Samsung Akan Rilis Update Software Galaxy Note 7 untuk Cegah Resiko Baterai Meledak

Oleh Aris Wibowo on Rabu, 14 Sep 2016 | 12:09

Setelah tertimpa berbagai kasus meledaknya baterai Samsung Galaxy Note 7, Samsung akhirnya melakukan program pengembalian dan penukaran ponsel premium ini diberbagai negara. Hal ini memang sedikit banyak mengecewakan banyak pengguna karena ponsel ini digadang-gadang dibekali teknologi paling terkini saat ini.

Pengguna Samsung Galaxy Note 7 harus mulai berhati-hati dalam menggunakan ponsel ini. Tidak hanya itu, pengguna sebaiknya mengikuti petunjuk yang dihadirkan Samsung seperti mengikuti program pengembalian atau penukaran ponsel. Pengguna bisa menukar ponsel premium tersebut dengan ponsel premium samsung seperti Samsung Galaxy S7.

Namun, bila kamu belum menukarkan atau kebingungan untuk mengembalikan ponsel Android ini, Samsung menghadirkan solusi baru. Samsung akhirnya merilis update software Samsung Galaxy Note 7. Samsung menghadirkan update ini untuk mengurangi resiko baterai smartphone premium ini meledak. Sayangnya, update ini membuat baterai ponsel lebih boros.

Kabar update software Samsung ini muncul pada halaman pertama Koran ternama di Korea Selatan. Update ini akan resmi digulirkan mulai 20 September mendatang. Begitu selesai melakukan update, nantinya Samsung Galaxy Note 7 akan berhenti mengisi baterai saat posisi kapasitas baterai 60%. Tidak penuhnya baterai ini diharapkan bisa mengurangi resiko meledaknya ponsel.

Sayangnya belum ada kabar resmi mengenai update software Samsung ini secara global. Banyak yang menduga update ini hanya akan diterima oleh pengguna Galaxy Note 7 di Korea saja.

Sebelumnya, Ponsel Android premium ini mudah meledak saat dicharge maupun dalam kondisi diam. Tak heran, banyak perusahaan penerbangan melarang penumpang membawa smartphone ini dipesawat.

Menariknya dari berbagai kasus terbakarnya ponsel premium ini, lebih dari 70 ponsel Samsung Galaxy Note 7 yang meledak berasal dari Amerika. Hal ini menarik, karena Samsung Galaxy Note 7 versi Cina memang tidak mengalami masalah yang serupa.

Semoga Samsung segera menyelesaikan kasus ini dan kembali membuat ponsel premium yang lebih baik.

Baca juga artikel:
Setelah Kasus Samsung Galaxy Note 7, Kini Muncul Xiaomi Mi 4c Meledak
Baterai Samsung Galaxy Note 7 Meledak, Samsung Tunda Pemasaran di Indonesia
Lagi, Ponsel Samsung Meledak, Samsung Galaxy S7 dan S7 Edge

Artikel Lainnya

Komentar

PomadeMan 14 September 2016 - 13:27
Menurut gw salah satu alasan paling umum baterai dapat meledak adalah karena kesalahan dalam proses pengisian. Di smartphone, baterai biasanya menggunakan software yang memberitahu seberapa cepat dan berapa banyak baterai yang harus diisi. Jika protokol yang mengatur salah, itu dapat mengacaukan beberapa bahan kimia di dlm baterai dan menyebabkan reaksi berantai yang biasa disebut "runaway termal" yang dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. #CMIIW