Mengenal Teknik Panning dan Cara foto Panning dengan Benar

Oleh Aris Wibowo on Selasa, 27 Okt 2015 | 08:05

Saat ini sebuah foto yang bagus dapat dihasilkan dengan berbagai perangkat dengan berbagai teknik yang berbeda pula. Salah satu teknik dalam memotret ialah teknik Panning. Lalu apa itu Panning?

Teknik Panning merupakan salah satu teknik fotografi yang digunakan untuk membekukan gerakan benda yang bergerak. Ide dibalik teknik ini ialah mengatasi masalah mengambil gambar subjek yang bergerak cepat. Ciri-ciri foto dengan menggunakan teknik ini biasanya memiliki fokus yang tajam terhadap objek yang bergerak, sedangkan backgroundnya tampak blur atau kabur. Alhasil mengambil foto dengan teknik Panning memiliki kesulitas tersendiri bagi fotografer pemula.

Teknik Panning memang menekankan kesan artistik dari objek yang bergerak dengan cepat. Tak ada yang bisa menjamin foto dengan teknik ini akan sempurna. Namun, dengan berbagai latihan, kesabaran dan momen yang pas, maka akan tercipta sebuah foto Panning yang dramatis dan menarik.

Sebetulnya melakukan teknik ini cukup mudah. Kamu cukup mengatur shutter speed ke mode freeze motion. Kamu cukup gerakkan kamera mengikuti objek kemudian tekan tombol shutter dengan cepat. Tampak mudah namun kala dipraktekkan akan sedikit susah.

Untuk itu, berikut beberapa tips atau cara foto panning dengan benar:

Memilih Shutter Speed yang tepat

Salah satu hal yang penting dalam melakukan teknik panning ialah shutter speed. Kamu bisa mengatur shutter speed tergantung seberapa cepat subjek bergerak dan seberapa banyak efek kecepatan yang kamu ingin abadikan.

Kamu bisa memilih shutter speed yang lebih rendah dari yang biasa kamu gunakan. Kamu bisa mencoba menggunakan 1/30 sec. Kemudian coba juga shutter speed yang lebih rendah 1/60 sec hingga 1/8 sec. Ingat pemilihan shutter speed tergantung pada kondisi cahaya dan kecepatan subjek.

Baca juga: Panduan Memilih Lensa Kamera DSLR dengan Tepat

Ingat shutter speed untuk memotret orang naik sepeda berbeda dengan shutter speed kala memotret motor. Bila subjek foto yang dibidik tampak kurang tajam, cobalah naikkan shutter speednya. Saat background kurang blur, kamu turunkan shutter speednya.

Mengatur Posisi Kamera

Posisikan kamu di tempat yang memiliki pandangan luas terhadap subjek. Jangan sampai kamu memotret teknik panning di lokasi yang terhalang. Pertimbangkan juga bagian latar belakang subjek. Sebagai catatan, background yang berwarna akan cenderung menghasilkan blur yang bagus.

Gunakan Flash

Untuk menghadirkan foto yang memiliki bentuk jelas, kamu bisa menggunakan flash. Sebaiknya atur speedlight dengan baik. Bila kombinasi flash dan low shutter speeds berhasil, akan menghasilkan efek blur yang menarik.

Atur fokus

Cara foto panning dengan benar bisa kamu lakukan dengan memakai autofocus ataupun manual fokus. Namun, untuk fotografer pemula kamu bisa menggunakan autofocus mode. Kamu bisa menggunakan mode AF-C pada Nikon atau mode Al Servo pada Canon. Dengan mode ini, kamera melakukan focus mengikuti pergerakan objek dengan menekan setengah tombol shutter. Mode autofocus bisa digunakan bila subjek bergerak dengan konsisten.

Baca juga: Cara Memegang Kamera DSLR dengan Benar

Bila kamera kamu tidak memiliki autofocus yang cepat, kamu bisa menggunakan mode pre-fokus. Ikuti pergerakan objek sambil menekan setengah tombol shutter untuk mengambil fokus subjek. Bila pergerakan kamera sudah sama dengan subjek, kamu bisa menekan penuh tombol tanpa menghadirkan guncangan kamera.

Gunakan tripod

Bila subjek bisa diprediksi dan dekat dengan kamu, sebaiknya gunakan tripod agar hasil foto teknik panning lebih bagus. Namun, bila kamu mencari subjek yang tidak bisa diprediksi misal saat menonton balap motor, kamu bisa gunakan tangan saja. Namun, dibutuhkan keseimbangan dan kestabilan pada tangan agar kamera tidak goyang.

Pertimbangkan jarak subjek

Semakin dekat subjek, maka semakin menghasilkan foto yang fokus. Namun, dibeberapa fotografer subjek juga harus diimbangi oleh background. Maka kamu harus pertimbangkan jarak subjek agar sesuai dengan kamera yang kamu pilih. Kamu bisa menggunakan lensa zoom 70 – 200 mm untuk membuat teknik panning lebih mudah.

Gunakan fitur VR atau vibration reduction

Untuk menghindari guncangan kala memotret, kamu bisa menggunakan fitur VR yang sudah terdapat dibeberapa kamera. Ingat fitur ini penting dinyalakan karena memotret panning butuh kestabilan.

Baca juga: Tips Menemukan Sweet Spot Lensa dengan Mudah

Menggerakkan kamera

Setelah semua hal di atas kamu persiapkan, saatnya kamu mulai memotret. Kamu harus memastikan kembali posisi kamu pas tanpa halangan. Agar subjek terlihat tajam, kamu bisa menggerakkan lensa dengan tenang dan stabil. Arahkan kamera secara horizontal atau ke arah kanan dan kiri. Dibutuhkan latihan agar gerakan kamera stabil sehingga hasil foto lebih tajam.

Pilih background yang memiliki warna cerah dan memiliki warna-warna menarik. Namun, jangan terlalu banyak detail agar fokus tetap terarah pada subjek untuk mendapatkan foto subjek yang memiliki background menarik.

Arahkan kamera mengikuti subjek yang bergerak dan tekan tombol shutter secara tepat untuk mengambil fokus. Perlu digarisbawahi, gerakan yang mengejutkan secara mendadak bisa mengakibatkan hasil foto yang kurang sempurna.

Semakin lembut dan tenang cara kamu menggerakkan kamera mengikuti subjek, maka semakin tajam hasil foto panning .

Jangan hanya mengambil 1 atau 2 foto saja. Seorang fotografer professional bahkan bisa mengambil 20 – 30 foto untuk menghasilkan sebuah foto panning yang sempurna. Disinilah dibutuhkan latihan yang serius dan kesabaran untuk menemukan momen yang tepat dalam mengambil foto teknik panning.

Selamat mencoba!

 

Baca juga artikel

Mengenal Focal Length dan Memilih Ukuran yang Pas

Mengenal Jenis Lensa Kamera DSLR dan Kegunaannya

Belajar Memahami Focal Length dan Sudut Pengambilan Gambar

Artikel Lainnya

Komentar