Apple Kembangkan Fitur Fingerprint Scanner Ultrasonic di Bawah Layar

Oleh Aris Wibowo updated Rabu, 16 Mei 2018 | 03:14

Sistem keamanan pada sebuah smartphone memang masih menjadi perhatian serius bagi para produsen gadget dunia. Untuk itulah beberapa tahun ini, sistem keamanan pada ponsel pintar terus dikembangkan mulai sistem sensor sidik jari hingga iris scanner. Namun hadirnya sistem keamanan sidik jari dianggap membuat bentuk smartphone kurang indah karena rata-rata terletak di bodi belakang.

Menyadari hal tersebut, beberapa produsen mulai mengembangkan sensor sidik jari atau fingerprint scanner dibawah layar. Menariknya, bila beberapa bulan ini Samsung dan sejumlah produsen hape asal China yang terus mengembangkan fitur ini, ternyata Apple juga sudah mengembangkan fitur in-display fingerprint scanner yang lebih canggih menggunakan teknologi ultrasonic.

Menurut sebuah sumber dari Korea, Apple sedang mengerjakan proyek fingerprint scanner ultrasonic dibawah layar. Berbeda dengan teknologi optic yang sedang dikembangkan oleh para produsen China, fitur terbaru dari Apple ini akan menggunakan refleksi cahaya untuk membaca bentuk dari sidik jari pengguna dan mencocokkannya dengan data yang tersimpan. Dalam versi ultrasonic yang dikembangkan oleh Apple, Samsung dan Qualcomm, akan mampu membaca detail kulit dengan lebih baik meski kecil. Tentu hal ini membuat harga teknologi ini lebih mahal, pembaca biometric ultrasonic akan lebih akurat dibanding versi optic.

Samsung juga sedang mengembangkan in-display fingerprint scanner. Awalnya, Samsung akan merilis teknologi ini dalam seri Samsung Galaxy Note 9 yang akan dirilis tahun ini, namun batal. Samsung tampaknya masih butuh waktu menyempurnakan fitur keamanan ini dan akan merilisnya dalam gelaran 10 tahun varian Galaxy S atau akan diterapkan dalam seri Samsung Galaxy S10.

Berbeda dengan beberapa produsen yang menggunakan komponen dari berbagai pihak untuk menyempurkan fitur scanner bawah layar ini, Samsung menggunakan komponen dari buatan sendiri. Hal ini untuk memastikan bahwa teknologi mereka tidak digunakan oleh pihak lain. Pasalnya samsung yakin bahwa teknologi biometric ini akan sukses di masa depan dan diterapkan di perangkat elektronik lainnya beberapa tahun kedepan.

Lembaga investasi dan keamanan KTB memperkirakan akan ada 100 juta sensor fingerprint di bawah layar yang dipasarkan tahun depan, meningkat hingg 210 juta komponen dengan produksi tahun ini. Namun, melihat kabar bahwa Apple masih akan mengembahkan Face ID terbaru, sepertinya iPhone terbaru belum akan dilengkapi fitur fingerprint scanner ultrasonic bawah layar dalam waktu dekat ini.

Artikel Lainnya

Komentar