Perbedaan Socket Prosesor Pada Motherboard (Soket T, H, H1, H2, dan H3)

Perbedaan Socket Prosesor Pada Motherboard (Soket T, H, H1, H2, dan H3)

Oleh Alena Yulitta on Jumat, 18 Mar 2016 | 18:49

Pada saat merakit komputer atau hendak mengganti dalaman dari sebuah komputer, maka sangat penting untuk mengetahui dengan sejelas-jelasnya socket-socket pada sebuah motherboard.

Socket atau bisa pula disebut sebagai konektor/dudukan yang ada pada sebuah motherboard adalah tempat menyambungkan atau memasang komponen komputer seperti HDD, kartu grafis, sound card dan peripheral yang lain. Salah satu jenis socket yang harus diketahui jenis, seri dan tipenya adalah socket untuk prosesor.

Seperti diketahui teknologi prosesor maju dengan sangat pesat untuk mengejarnya maka motherboard juga harus ikut berkembang dengan menyediakan teknologi yang bisa dipergunakan untuk mendukung kinerja prosesor terbaru yang diproduksi para produsen prosesor seperti Intel dan AMD. Setiap prosesor yang berbeda teknologi membutuhkan soket yang berbeda pula. Saat ini yang paling sering dipergunakan pada produk motherboard adalah socket jenis T, H, H1, H2 dan H3.

Masing mempunyai karakteristik yang berbeda satu sama lain. Karena perbedaan tersebut maka masing-masing socket tak bisa diganti-ganti fungsinya, misalnya membeli sembarang prosesor yang berbeda dari socket yang mendukungnya. Oleh sebab itu mari kita sedikit ketahui perbedaan socket-socket pada motherboard. Tidak semua akan diulas, hanya yang paling sering dipergunakan saja.

Socket T (Socket LGA 775)

Socket T dikenal pula dengan nama socket LGA 775 (LGA= Land Grid Array). Soket ini diperuntukan bagi desktop Central Processing Unit (CPU). Socket ini sangat berbeda dari socket generasi sebelumnya yang berupa lubang socket untuk menancapkan kaki-kaki prosesor yang jumlahnya sangat banyak.

Baca juga Harga Motherboard Komputer Terbaru

Socket T tak lagi punya lubang, melainkan pin yang menonjol dengan jumlah keseluruhan 775 pin. Pin-pin tersebut adalah titik kontak sentuh dengan prosesor pada bagian bawahnya. Soket yang cukup jadul ini dulu pernah sangat terkenal. Setiap produk dengan logo “Intel Inside” pasti pernah memakai soket jenis ini. Seri produk yang kompatibel dengan socket T atau LGA 775 adalah:

  • Intel Pentium 4 (2,60 – 3,80 Ghz)
  • Intel Pentium 4 Extreme Edition (3,20 – 3,73 Ghz)
  • Intel Pentium Dual Core
  • Intel Core 2 Duo, Intel 2 Extreme, Intel 2 Quad
  • Intel Xeon
  • Intel Celeron

Socket H/H1 (LGA 1156)

Penerus LGA 775 adalah LGA 1156 atau dikenal pula sebagai socket H/H1. Socket ini dirancang untuk memperbaiki kinerja LGA 775 dengan mengintegrasikan keseluruhan sistem pada prosesor itu sendiri, padahal sebelumnya, pada socket LGA 775, prosesor terhubung ke Northbridge dengan mempergunakan Front Side Bus. Pengintegrasian fitur yang terdapat pada Northbridge kedalam prosesor itu sendiri termasuk di dalamnya:

  • PCI-Express 2.0 x 16 yang berfungsi untuk berkomunikasi dengan kartu grafis
  • DMI untuk berkomunikasi dengan Platform Controller Hub (PCH)
  • FDI yang terdiri dari 2x DisplayPort
  • Dua jalur untuk komunikasi dengann DDR3 SDRAM.

Beberapa prosesor yang bisa digunakan pada soket LGA 1156 adalah prosesor dengan code name Lynfield (i5, i7, Xeon) dan prosesor dengan code name Clarkdale 9Celeron, Pentium i3 dan i5). Penggunaan soket H/H1 ini memungkinkan user upgrade prosesor tanpa berganti motherboard.

Baca juga Cara Mudah Memahami Perbedaan Motherboard Intel dan AMD

Socket H2 (LGA 1155)

LGA 1155 adalah socket yang mendukung mikroprosesor Intel Sandy Bridge dan Ivy Bridge. Socket ini memiliki 1155 pin sebagai titik kontak sentuh dengan prosesor dan pin tersebut diatur dengan sistem Array 40x40 dengan bagian  tengah area kosong (24x16) dan ada 61 pin yang dihilangkan dan 2 pin yang berdampingan di tengah area, sehingga total adalah 1600 – 384 – 61 = 1.155 pin. Socket H1 dan h2 tidak bisa dipertukarkan penggunaanya, karena jumlah pin-nya saja sudah berbeda.

Socket H3 (LGA 1150)

Socket penerus socket H2 adalah LGA 1150 atau socket H3. Socket ini mendukung prosesor buatan Intel, khususnya prosesor dari keluarga Haswell dan generasi setelahnya, yaitu Broadwell. Socket ini punya 1150 pin yang digunakan untuk menghubungkan semua konektor pada prosesor ke motherboard. Kelebihan socket H3 ini adalah dukungan terhadap semua jenis output video termasuk di dalamnya VGA, DVI dan HDMI. Bahkan socket ini juga mendukung teknologi Intel Clear Video Technology.

Kinerja motherboard sangat tergantung pada kinerja sebuah prosesor dan sebuah prosesor sangat tergantung pada socket yang mendukungnya. Bahkan jika salah meletakkan atau titik kontak tidak menempel dengan pas dan baik, maka kinerja prosesor juga akan terganggu. Oleh sebab itu jika hendak upgrade komputer atau merakit komputer baru, perhatikan benar-benar jenis dan tipe soket prosesor pada motherboard yang dibeli.

 
Baca juga artikel
Komponen-komponen Motherboard Yang Perlu Kamu Tahu
Jenis Motherboard dan Harganya di Pasar Komputer
Sejarahnya Motherboard, Dulu Hingga Kini dan Harganya di Pasar

Artikel Lainnya

Komentar