Ketahui  Efek ISO, Aperture dan Shutter Speed Pada Kamera DSLR

Ketahui Efek ISO, Aperture dan Shutter Speed Pada Kamera DSLR

Oleh Aris Wibowo on Senin, 02 Nov 2015 | 18:29

Sebagai seorang fotografer tentu akan sangat sulit menghasilkan sebuah foto yang baik bila kurang memahami ISO, Shutter Speed dan Aperture. Tiga hal ini merupakan kunci penting dalam dunia fotografi.

Memang, beberapa kamera digital saku ataupun kamera DSLR saat ini sudah dibekali mode Auto yang memungkinkan kamu memotret lebih mudah. Dengan mode auto, kamera akan secara otomatis mengatur atau menyesuaikan ISO, shutter speed dan aperture. Namun jika hanya mode auto yang kita jalankan, akan terasa sayang teknologi yang ada di kamera DSLR yang kamu miliki.

Mengetahui efek ISO, Shutter Speed dan Aperture pada kamera  sangatlah penting. Apalagi ketiga hal tersebut selalu melengkapi. Tak heran banyak fotografer andal memilih menggunakan mode manual kala memotret. Dengan mode manual, kamu bisa mengatur kamera sesuai batas dan membantu kamu mendapatkan foto dengan hasil terbaik.

Secara ringkas, ketiga komponen tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • ISO

Via photography

Merupakan level sensitivitas kamera terhadap cahaya. Bagian ini biasanya dijabarkan dengan angka. Semakin rendah angkanya maka semakin rendah tingkat sensitivitas cahaya, dan semakin tinggi angka maka semakin tinggi sensitivitas kamera. Yang perlu diperhatikan semakin tinggi ISO yang digunakan bisa menyebabkan noise atau hasil yang kurang sempurna pada foto.

  • Shutter Speed

Via smashingapps

Jarak waktu saat shutter kamera terbuka sehingga cahaya masuk dan mengenai sensor gambar. Shutter speeds biasanya dihitung per sekian detik. Shutter speed yang lambat akan membuat cahaya yang masuk ke kamera lebih banyak. Shutter speed lambat biasanya digunakan pada pemotretan malam hari atau pemotretan yang kurang cahaya. Sementara itu, shutter speed cepat cocok untuk menangkap momen dengan cepat atau freeze motion.

  • Aperture

Via picturecorrect

Merupakan sebuah lubang kecil dalam lensa yang berguna menghantarkan cahaya masuk ke bodi kamera. Semakin besar lubang, semakin banyak cahaya yang masuk. Aperture juga berguna untuk mengontrol depth of field. Biasanya, aperture ditandai dengan huruf f dan angka. F sering disebut juga focal ratio.

Baca juga: 11 Cara Setting Kamera DSLR Untuk Pertama Kali Usai Beli

Intinya ketiga komponen di atas berkaitan dengan cahaya yang masuk ke kamera. Perlu diingat jumlah cahaya yang masuk akan mempengaruhi hasil foto, menghadirkan noise hingga fokus foto yang berubah-ubah. Untuk itu, kamu perlu mengetahui efek ISO, Shutter Speed dan Aperture pada kamera.

Berikut ini penjabarannya.

  • Shutter Speed, Aperture dan ISO bekerja sama untuk membuat Foto yang pas.

 

Via completedigitalphotography

Untuk bisa memahami tentang bagaimana Shutter Speed, Aperture dan ISO memberikan efek, kamu harus memahami dulu saat kamera bekerja mengambil gambar.

Ketika kamu mengarahkan kamera ke subjek dan menekan tombol shutter, maka gambaran subjek akan masuk ke lensa dalam bentuk cahaya. Jika subjek yang difoto tampak remang, artinya terlalu banyak cahaya yang masuk ke lensa. Bila kamu mengambil gambar di tempat yang minim cahaya, maka tidak akan banyak cahaya yang masuk ke lensa.

Bila cahaya masuk ke lensa akan melewati berbagai elemen optik yang terbuat dari kaca kemudian masuk ke Aperture atau bukaan lensa.  Setelah itu, cahaya akan melewati aperture kemudian shutter. Shutter ini akan membiarkan cahaya masuk hingga ke sensor kamera untuk jumlah waktu tertentu. Nantinya sensor akan mengumpulkan cahaya berdasarkan sensitivitas atau bedasarkan ISO. Setelah itu, Shutter akan menutup dan cahaya yang masuk resmi diblokir untuk mencapai sensor kamera.

Untuk menghasilkan gambar yang baik, tidak terlalu terang atau tidak terlalu gelap, ketiga komponen yakni Shutter Speed, Aperture dan ISO harus bekerja sama dengan baik. Bila terlalu banyak cahaya yang masuk ke lensa dan aperture lensa kecil, apa yang terjadi? Tentu saja sensor kamera membutuhkan waktu lama untuk memproses cahaya yang masuk. Lalu, bagaimana caranya sensor kamera bisa mengumpulkan cahaya dengan tepat? Tentu saja shutter harus terbuka lebih lama. Jadi, dengan aperture kecil, kamu membutuhkan waktu yang lebih lama. Namun, dengan shutter speed yang panjang, sensor bisa bekerja dengan maksimal dan menghasilkan gambar yang benar.

Baca juga: 21 Cara Setting, Teknik, dan Aturan Pakai Buat Pemula Pengguna DSLR

Sekarang, bagaimana bila aperture lebar? Tentu, akan banyak cahaya yang masuk mengenai sensor. Jadi, kamu harus memperpendek shutter speed agar gambar bisa tertangkap dengan baik.  

  • Shutter Speed, Aperture dan ISO bekerja sama untuk membuat Foto Fokus

Via lifehacker

Sebetulnya, yang membuat sebuah foto subjek yang bergerak, fokus atau tidak ialah pengaturan shutter speed. Bila kamu hendak mengambil subjek yang bergerak kamu bisa menggunakan shutter speed 1/1000s-1/500s tergantung seberapa cepat Subjek. Ingat jangan gunakan shutter terlalu lambat karena bisa menyebabkan foto blur. Kamu juga perlu memperhatikan cahaya yang cukup, karena bisa cahaya kurang maka foto akan underexposed. Solusinya, gunakan aperture yang besar.

  • Shutter Speed, Aperture dan ISO bekerja sama untuk membuat Foto Berkualitas

Via jessicalouisebell

Sebuah foto yang berkualitas merupakan foto yang tidak memiliki atau mini noise. Semakin tinggi pengaturan ISO yang digunakan maka semakin banyak noise yang muncul. Jadi, usahakan menggunakan ISO serendah mungkin dengan aperture dan shutter speed yang tepat.

Kesimpulan

Aperture, Shutter Speed dan ISO tidak bekerja sendiri-sendiri. Ketiga komponen ini saling memberi efek satu sama lain. Untuk itulah, kamu perlu banyak berlatih atau memotret agar menemukan setingan yang pas.

 

Baca juga artikel

Apa itu Shutter Count dan Bagaimana cara menghitungnya pada kamera DSLR?

Mengenal Teknik Panning dan Cara foto Panning dengan Benar

Panduan Memilih Lensa Kamera DSLR dengan Tepat

Artikel Lainnya

Komentar