Belajar Memahami Focal Length dan Sudut Pengambilan Gambar

Oleh Aris Wibowo on Rabu, 21 Okt 2015 | 10:35

Banyak pengguna baru kamera digital kebingungan dalam memahami focal length hingga bagaimana sudut pengambilan gambar yang tepat? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentu kamu harus memahami dulu pengertian dari Focal Length.

Focal length merupakan jarak antara titik pusat lensa dengan sensor kamera dengan satuan milimeter. Jarak focal length ini akan berpengaruh terhadap lebarnya bayangan yang jatuh pada sensor kamera. Focal length juga bisa menentukan seberapa luas area yang bisa tertangkap kamera. Focal Length pada kamera juga dapat menentukan seberapa lebar atau sempit perspektif pembesaran terhadap objek.

Secara garis besar, Focal length tentu mempengaruhi sudut pengambilan gambar. Sebuah lensa dengan perspektif yang lebar (lensa wide) akan memberikan pandangan yang luas sehingga objek terlihat lebih kecil dalam foto, lensa dengan perspektif menengah (lensa normal) akan memberikan pandangan yang normal layaknya mata manusia. Sedangkan lensa dengan perspektif sempit (lensa tele) akan membuat objek jauh terlihat lebih besar pada foto. Dengan menggunakan lensa berfocal length yang berbeda akan mengubah sudut pengambilan gambar.  

Berikut beberapa lensa dengan focal length yang paling umum digunakan untuk memahami sudut pengambilan gambar.

copyright imaging.nikon.com

Lensa ultra wide angle 10 – 15 mm

Lensa ini menghasilkan tangkapan pemandangan yang lebih luas daripada lensa standar. Hal ini membuat objek tampak lebih kecil dibandingkan lensa normal atau lensa bawaan yang ada di kamera digital. Lensa ini juga mempunyai kedalaman fokus yang luar biasa. Sehingga kamu bisa mengambil foto dengan fokus yang lebih luas dari depan ke belakang (background).

Baca juga: DSLR vs Mirrorless, Mana yang Terbaik untuk kamu?

Lensa Wide Angle 16 – 28 mm

Lensa ini juga menghadirkan tangkapan pemandangan yang luas namun tak seluas lensa ultra wide. Kala kamu menggunakan lensa ini, objek akan tampak lebih kecil dari aslinya. Lensa ini juga berguna untuk memotret sesuatu dari jarak dekat.

Lensa Normal 28 – 40 mm

Lensa ini akan cocok digunakan kala memotret objek manusia.

Lensa Tele pendek 40 – 60 mm

Lensa ini sering disebut lensa potret karena lensa ini memberikan sudut pandang manusia dari kepala dan bahu sehingga cocok untuk memotret foto model hingga produk tertentu.

Lensa Tele Medium 60 – 135 mm

Lensa ini sering digunakan untuk pengambilan hambar close up hingga macro photography. Lensa ini dapat digunakan pada jarak yang dekat antara objek dan kamera.

Baca juga: Mengenal Focal Length dan Memilih Ukuran yang Pas

Lensa Tele Panjang 135 – 300 mm

Lensa dengan focal length ini akan berguna untuk memperbesar objek yang berjarak jauh dari kamera. Hal ini dilakukan untuk mengisi frame sehingga foto yang dihasilkan lebih jelas dan detail. Alhasil banyak yang menggunakan lensa ini kala memotret konser musik atau suatu acara olahraga.

Lensa Super Tele 300 mm – ke atas

Dengan Focal length yang sangat panjang, kamera ini sangat berguna untuk memotret objek yang sangat jauh. Kamu bahkan bisa memotret objek yang kecil dari puluhan meter jauhnya. Intinya lensa ini memungkinkan kamu mengambil foto seperti foto jarak dekat meski kamu sedang berada jauh.

Sudut Pengambilan Gambar

Seperti yang dibahas di atas, Focal length pada lensa membuat kamu harus belajar memahami sudut pengambilan gambar agar gambar yang dihasilkan memiliki prespektif yang sesuai. Berikut ini beberapa sudut pengambilan gambar yang bisa kamu pelajari.

Bird Eye

copyright cuteoverload.net

Sudut pengambilan gambar ini, posisi objek di bawah atau lebih rendah dari posisi fotografer berdiri. Biasanya sudut pengambilan gambar ini untuk menunjukkan keseluruhan objek dengan lingkungan.

High Angle

copyright northwestmommy.com

Sudut pengambilan gambar ini biasanya posisi fotografer berada pada posisi yang lebih tinggi dari objek foto.

Baca juga: Kenali 7 Alat Pembersih Lensa Kamera DSLR Biar Makin Kinclong

Eye level

copyright slrlounge.com

Sudut pengambilan gambar ini dilakukan saat objek dan kamera berada posisi sejajar, sama seperti mata memandang. Sudut gambar ini biasanya digunakan untuk menghasilkan menyeluruh dan merata terhadap background sebuah objek.

Low Angle

copyright storyboardclass.wordpress.com

Pemotretan dengan sudut ini dilakukan dari bawah. Sudut pengambilan gambar ini digunakan untuk memotret sebuah bangunan dengan lensa wide angle atau lensa tele.

Frog Eye

copyright i.telegraph.co.uk

Sudut pengambilan gambar ini biasanya barada di paling bawah mendekati bahkan sejajar dengan tanah. Biasanya teknik ini digunakan untuk memotret macro atau pemandangan.

Dari data di atas, bisa disimpulkan focal length memang mempengaruhi sudut pengambilan gambar. Perlu diingat, semakin pendek focal length yang digunakan, semakin lebar sudut pandang dan semakin lebar perspektif terhadap objek atau dengan kata lain pandangan yang tampak pada foto semakin luas.

Sementara itu, semakin panjang focal length, semakin sempit sudut pandang dan semakin sempit perspektif terhadap objek atau pandangan dalam foto menjadi sempit. Kamu harus menggabungkan focal length dan sudut pengambilan gambar, sehingga pembesaran objek pada foto semakin baik dan nampak sesuai. Jadi Focal length akan mempengaruhi sudut pengambilan gambar yang nantinya akan mempengaruhi pembesaran.

Untuk pembesaran objek sendiri harus menggunakan acuan yang tepat agar foto pas. Sebagai contoh, kamu bisa menggunakan lensa dengan focal length 200 mm untuk pembesaran objek hingga 10x dari ukuran normalnya. Sebagai perbandingan, kamu bisa menggunakan lensa awal 20 mm. Bisa menggunakan lensa 200 mm, maka objek yang berjarak 50 meter akan diperbesar seolah-olah diambil dengan jarak 5 meter saat menggunakan lensa 20 mm. Jadi, pahami focal length yang kamu gunakan dan ambil sudut yang tepat. Selamat berkarya.

 

Baca juga artikel

Mengenal Jenis Lensa Kamera DSLR dan Kegunaannya

Kamera ini Bisa Rekam Video 380 Derajat

5 Kamera Mirrorless Terbaik Penganti DSLR di 2015

Artikel Lainnya

Komentar