area yang terang. Sementara itu, grafik dalam histogram tidak pernah bohong dan membawa kamu pada foto yang lebih sempurna.

Ketika kamu belajar membaca Histogram, kamu akan memahami exposure sebuah foto lebih mendalam. Tak hanya itu, kala membaca histogram, kamu bisa melihat data foto lebih detail. Yang perlu diperhatikan, Histogram juga menampilkan contras sebuah foto. Hal ini juga membuat kamu memahami seberapa baik sensor kamera milikmu dalam menangkap cahaya. Beberapa kamera menghadirkan Histogram di live Mode.

Baca juga: 10 Teknik Mudah Menghasilkan Foto Bagus di Musim Hujan

Menentukan Exposure yang tepat

Via PhotoAnswer

Dalam membaca Histogram, warna gelap dimulai dari nol terletak di bagian kiri grafik. Sementara warna terang atau putih akan mencapai skala maksimal 255 dan terletak di bagian kanan. Hasil pemotretan yang baik biasanya akan menampilkan grafik yang menunjukkan pola Histogram berupa gunung dengan lembah di bagian kiri dan kanan dengan ujung mendekati atau tepat pada titik gelap dan titik terang. Namun, ini tidak menjadi patokan resmi foto dengan Histogram demikian memiliki exposure yang tepat.

Yang perlu diperhatikan bila grafik menunjukkan banyak jumlah pixels dengan nilai 255 atau mendekati 255, maka foto terlalu terang atau overexposed sehingga banyak detail foto yang hilang.

Lain halnya bila grafik menunjukkan angka 0 maka foto terlalu gelap atau underexposed. Namun, tidak selamanya nilai 0 menunjukkan underexposed. Karena semua kembali ke subjek yang kamu foto. Bila subjek kamu berwarna gelap, maka nilai menunjukkan angka 0. Jadi perhatikan histogram dengan baik untuk exposure yang tepat.

Melihat Histogram saat Memotret RAW

Saat kamu memotret dengan kamera DSLR, ada beberapa kamera yang langsung menampilkan histogram di layar LCD sehingga kamu dapat dengan mudah membacanya. Hal ini tentu berguna kala memotret sehingga bisa langsung menemukan exposure yang tepat dalam sebuah foto. Masalahnya, beberapa kamera menampilkan Histogram kamera hanya hitam putih saja. ini akan sedikit menyulitkan untuk menentukan warna apa saja yang terlalu gelap atau terang. namun, beberapa produsen sudah menghadirkan histogram RGB (Red, green dan Blue) untuk semakin memudahkan menentukan exposure.

Yang perlu diperhatikan adalah format foto yang kamu gunakan apakah JPEG atau RAW. Namun Pricebook sarankan untuk memotret menggunakan format RAW. Pasalnya file RAW mampu menghadirkan image data lebih lengkap. Dengan format RAW kamu bisa menangkap foto 12-bit atau 14-bit berbeda dengan JPEG yang sangat terbatas hanya 8-bit saja. Bila kamu hendak mengedit foto pun, file format RAW sangat mudah untuk diotak-atik.

Menentukan bentuk dan kedalaman foto

Dengan mempelajari Histogram kamera, kamu bisa mengetahui bentuk dan kedalaman warna sebuah foto. Ini memang tidak mudah dan butuh kejelian. Namun, dengan mempelajari berbagai Histogram sebuah foto, kamu akan semakin memahami kedalaman warna foto.

Jadi Histogram hanyalah satu dari sekian banyak fitur atau perangkat yang dapat digunakan untuk menentukan kualitas data sebuah foto. Namun, tidak semua histogram dianggap benar atau menjadi standar patokan. Karena bentuk grafik histogram yang berbeda dalam sebuah foto tergantung berbagai kondisi saat subjek difoto. Dengan Histogram selain mengetahui exposure yang tepat, kamu juga bisa menemukan rentang dinamis dan kontas sebuah foto. Dengan demikian, kamu bisa mengetahui sebuah foto sudah sempurna atau belum sesuai keinginan.

 

Baca juga artikel

11 Pertimbangan ketika Mau Beli Kamera Baru di HarBolNas Nanti

9 Tips dan Trik Memotret di Musim Hujan serta Perlengkapannya (Part 1)

9 Tips dan Trik Memotret di Musim Hujan serta Perlengkapannya (Part 2)

Artikel Lainnya

Komentar

Ogay Osbourne 13 November 2015 - 20:15
masih bingung cara bacanya