Menilik Perjalanan Panjang Perkembangan Asus Hingga Kini

Oleh Nadia Maharani on Kamis, 27 Agu 2015 | 17:18

Tak terasa usia Asus sudah lebih dari 25 tahun. Saat ini, nama Asus semakin populer di dunia teknologi berkat sejumlah produk, mulai dari laptop, smartphone hingga smart watch, yang dirilisnya. Pasarpun menyambut kehadiran produk Asus dengan antusias lantaran kualitasnya yang bagus serta harga yang relatif terjangkau.

Asus memiliki kisah yang cukup panjang. Pada April 1989, Asus didirikan oleh Ted Hsu, T.H. Tung, M.T. Liao dan Wayne Tsiah. Pada saat itu, petinggi Asus, Jonney Shih, tampak tak terlibat pada pendirian perusahaan tersebut. Namun, Jonney yang saat ini berusia 62 tahun itu bercerita bahwa ke-4 pendiri tersebut awalnya adalah teknisinya dan sama-sama bekerja untuk Acer. Mereka bermimpi untuk membangun sebuah perusahaan sendiri dan akhirnya Jonney dipilih untuk memimpin mereka.

Jonney kemudian menemui Stan Shih yang merupakan CEO Acer untuk mendapatkan restu darinya dimana ia berencana untuk memulai perusahaan baru. Namun, Stan menahan Jonney untuk tetap berada di perusahaannya lantaran kala itu Acer sedang mengalami beberapa kendala finansial. Akhirnya Jonney urung bergabung dan tetap mendukung tim teknisi tersebut dengan memberikan 60 persen pendanaan untuk startup mereka.

Baca juga: Asus MG278Q, Monitor Gaming Quad HD Dengan FreeSync Meluncur

Para co-founder Asus bergerak tanpa bimbingan Jonney secara langsung dan mereka mampu membuat gebrakan di dunia komputer. Asus meluncurkan motherboard 486 Intel. Hal itu membuat Intel kagum sehingga Asus mendapatkan akses awal untuk berbagai CPU baru yang akan dibuat. Akhirnya, Asus memproduksi motherboard yang digunakan untuk perangkat-perangkat HP dan Dell.

Pada tahun 1992, kondisi Acer pulih. Namun, sebaliknya, kali ini Asus yang mengalami kendala. Jonney meminta ijin Stan untuk pindah ke Asus. Dengan restu Stan, Jonney pun mulai membantu para co-founder Asus untuk membangkitkan perusahaan kecil mereka tersebut.

Kini Asus menjelma menjadi perusahaan raksasa yang mempekerjakan 13.800 orang. Perusahaan yang masih menjadi salah satu produsen motherboard terbesar itu baru-baru ini berhasil menjual lebih dari 500 juta unit. Jonney percaya, meskipun saat ini dunia didominasi dengan tablet dan laptop, masih ada ruang untuk menjual motherboard.

Kecintaan Jonney terhadap seni artistik berdampak pada tampilan fisik setiap produk besutan Asus. Menurutnya, ZenFone 2 adalah salah satu contoh perencanaan desain yang apik. Tampilannya yang menawan dan solid meski menggunakan plastik membuat ZenFone 2 begitu menarik saat dipandang.

Untuk rencana selanjutnya, tampaknya Asus memiliki ambisi baru yang akan menjadi sebuah revolusi industri. Asus mengerjakan proyek robotic yang saat ini masih menjadi rahasia yang disimpannya dalam-dalam. Digarap di Da Vinci Lab, Asus akan mengembangkan sebuah mesin yang mampu berinteraksi dengan manusia. Dengan segudang produk dan proyek yang dikerjakan tim Asus, tampaknya masa depan perusahaan Taiwan ini akan terus cerah.

 

Baca juga artikel

Adu Fitur Asus Zenbook UX305 dan Dell XPS 13

Duel Spesifikasi Notebook 11,6 inci, Asus X200MA dan Lenovo S20-30

Asus X550ZE Hadir dengan Dua Mesin Grafis dan APU Kaveri

Artikel Lainnya

Komentar