Android O atau Android 8.0 Resmi Gunakan Nama Android Oreo

Oleh Aris Wibowo updated Selasa, 22 Agu 2017 | 11:57

Seperti yang diketahui, Google sudah memperkenalkan lebih awal sistem operasi terbaru, Android O dalam ajang Android Developer Blog bulan Maret lalu. Meski sistem operasi yang diperkenalkan masih developer preview, banyak pengamat yang tertarik melihat fitur yang dihadirkan Google.

Menariknya, seperti yang sudah dirumorkan sebelumnya, Google resmi memperkenalkan nama sistem ini bertepatan dengan gerhana matahari total di wilayah Amerika. Sistem Android 8.0 akhirnya memakai nama Android Oreo. Hal ini memang tidak terlalu mengejutkan karena Google memang sering memberi nama sistem operasi miliknya sesuai nama makanan.

Kabar ini terungkap setelah seorang insinyur Google memposting kode Android 8.0 Oreo pada proyek Android Open Source. Proyek ini kabarnya merupakan proyek update software terbaru untuk perangkat Nexus dan Pixel sesegera mungkin. Tentu, sebelum update ini dirilis tentu akan masuk program Android Beta terlebih dahulu.

Kabarnya Google akan melepas update Android Oreo untuk beberapa perangkat mulai akhir tahun 2017 yakni dari perusahaan Essential, General Mobile, HMD Global, Huawei, HTC, Kyocera, LG, Motorola, Samsung, Sharp dan Sony.

Berikut ini fitur-fitur baru yang akan diusung dalam Android Oreo:

1. Fitur Hemat Baterai

Semakin berkembangnya smartphone hingga aplikasi saat ini ternyata mempengaruhi juga kondisi baterai perangkat. Menyadari hal tersebut, Google menghadirkan fitur hemat baterai baru yang memungkinkan pembatasan aktivitas aplikasi ketika dalam mode tidak digunakan atau background mode. Google juga mulai membatasi pembaruan lokasi. Pasalnya pencarian lokasi pada sebuah aplikasi menguras daya baterai cukup banyak. 

2. Antarmuka dan Navigasi Baru

Dalam sistem operasi Android O, Google juga menghadirkan userinterface baru dan beberapa mode baru. Salah satunya mode Picture in Picture yang digunakan untuk video. Nantinya video bisa tetap dinikmati sembari melakukan aktivitas pada aplikasi lain.

Selain mode PiP, ada juga notifikasi baru yang berbentuk sistem pop-up, sehingga pengguna bisa langsung bereaksi terhadap notifikasi tanpa beralih ke aplikasi. Mekanisme ini sudah diterapkan pada aplikasi seperti whatsapp. Namun, dalam Android Oreo akan ada banyak aplikasi yang bisa menggunakan notifikasi pop up.

Selain itu, Google juga menghadirkan fitur multi display. Fitur ini awalnya hadir pada Google Pixel saja. Fungsi mode ini untuk mempermudah pengguna beralih dari aktivitas di aplikasi A ke aplikasi B dengan lebih mudah.

3. Desain Interface yang Lebih Personal

Google juga menghadirkan fitur baru dalam Android Oreo bernama Adaptive Icons. Nantinya pengguna bisa mendesain sendiri ikon home untuk menjadi icon pada launcher. Pengguna juga bisa memodifikasi notifikasi yang ingin ditampilkan di layar ponsel. Bahkan, pengguna bisa menunda notifikasi untuk kembali muncul beberapa menit mendatang atau beberapa jam mendatang sehingga pengguna tidak lupa akan notifikasi yang ada. pengguna Android O juga bisa mengganti warna latar notifikasi hingga gaya tampilan notifikasi sesuai kenyamanan.

4. Fitur Copy Less

Dalam sistem Android Oreo ini, pengguna akan mendapatkan fitur baru yang berfungsi untuk memudahkan penggunanya saat melakukan copy paste dengan mengintegrasikan Gboard.

5. Fitur Integrasi

Selain itu, Android O mampu menghubungkan informasi ke aplikasi tertentu dengan mudah. Misalnya, saat kamu menekan nomor telepon, maka aplikasi dialer akan muncul otomatis. Begitu juga saat kamu menekan alamat dalam sebuah web atau aplikasi, maka aplikasi maps akan terbuka dan menunjukkan arah ke alamat tersebut. Bila pengguna menggambar huruf C di layar, maka secara otomatis aplikasi kalender yang akan terbuka.

Baca juga artikel:

Deretan Smartphone Android O! Punya Kamu Ada Gak?

Ini Dia Fitur dan Perubahan di Android O

Android O, OS Terbaru Google! Apa saja Fitur Terbarunya?

Artikel Lainnya

Komentar